Showing posts with label keluarga. Show all posts

Trip To Lampung Palembang Bangka Part 3

30 Desember 2015 - 1 Januari 2015
Pangkal Pinang, Parai Beach, Tanjung Kelayang

Berjalan di tepi pantai, menikmati ombak yang seolah membawa kita pergi ke tengah laut. Pantai Tanjung Kelayang, siang hari
Save our beach, love our beach
What the ??? Aku ndak punya pacar, jaga hati aja kalo gituu :')
Welcome ... 
Khasnya pantai di daerah Bangka adalah banyak batuan ginii, tapi hati2 yaa pake sendal, ntar kakinya pada lecet
3 manusia berkacamata. mirip nggak? wkwk
KPM 49 !
Parai beach, some people said it is a beautifull beach, i dont think so ...
menerawang jauh. aku rindu, apa kabar kamu disana?
...
(masih) di Pantai Kelayang
Ini tempat pembuangan bung Karno (katanya) di Muntok, Bangka. sayangnya nggak masuk ke dalem krn mau pulang.
This is the real Dramaga hahaha *if you know what i mean :p

Trip to Lampung Palembang Bangka Part 2

27-28 Desember 2015
Palembang, Pulau Kemaro

Jembatan Ampera di malam hari
Me, my lil sist, mom, my third sist ... celebrating moms birthday in the car
Pempek asli Palembang, makannya di Palembang, rasanya beda cuuy. Ini belinya di Pempek Bu Husna.
(Masih) Pempek asli Palembang, yg ini Pempek Kapal Selam
Jembatan Ampera di siang hari, diambil dari sungai Musi menuju ke Pulau Kemaro
Klinik Terapung. Penasaran kayak apa ...
Burung Bangau? 
my lil sist in front of Patung Budha di Pulau Kemaro
Pagoda, Pulau Kemaro. Dibangun tahun 2006 dan sering dikunjungi wisatawan atau juga digunakan sebagai upacara keagamaan
Batu Interpretasi
... entah apa namanya
my bro, and mom, me and my sist before we went to P. Kemaro
forget me, focus on my sist hand wkwk
Vihara ... masih di Pulau Kemaro

Trip To Lampung Palembang Bangka Part 1



December 26th, 2015
Bandar Lampung, Lapangan Saburai.
Jumpa Volkswagen Sumatera 2


Entah pulau apa namanya, foto diambil dari kapal ferri, 26 Desember 2015.

Senja di Selat Sunda.
Jumpa Volkswagen Sumatera 2, Mobil VW Kodok berjajar rapi
Jumpa Volkswagen Sumatera 2, Mobil VW Safari yg kece punya dijadiin model pameran
Jumpa Volkswagen Sumatera 2, Mobil VW Safari berjajar rapi
Jumpa Volkswagen Sumatera 2, Mobil VW Kodok berjajar rapi
Jumpa Volkswagen Sumatera 2, Mobil VW Safari modif
Jumpa Volkswagen Sumatera 2, Mobil VW Kombi terparkir rapi
Jumpa Volkswagen Sumatera 2, Mobil VW Caravelle. *Apa lu liat-liat? ahahaha
Jumpa Volkswagen Sumatera 2, Mobil VW Caravelle bersiap menuju Bangka yeay !!

December 3rd, 2015

December 3rd, 2015 ...

Masjaw, Rona, Rezky, Ine(m), kurang satu orang hafizh :' Love youuuuuu
21 tahun sudah aku hidup di dunia ini. Beruntung aku masih diberi kesempatan menikmati indahnya hidup dan indahnya dunia. Masih diberi rezeki yang tak terkira, dengan menghadirkan keluarga, sahabat dan teman-teman di sekitarku. Tanpa mereka aku hanya seonggok daging yang berjalan tanpa arah. Sedikit berlebihan memang, tapi aku akui sedikit banyak aku masih bergantung pada mereka. Karena tak jarang aku meminta pendapat mereka akan suatu hal. Sering pula aku berkeluh kesah kepada mereka namun tetap tak lupa bersenang-senang bersamaaa ...

