Showing posts with label kampus. Show all posts

Tingkat Akhir, Proposal, dan Skripsi

Hasil gambar untuk semangat mahasiswa tingkat akhir


Haai ...

Sekarang aku tahu bagaimana rasanya berada di tingkat akhir masa perkuliahan. Sekarang aku juga tahu mengapa ada mahasiswa yang telat lulusnya. Sebagian dari mereka mangkir dari tugas utamanya bukan karena malas, tapi karena telah menemukan passion atau sesuatu hal yang mereka senangi dan geluti yang membuat mereka agaknya melupakan kewajibannya untuk segera mengakhiri masa perkuliahan. Sebagian lain pun telah menemukan pekerjaan yang mereka minati, atau terpaksa bekerja demi memenuhi kebutuhan tingkat akhirnya (red: penelitian). Dan ... sebagian lainnya adalah kaum-kaum yang sedang berusaha menemukan ritme, gairah, dan mood dalam mengerjakan tugas akhir tersebut. Aku tak mau menyebutnya pemalas hahaha ... dan mungkin aku berada pada kategori yang terakhir tersebut. 

Mengerjakan tugas akhir sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar di belakang nama ini bukan perkara yang mudah, pun juga bukan sesuatu yang dianggap susah. Perkara mudah atau susah itu tergantung bagaimana cara kita memandang. Untuk sebagian orang pasti menganggap tugas akhir ini layaknya tugas biasa pada umumnya, hanya saja dengan jumlah sks yang lebih besar dan tentunya melibatkan birokrasi yang cukup panjang pula ditambah dengan biaya yang tidak bisa dibilang rendah. 

Tentunya dalam mengerjakan tugas akhir selalu ada hal-hal yang menghambat pengerjaan. Tapi pasti ada saja yang menjalaninya layaknya jalan tol saat tengah malam (lempeng tanpa aral melintang). Salah satu hambatan alias musuh terbesar para pejuang tugas akhir/skripsi adalah rasa MALAS dan TIDAK FOKUS. Ini persoalan yang sering kali menghampiri para mahasiswa tingkat akhir. Termasuk aku-yang-saat-ini-mengetik-blog-dengan-tujuan-mengembalikan-fokus. hahahaha banyak alasan. Sesungguhnya saat ini aku benar-benar kehilangan fokusku untuk mengerjakan proposal penelitian. Aku harus segera kembali fokus namun aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku merasa ......... bosan (?) entahlaah. Pada akhirnya aku mengetik ini untuk menuangkan apa yang aku pikirkan.

Rasa MALAS dan HILANG FOKUS itu bisa dihindari dengan berkumpul dengan sesama pejuang skripsi. Dengan bertemu mereka, kamu akan merasa ada teman seperjuangan yang juga sama-sama ingin segera memerdekakan diri. Tidak hanya itu, kamu juga bisa sedikit banyak berkonsultasi berdiskusi dengan mereka tentang topik penelitian mu. Sehingga kamu masih berada dalam atmosfer yang mampu membuatmu untuk tetap fokus mengerjakan. Sesungguhnya ini sangat membantu sekali kawan ... cobalah. 

Hal kedua yang menjadi hambatan adalah rasa LELAH. Untuk hal ini kamu hanya perlu beristirahat. Tak perlu kamu vorsir diri kamu mengerjakan setiap hari setiap jam setiap menit. Bisa-bisa kepala kamu mengeluarkan  asap dan akhirnya tumbang. Kamu juga butuh refreshing, tapi juga kamu harus tahu diri hahaha. Jangan keenakan refreshing trus akhirnya lupa. Dan jangan terlalu lama. Setidaknya satu hari cukup untuk menghirup udara segar atau sekedar menonton. hehehe Ingat jangan terlalu lama refreshing ...

Aaah macam benar saja aku memberikan wejangan. Yaa setidaknya semoga ini membantu kalian dan aku yang sedang mencoba mengembalikan fokuskuu hahaha. 

December 3rd, 2015

December 3rd, 2015 ...