Selama 21 tahun ini tentu saja ada perayaan kecil-kecilan sebagai rasa syukur kepada yang MahaPencipta karena masih diberi kenikmatan. Dan selama itu pula aku merasa momen kali ini menjadi momen yang cukup haru. Di keluargaku memang bukan tipe orang-orang yang mampu meluapkan perasaannya (kecuali amarah) terlebih rasa sayang. Bukan tipe orang yang bisa mengucapkan "Aku sayang ibu dan ayah" secara langsung, bahkan melalui teknologi canggih bernama sms, bbm, whatsap dan line pun jarang dan susah (termasuk aku). Dan pada hari itu aku menerima pesan dari seseorang yang sudah melahirkan ku, merawat ku, dan membesarkan ku. Isi pesan itu pun mampu membuatku berkaca-kaca. Pesan singkat yang cukup sederhana ...
"Met milad ya my baby girl, wish you all the best, Sukses sehat n just focus on script," -my beloved mom. 
My baby girl ... baca itu rasanya ... terharu. Walaupun sudah sebesar ini, sudah setua ini, aku tetep jadi "baby girl"nya ibu. That's sweet. Jarang-jarang dapet kata-kata ini dari ibu. Love you mom.

Nggak cuma pesan dari ibu yang membuat aku terharu. Ucapan dan doa dari teman-teman jugaa. Terlebih banyak orang-orang baru yang mengucapkan dan berdoa untukku. Walaupun ada teman baru, orang baru, tapi tetap ada teman lama yang selalu setia mencoba hadir menemani. Aku hanya bisa bersyukur aku dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka. Mungkin ini jadi perayaan terakhir, karena kami harus menjalani kehidupan pasca kampus. Aku hanya bisa berharap dan berdoa aku, dan mereka, masih bisa menjalin silaturahmi. Bagaimanapun juga silaturahmi itu penting bukan?
Hari itu juga, aku dan mereka melakukan perayaan kecil. Bukan surprise selayaknya yang romantis namun itu sangat cukup menambah kenangan baru. Kenangan yang akan selalu dirindukan.

Terima kasih, Bapak, Ibu, Teman atas segalanya ...

Inem, rezky, masjaw, Rully, Rona, Vira, Dary *bertemu tanpa sengaja haha


korpus family, late surprise but it was great.
Kiri-Kanan : Putri, Ritdza, Intan, Ratna, Kuntum, Rezky, Ira
anak-anak HRD ku sayang ... Kuntum, Rezky, Ira

Lebaran Day 2: at SnowBay

Lebaran Day 2 ...

Biasatnya mah yaa, orang lebaran hari kedua itu masih keliling ke rumah sanak saudara. Lha keluarga saya mah tidak. Malah liburan bermain air di SnowBay. Btw, kalian tau SnowBay ndak? Aah biar saya jelaskan sedikit mengenai SnowBay ini hehehe ... 

SnowBay adalah salah satu tempat rekreasi air (kolam renang) yang letaknya di dalam lingkungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gue bingung kenapa nyelip rekreasi air di TMII yang notabennya itu adalah tempat wisata budaya. Gue rasa kalian juga udah pada tau TMII kan? Jadi ndak perlu saya jelaskan lagi yaah hehehe. SnowBay ini sejenis dengan Atlantis yg ada di Ancol, The Jungle, dan Waterboom gitu guys. Lokasinya berada di depan Museum Indonesia (kontras sekali bedanya). Karena ini tempat rekreasi air, otomatis kalian perlu mengeluarkan kocek lebih untuk masuk ke tempat tersebut. Untuk Dewasa sebesar 150k dan untuk anak-anak 120k. Wew!! Jumlah yang hmm ... standar siih untuk tempat rekreasi air. Dufan. Jungleland juga sekitar segitu tiket masuknya. Walaupun, harga tiketnya lumayan (untuk kalangan menengah ke bawah) tapi SnowBay ini ramai pengunjung lho *eits bukan ngiklan serius deeh. Terbukti dengan antrian yang cukup panjang waktu gue dan keluarga masuk kawasan tersebut. *maaf indak ada fotonya lupa*