Masjaw, Rona, Rezky, Ine(m), kurang satu orang hafizh :' Love youuuuuu
21 tahun sudah aku hidup di dunia ini. Beruntung aku masih diberi kesempatan menikmati indahnya hidup dan indahnya dunia. Masih diberi rezeki yang tak terkira, dengan menghadirkan keluarga, sahabat dan teman-teman di sekitarku. Tanpa mereka aku hanya seonggok daging yang berjalan tanpa arah. Sedikit berlebihan memang, tapi aku akui sedikit banyak aku masih bergantung pada mereka. Karena tak jarang aku meminta pendapat mereka akan suatu hal. Sering pula aku berkeluh kesah kepada mereka namun tetap tak lupa bersenang-senang bersamaaa ...

Selama 21 tahun ini tentu saja ada perayaan kecil-kecilan sebagai rasa syukur kepada yang MahaPencipta karena masih diberi kenikmatan. Dan selama itu pula aku merasa momen kali ini menjadi momen yang cukup haru. Di keluargaku memang bukan tipe orang-orang yang mampu meluapkan perasaannya (kecuali amarah) terlebih rasa sayang. Bukan tipe orang yang bisa mengucapkan "Aku sayang ibu dan ayah" secara langsung, bahkan melalui teknologi canggih bernama sms, bbm, whatsap dan line pun jarang dan susah (termasuk aku). Dan pada hari itu aku menerima pesan dari seseorang yang sudah melahirkan ku, merawat ku, dan membesarkan ku. Isi pesan itu pun mampu membuatku berkaca-kaca. Pesan singkat yang cukup sederhana ...
"Met milad ya my baby girl, wish you all the best, Sukses sehat n just focus on script," -my beloved mom. 
My baby girl ... baca itu rasanya ... terharu. Walaupun sudah sebesar ini, sudah setua ini, aku tetep jadi "baby girl"nya ibu. That's sweet. Jarang-jarang dapet kata-kata ini dari ibu. Love you mom.

Nggak cuma pesan dari ibu yang membuat aku terharu. Ucapan dan doa dari teman-teman jugaa. Terlebih banyak orang-orang baru yang mengucapkan dan berdoa untukku. Walaupun ada teman baru, orang baru, tapi tetap ada teman lama yang selalu setia mencoba hadir menemani. Aku hanya bisa bersyukur aku dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka. Mungkin ini jadi perayaan terakhir, karena kami harus menjalani kehidupan pasca kampus. Aku hanya bisa berharap dan berdoa aku, dan mereka, masih bisa menjalin silaturahmi. Bagaimanapun juga silaturahmi itu penting bukan?
Hari itu juga, aku dan mereka melakukan perayaan kecil. Bukan surprise selayaknya yang romantis namun itu sangat cukup menambah kenangan baru. Kenangan yang akan selalu dirindukan.

Terima kasih, Bapak, Ibu, Teman atas segalanya ...

Inem, rezky, masjaw, Rully, Rona, Vira, Dary *bertemu tanpa sengaja haha


korpus family, late surprise but it was great.
Kiri-Kanan : Putri, Ritdza, Intan, Ratna, Kuntum, Rezky, Ira
anak-anak HRD ku sayang ... Kuntum, Rezky, Ira

Cerita tentang SUPERHERO50: Part PDD SUPER

Minggu ke-3 Agustus hingga Minggu ke-4 Agustus...

Seharusnya waktu liburan belum usai. Namun saya harus kembali ke kota perantauan yang jaraknya hanya dua jam dari rumah. Demi 'pekerjaan' yang harus diselesaikan. Jika kalian berpikir saya sudah bekerja, jawabannya bisa salah, bisa benar. Saya tidak benar-benar bekerja yang dapat menghasilkan uang. Saya bekerja untuk sesuatu hal dan tidak dibayar dengan uang, melainkan dengan imbalan yang bentuknya non-fisik. Seperti, mendapat 'keluarga' baru di divisi PDD MPF SUPERHERO 50.

Seminggu penuh, dari matahari bersinar terang hingga matahari berganti bulan saya berada di tempat 'baru'  (karena jarang mengunjungi atau berada di tempat tersebut). Saya tidak sendiri, saya bersama dengan tim yang SUPER, super gila, super kreatif, super segalanya yang dipimpin oleh bapak Kadiv yang LUAR BIASA seperti Faris dan Ketuplak yang nggak kalah SUPERnya, bpk. Ali. Setiap hari membuat dekorasi dari yang cukup mudah hingga yang cukup menguras tenaga. Mencari barang 'bekas' layak pakai yang bisa digunakan untuk dekorasi, membuat kerangka, mengelem, menempel, menggunting dll. Tapi sekalipun menguras tenaga tidak berasa karena kebersamaan, canda dan tawa. Hal-hal tersebut adaalah hal yang menurut saya baru, karena memang saya baru merasakan bekerja di bidang tersebut. Dan ini menyenangkan sekaligus nagih hehehe.