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya masuk juga deeh. Well ini pertama kalinya gue ke SnowBay. Nggak terlalu takjub gimana gitu siih. Cuma cukup hmm apa yaa julukan yang pas selain takjub, terpesona dll? Yaah itu lah yaa pokoknya. SnowBay ini menyediakan tempat VIP sabana sama Saung kalo nggak salah buat nempatin barang-barang gitu (selain loker, loker juga tersedia) sekaligus sebagai ruang tunggu. Lumayan kan bisa tidur-tiduran sambil nunggu yang lagi main air hahaha. Kalo mau di tempat tersebut yaa nyewa plus harus mengeluarkan uang lagi. Gue dan keluarga gue sendiri beruntungnya masih kedapetan tempat buat nunggu, tepat di belakang VIP Sabana itu tadi. 

Awalnya nggak mau ikutan main air karena males ganti baju plus hmm .... takut jadi (makin) item hahaha. Ehh ujung-ujungnya nyebur juga hahaha. Ada beberapa lokasi atau gue menyebutnya wahana air di SnowBay. Pertama masuk ke daerah kolam renang itu ada jembatan, di bawah jembatan ada kolam arus, Nah kolam arus ini mengelilingi wahana-wahana yang lain. Jadi semacam tour gitu, kalian bisa ngeliat wahana yang lainnya. Dan semakin lama arusnya semakin deras dan berombak. Kedua ada dua kolam anak (kolam dangkal) sebelah kiri dan kanan. Yang sebelah kanan itu ada ember tumpah gituu paham kan yaah maksudnya? hmm sayang nggak ada potonya :(. Trus di sebelah kanannya lagi kolam ember tumpah masih kolam anak-anak juga, ada perosotannya gitu. Nah kalo jalan lurus ke depan dari arah jembatan tadi bakal nemuin kolam ombak. Ombaknya ini hanya di jam-jam tertentu, kalo nggak salah setiap 30 menit sekali. Sebelum menemui kolam ombak ada kursi berjemur macem yang ada di pantai-pantai gituu. Nah di balik kolam ombak ada wahana seluncur yang tinggi itu lho, yang kayak di waterboom (pasti tau). Cuma sayangnya nggak ada kolam besar di bawah seluncurannya itu. Cuma seuprit doang. Jadi SnowBay tuh cuma wahana air doang, kurang pas kalo buat berenang-berenang gitu. Karena emang nggak ada kolam yang khusus buat berenang. Ada siih tapi cetek dan kecil doang kolamnya. Semacam kolam buat berendem spa gimana gitu. Dan semakin siang pengunjungnya makin ndak karuan (makin ramai maksudnya). Gue pun udahan main airnya. Trus mandi, kamar mandinya juga cukup bagus kok nggak kotor. Yaah sebelas dua belas sama kamar mandi hotel laah ahahaha *lebay. Tapi beneran lhoo, buat yang suka jijik di tempat kayak gitu, dijamin deh nggak bakal ngerasa jijik :D. Abis mandi trus selfie bareng emak dan adek trus pulang ...

Selamat Lebaran di Jakarta (lagi)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 
 1435 H
Minal Aidzin wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Saat saya menuliskan postingan ini, sudah H+4 lebaran dan saya belum mengucapkan sepatah kata maaf pun melalui blog ini. Kepada para pembaca yang gue rasa nggak ada yang berminat membaca blog ini saya, selaku pemilik blog memohon maaf sebesar-besarnya bila selama ini dalam penulisan atau apapun yang pernah saya tulis dalam blog telah menyakiti hati pembaca semua. Mohon dimaafkan yaah.. Dan Selamat berlebaran dengan keluarga di rumah :)

Sekian intermezzonya karena saya hendak bercerita mengenai Tahun Ketiga Lebaran di Jakarta ...