KIRI-KANAN: FALAH, WILDA, INE, REZKY GARTOS, MITHA, NYAYU, NUR, REYSA dan KADIV FARIS.

Ini dia wajah-wajah TIM PDD SUPER yang saya ceritakan dan hasil dekorasi selama 4-5 hari. Terbayar sudah kerja dari pagi hingga malam selama 4-5 hari. Saat H-1, setelah selesai mendekor ruangan GMSK rasa lelah, kerja keras, keringat, badan lengket, kantuk semuanya terbayar. Lihat saja foto di atas, semuanya bergembira. Hasilnya memuaskan dan sesuai perkiraan. Ini baru H-1. Cerita ini juga belum bisa mendeskripsikan bagaimana rasanya, keadaaannya saat mendekor dan lain sebaginya. Yang terlintas dalam pikiran saya hanya satu kata, yaituu "Bersenang-senang". 
 
SALAM GARDA TOSKA! 

FEMA! JOTOS! FEMA! JOTOS! FEMA! THE BEST BEST BEST!

Tahun Kedua Berakhir

Tingkat Dua telah berakhir. Ditandai dengan terisinya semua Kartu Studi Mahasiswa di Semester 4 lalu. Sedih? Bisa jadi. Karena kamu sudah mulai memasuki tahap yang lebih sulit dan lebih nyata dari sebelumnya. Jadi sebelumnya tidak nyata? Bukan tidak nyata, hanya saja masih dalam suatu lingkungan yang belum menunjukkan dunia yang sesungguhnya. Semakin kamu beranjak dewasa kamu akan semakin menemui dunia yang sesungguhnya itu.

Lantas, setahun berlalu, apa yang sudah kamu dapatkan di Tingkat Dua ini? Selain pengetahuan dari Mata Kuliah yang kamu dapatkan? Nyatanya tidak banyak yang didapatkan, tidak banyak perubahan yang terjadi baik dari softskill atau kemampuan yang lainnya. Namun, perubahan itu tetap ada walaupun hanya sedikit.  Setidaknya aku mulai belajar membuat video. Dan paling tidak ada niat untuk berubah ke arah yang lebih baik...

Tingkat Dua telah berakhir apa kamu merasa senang? atau malah takut? Bisa jadi keduanya. Semua rasa bercampur menjadi satu. Sedih, senang, takut, was-was ... Pertanyaannya adalah apa yang kamu takutkan? Masa depan? Saya rasa beberapa orang pasti pernah merasakannya, merasa takut akan masa depan yang masih belum jelas seperti apa. Ada tiga hal yang ada dipikiran, Satu kamu takut karena kamu belum siap atau mempersiapkan dirimu, bekal untuk masa depanmu hingga akhirnya kamu takut. Dua berlaku sebaliknya. Kamu adalah orang yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari softskill hingga kemampuan yang lainnya, dan akhirnya kamu siap menyambut masa depan. Tiga kamu minder. Sebenarnya kamu mampu, kamu sudah mempunyai bekal hanya saja kamu minder melihat kemampuan yang lain yang lebih dari kamu, hingga akhirnya membuat kamu merasa was-was. Diantara ketiga ini, kamu orang yang mana? Apakah kamu sudah cukup mempersiapkan "bekal" untuk masa depanmu nanti? Kalau memang belum, segeralah mempersiapkan sebelum semua terlambat.

Tips: 1). Bagi yang sudah melewati masa Tingkat Dua hanya tersisa waktu dua tahun untuk mempersiapkan segalanya. Masih cukup waktu bila kamu tekun dan percaya bahwa kamu bisa. Ingat Percaya pada kemampuan diri sendiri bukan berarti kamu sombong. Sesekali kamu perlu melihat sekitar atau melihat "ke bawah" untuk mengetahui dimana posisi kamu berada sekarang. 2). Jangan pernah malu untuk berkata saya tidak tahu bila kamu memang benar-benar tidak mengetahui. Intinya siih Jujur sama diri sendiri. Hmm dua hal ini sih yang paling penting.

Semangat!! Tahun kedua telah berakhir, masih ada dua tahun lagi untuk belajar dan mempersiapkan segalanya. Semangat mencari "kebenaran" dan "siapa saya". Semangat Liburaan :)

Pelajaran Hari Ini

1. Jangan pernah sok-sokan jd spidergirl kalo benangnya abis.
2. Jangan pernah loncat ke rumput yang basah karena licin.
3. Jangan sok-sokan jd anak parkour kalo bukan anak parkour beneran.
4. Lebih bersabar kalo nunggu sesuatu.

Inti dari segala inti adalah SABAR MENUNGGU!

Hikmah?
1. Bisa bolos kuliah? Haha
2. Bisa tiduran leyeh-leyeh walopun badan sakit.
3. Bisa mencuri waktu tidur yg kurang gara-gara abis begadang.
4. Nambah pengalaman dan cerita.
5. Nambah postingan di blog. Hahaha




*konyol sekali hari ini*
Diposting beberapa jam setelah kecelakaan menimpa 
di hari Senin nan cerah tp cukup kelabu.
Bogor, 26 Mei 2014

Pertanyaan Sederhana

Seorang kawan bertanya padaku senja tadi. Pertanyaan yang menurutku cukup sederhana namun nyatanya sulit untukku menjawab.
"Hal apa yang menyenangkan buat lo? Kegiatan yang menurut lo menyenangkan atau paling menyenangkan?"
Cukup lama aku menjawab pertanyaan yang tiba-tiba tersebut. Sejenak aku berpikir, hal apa yang menurutku benar-benar menyenangkan. Menurutku hampir semua hal yang aku lakukan  menyenangkan. Tapi dia menyuruhku untuk memilih satu hal yang paling menyenangkan bagiku. Entah, saat itu aku merasa tak ada hal yang benar-benar atau paling menyenangkan yang pernah aku lakukan. Kemudian aku tersadar bahwa hidupku, kegiatanku, hal yang pernah aku lakukan tidak benar-benar menyenangkan. Hanya sebatas menyenangkan. Hanya sebatas lalu dan dilupakan di kemudian hari. Mungkin aku pernah merasakan hal atau kegiatan yang paling menyatakan, namun aku tak ingat kapan, dimana, dan hal apa yang aku lakukan *sekedar menghibur diri*. Dalam benak lain aku menyangkal pernyataan tersebut. Pernyataan bahwa aku tak mengingatnya karena terlalu banyak hal menyenangkan yang terjadi. Ya. Memang banyak hal menyenangkan yang terjadi namun ternyata tidak terlalu bermakna hingga akhirnya terlupakan.

Saat itu juga yang terlintas dalam bayanganku adalah sosoknya. Sosok yang sudah lama tak ku jumpa, sosok yang beberapa tahun terakhir sudah tak ada dalam benakku. Namun sempat mampir sejenak hingga menimbulkan rindu sementara. Ternyata hal itu yang menurutku cukup menyenangkan. Dan akhirnya aku menjawab pertanyaan kawanku sesuai dengan hal yang ada dalam pikiranku. 
"Ketika gue ketemu temen lama gue ..."
Jawaban agak gantung dan setengah malu. Sengaja aku jawab seperti itu, karena tak tau harus memberi jawaban seperti apa. Ia hanya tertawa ringan mendengar jawabanku lalu menegaskan kembali pertanyaannya. Saat itu aku sedang membaca sebuah novel. Dan terlintas dalam pikiranku untuk menjawab hal itu saja. Ya. Membaca buku, jawabanku. Setelah dipikir-pikir, sering kali setiap aku membaca buku, aku lupa akan waktu. Terlalu larut dalam cerita hingga akhirnya lupa akan waktu. Tak peduli di jalan, di ruang kelas, kalau sudah membaca dan bacaan tersebut menarik, aku pasti larut di dalamnya. Menyelami setiap lembar kehidupan cerita yang disajikan, menelaah setiap katanya untuk dijadikan sebuah referensi perbendaharaan. Kemudian larut dalam emosi, sedih, senang, marah, kesal yang dilontarkan oleh penulis. Tak jarang aku tertawa atau menangis atau kesal setiap membaca sebuah buku. Kawanku tadi bilang, kau telah terhipnotis. Setidaknya aku menemukan hal yang menurutku itu menyenangkan. :)

Gagal Makan Ramen

DAY 1...
Ceritanya lagi ngidam banget sama ramen dari hari sabtu kemaren. Itu berawal karena gue nggak jadi pulang ke rumah. Mager memenangkan segalanya. Seharian gue ada di kosan, nonton pileem, berniat pulang sore dan berakhir mager (nggak jadi pulang). Trus tiba-tiba gue pengen main, makan ramen, nge-sop duren kek, atau apapun itu lah. Jadilah, gue sms lima sekawan (kecuali ine). Singkat  cerita mereka mau, tapi  Rona udah makan, trus masjaw mager. Yaa ujung-ujungnya juga  makan bareng..