 2014. Adalah tahun ketiga saya merasakan dan merayakan hari kemenangan umat Islam di Jakarta, kota rantau saya. Lantaran mobil yang biasa keluarga saya gunakan untuk pulang kampung belum selesai diperbaiki. Padahal sudah tiga tahun lamanya. Entah mengapa bisa selama itu. Hmm Lebaran di Jakarta itu rasanya ... hambar dan sepi tentunya. Karena memang tidak banyak sanak saudara yang tinggal di Jakarta, hanya beberapa kerabat dekat orang tua saja. Pun tak ada yang mengunjungi rumah (mungkin karena kerabat dari orang tua tahun ini pulang kampung). Lebaran tahun ini juga sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak ada sesi "keliling-keliling" ke tetangga sekitar. Sesi tersebut digantikan dengan "Halal bi halal" di Musholla Ar-Rahman, sebuah musholla komplek. Seluruh warga diminta untuk berkumpul di Musholla tersebut setelah Sholat Ied usai. Kemudian dilanjut dengan takbir dan doa serta prosesi "salam-salaman". Halal bi Halal tersebut berlangsung sekitar 1-2 jam dimulai pukul 08.00 ba'da Sholat Ied. 

Tahun lalu juga diadakan halal bi halal di tempat yang sama, namun lebih cepat kemudian masih dilanjut dengan sesi "keliling-keliling" ke tetangga sekitar. Karena cukup banyak warga yang datang Halal bi Halal ke Musholla di tahun ini, sehingga tidak ada orang yang berkeliling ke rumah-rumah. Hanya sebagian orang yang masih melakukannya ke beberapa rumah yang di-tua-kan di sekitar komplek. Aah itu sudah jelas dan sudah pasti, seolah sudah menjadi adat istiadat. Hal inilah yang membuat lebaran tahun ini sedikit sepi begitu pula dengan pemasukan #eeh. Bukan, bukan saya tentunya, tapi bagi anak-anak kecil yang biasanya keliling dan mendapatkan THR. Kali ini mungkin hanya sedikit yang mereka dapatkan. Begitu pula dengan orang yang telah menyiapkan uang THR tersebut, menjadi sedikit bingung dan disayangkan karena tidak sempat memberikan kepada anak-anak (termasuk saya). hehehe ....

Kalau tidak salah ingat tahun lalu juga keliling ke banyak rumah (kerabat ayah dan ibu). Tapi kali ini tidak. Hanya berkunjung ke rumah salah seorang kerabat lama yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri. Beliau adalah orang yang memiliki (beberapa) rumah kontrakan yang zaman dahulu kala sempat kami kontrak rumahnya. Soal hubungan kedekatan, seperti yang sudah saya bilang, sejak dahulu sudah dekat dan sudah dianggap sebagai saudara. Sehingga setiap tahun sudah hal wajib saat lebaran untuk berkunjung ke rumah beliau (kecuali jika kami mudik). Di sana baru saya merasakan hawa lebaran. Ramai orang berkunjung, banyak makanan (bukan hanya kue) dll. Kalau sudah begini jadi rindu kampung halaman, yang selalu ramai dikunjungi sanak saudara (maklum termasuk yang di-tua-kan aka nenek).