Trus, sebelum gue pergi makan, gue mampir dulu ke sekret. Rencananya sih cuma mau numpang naro tas, trus langsung nge-ramen. Eeh, tapi karena jam udah mau magrib, kata Hapizah "ntar aja abis Magrib, nanggung." Yaudah, akhirnya jam 7an baru berangkat nge-ramen ke  Bara Food Court (BFC) *padahal belum makan dari pagi *curcol*. Trus kita (gue Hapis, Iwa, Masjaw,(Rona nyusul)) ke sana deeh. Nyampe di BFC ..........

*broken  heart* ramennya baru aja abis. *hiks syekali*. Kata masnya baru ada hari Senin, kalo Minggu tutup. Akhirnya makan di kuninng (lupa namanya) yang di bawah  BFC deeh dan pesen sop jagung. Kalo udah masuk sesi makan bareng, nggak pernah luput ngobrol segala hal yang bisa diobrolin sampe bosen. Dan hari itu gue gagal makan ramen.

DAY 2 ...

Udah hari Senin, jadwal padet banget dari jam 7-5 sore. Baru sempet makan dijeda kuliah. Sorenya, temen gue ada yang mau makan di BFC. Dan gue jadi teringat kalo gue pengen makan ramen. Jadi lah gue pergi ke sana sama Inem. Trus, nyampe sana gue ambil menu+kertas yg buat mesen. Nah, gue pengen makan ramen chicken katsu. Dengan pedenya gue langsung nulis angka 2 di samping menu yang tulisannya chicken katsu. Kebetulan si Inem juga mau makan, dan menunya mau disamaain sama gue aja. Makanya gue pesen dua.

Nah setelah nunggu beberapa menit, mas-masnya nganterin pesenan kita sambil bilang, "chicken katsu donnya 2 yaa?" tanpa sadar gue meng-iya-kan. Trus baru ngeh beberapa detik kemudian karena menunya beda sama yang gue pengen. Iyaa.. Gue salah pesen menu. Gue nggak ngeliat tulisan ramennya, karena gue pikir sama aja. Dan karena emang gue udah laper dan terlalu 'excited' jadilah gue salah pesen. Sial!!!!! Gue nyesel paraaaah.. Dibayangan gue, udah kebayang-bayang kuah ramen yang seger plus pedes. Eh ternyata malah makan nasi yang nggak berkuah. *Hiks*. Kata Ine "untung bukan gue yang pesen rez, hahaha.." 

SIAL! Gagal makan ramen deeeeeh ...


Being A "Jurnalis Kampus"

Konferensi Pers dengan Prabowo Subianto di ruang sidang gedung rektorat
Kunjungan Prabowo ke IPB jumat (28/2) lalu memberikan sebuah pengalaman baru lagi buat gue. Profesi gue sebagai seorang reporter di kampus atau istilah sangarnya wartawan kampus memberikan kesempatan dan peluang yang cukup bagus bertemu dengan orang-orang penting (dengan mudahnya). Jarang-jarang kan mahasiswa (biasa) bisa bertemu dengan orang penting dengan mudahnya. Kalo bukan dari kalangan eksekutif, aktivis, atau kalangan orang-orang yang memang kerjaannya bertemu orang penting, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang penting, petinggi kampus bahkan negeri hanya sedikit.