Hal lain yang membedakan adalah kalaupun saya mudik, nyatanya di Surabaya pun tak ada saudara. Mereka semua mudik. Pun tak ada "mbah besar" (sebutan saya untuk ibu dari bapak). Mbah besar sudah meninggal setahun yang lalu, sekitar dua hari setelah lebaran. Nenek meninggal pun saya tidak pulang, hanya ayah. Maklum terkendala biaya. Zaman terus berubah dan saya juga baru mengetahui beberapa berita penting terkait saudara-saudara saya di Surabaya. Lebaran ini saya baru tau kalau ada (Apa sebutan dari anaknya kakak dari ayah? Sepupu?) sebut saja sepupu, yaa salah satu sepupu saya sudah menikah dan sedang mudik ke rumah suaminya di Jember. God! Kenapa saya tidak tahu kabar tentang saudara saya? Tidak bermaksud menyalahkan siapapun sih, salah saya juga tidak bertanya. Tapi tetap saja, kenapa ayah saya tidak bilang -__- Aaah, saya baru menyadari suatu hal kalau ternyata tinggal saya, cucu-yang-saat-ini-beranjak-dewasa-dan-siap-untuk-menikah. Cucu yang lain (yang belum menikah) masih dibawah umur dan remaja. Well, belum siap mendengar pertanyaan, "udah punya pasangan belum?" atau "waah anak gadis udah perawan, kapan nikah?" duuh bude, skripsi aja belum hahhaaha... 

Hmm... lebaran terakhir (di kampung 3 tahun lalu) ada sepupu yang masih hamil, sekarang sudah melahirkan dan anaknya sudah berumur 3 tahun. Parahnya saya indak tahu bentuk rupanya seperti apa. Begitu pula sepupu saya yang lain, anak dari bude yang ke-2, pun telah memiliki 2 atau 3 anak gitu (kalau tidak salah). Ada pula sepupu laki-laki yang sudah sangat lama tidak bertemu (lupa kapan terakhir ketemu saking lamanya) kini sudah menikah dan mempunyai dua anak. Oooh GOD!! I'm getting older right now. Mereka yang dulu masih remaja sudah punya momongan semuaa dan saya sudah dipanggil "Tante"?? Dan lagi, anak laki-laki dari kerabat ayah dan ibu yang saya ceritakan tadi, yang seumuran dengan saya, juga sudah menikah bahkan sudah punya anak. WHAT??!! I'm really shocked heard that one. Yaa sebenarnya sudah biasa mengingat umur kita yang-sudah-memasuki-usia-menikah. Tapiii ... seinget saya, lebaran tahun lalu itu doi masih lajang, waktu cepat berlalu yaah -__- *makin sadar kalau saya sudah tua dan semakin tua dan semakin mendekati usia nikah*. Pertanyaan seperti "kapan nikah?" itu akan sering terdengar sekarang ... 

But, di samping semua hal itu ada kabar gembira bahwa hampir semua orang tertipu dengan wajah saya. *maaf tidak ada maksud menipu*. Hampir dari mereka yang baru mengenal saya mengira saya masih siswa sekolah, SMP khususnya. Bahkan sempat ada yang mengira bahwa saya ini anak kedua, dan adik laki-laki saya yang masih SMP tapi badannya jauh lebih besar dari saya adalah anak pertama. Dan yang sudah mengenal pun masih sering heran kalau saya adalah anak kuliah. Sampai-sampai saya sendiri lelah menghadapi pertanyaan sekaligus pernyataan orang seperti ini :
A : ini anaknya yang kedua yaa buu?
I : bukan, ini yang pertama, yang laki yang kedua.
A : Oooh, kecil yah badannya, kelas berapa?
S : Udah kuliah tante/om ... *senyum ga jelas*
A : Udah kuliaah?? Tante/om kira masih SMP ...
S: hehehe (masang senyum terpaksa, males, cengar-cengir nggak jelas karena udah duga jawabannya)

Saya selalu bertanya dalam diri saya, segitu kecilnya kah saya di mata orang? Bahkan ada dosen yang juga tidak percaya saya anak kuliahan. Hfft ... Sudahlaah nikmati saja muka babyface yang dimiliki hihiihi.. Hanya segini cerita lebaran di hari pertama, tidak banyak cerita seru kan? Tapi cukup banyak berita yang mengagetkan saya -__-

Selamat malam, selamat lebaran 
Best regard,
Recil (Rezky kecil) :)