Prabowo sesaat sebelum meninggalkan IPB di lapangan sepakbola gymnasium
Profesi gue sebagai seorang reporter ini memberikan kesempatan yang sama tingginya dengan seorang eksekutif (presma) atau aktivis kampus. Mungkin bahkan bisa lebih tinggi. Bisa bertemu, wawancara, memotret dari jarak yang cukup dekat, atau mungkin bahkan berkenalan dengan para petinggi tersebut itu sesuatu hal yang menurut gue (sebagai mahasiswa) itu "WAAAH" banget. Dengan kata lain gue beruntung jadi seorang reporter. Yaa, contohnya aja waktu kunjungan Prabowo ke IPB. Gue bisa melihat beliau dengan jarak hanya beberapa meter, berada dalam satu ruangan bersama beliau dengan beberapa media nasional lainnya. Ini kedua/ketiga kalinya gue bekerja berdampingan dengan media nasional. Kali pertama itu saat gue meliput aksi di gedung KPK. Jujur, ini suatu kebanggaan tersendiri buat gue. Gue mencoba buat nggak naif yaa .. Nggak cuma itu, di kunjungan Prabowo kemarin gue juga sempat bersalaman dengan beliau. Walaupun gue seorang reporter, di sisi lain gue juga seorang mahasiswa (biasa), yang seneng bisa bertemu dengan 'orang penting'. Yang jelas saat gue jadi seorang reporter yaa gue harus profesional. 

Sebelumnya gue juga pernah bertemu dengan Julian Aldrin Pasha, seorang Jubir Presiden, saat Presiden SBY berkunjung ke IPB. Gue bertugas untuk meliput beliau, sedangkan beberapa kru lain meliput orasi ilmiah SBY di GWW dan meliput kedatangan beberapa menteri di Gedung Rektorat. Lagi-lagi kesempatan emas buat bertemu dengan 'orang penting'. Walaupun saat bertemu beliau gue nggak sempet wawancara, karena beliau juga terburu-buru. Yaa ... kapan lagi coba bisa bertemu dengan 'orang penting'. Well, keinginan gue jadi reporter yaa nggak lepas dari yang gue ceritain ini, selain ketemu dengan 'orang penting' (dengan mudah tapi kadang juga susah), bisa jalan-jalan (gratis). Untuk saat ini buat liputan jalan-jalan dan gratis itu masih belum kesampaian siih. Tapi buata ukuran mahasiswa, bertemu 'orang penting' itu udah amat sangat cukup banget kok. Kapan lagi lo bisa wawancara/ngobrol sama presma, sama orang-orang di rektorat, sama rektor dan wakil rektor. Selain bisa bertemu dengan mereka tentunya ada info dan ilmu baru yang bisa lo dapetin. Itu alasan kenapa gue memilih jadi seorang reporter di Koran Kampus IPB. Hahahahaha.. 

Oh iya satu lagi, gue wawancara atau bertemu dengan 'orang-orang penting' itu nggak sendirian kok. Selalu ada partner yang setia menemani hahaha. Dia adalah INEM. Entah kebetulan atau apa, tiap kali ada kegiatan meliput mereka gue selalu berdua dengan partner gue itu. Meliput aksi, meliput jubir, meliput Prabowo, selalu meliput bareng ine. Cuma satu yang belum kesampaian niih, sebagai seorang wartawan kampus belum lengkap rasanya kalo belum meliput atau wawancara petinggi di IPB alias Pak Rektor. Istilahnya gue udah ketemu banyak orang luar tapi belum pernah ketemu dengan beliau. Padahal waktu kunjungan Prabowo itu ada beliau, tapi yaudah sekedar lalu aja, belum berbicara secara langsung gitu. Hehehe ... Hmm gapapa pasti ada jalan dan kesempatan untuk wawancara langsung dengan beliau. Another dreams gue niih. Firasat gue siih, nggak lama lagi gue bisa melakukan itu, doakan saja yaa hehehehe...

Yaa itu tadi sedikit pengalaman gue menjadi seorang jurnalis kampus. Thats why I love my job, I love being a journalist, being a reporter, yang membuat gue terkadang bukan menjadi mahasiswa biasa. Tapi juga kadang gue sedikit minder ketika gue belum bisa menerapkan kejurnalisan gue dengan baik dan benar. Thanks buat KORPUS yang membesarkan gue, yang memberi gue banyak pengalaman dan pembelajaran baik dari organisasi itu sendiri atau pengalaman dan pembelajaran sebagai seorang reporter. Terus mencetak orang-orang hebat yaa pusss... :p ;D

Gagal Bukan Berarti Jatuh Selamanya kan?

"... perlu kita sadari bahwa wadah untuk berkontribusi tidak sesempit yang kamu gambarkan. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu banyak orang lainnya." -M.sigit susanto-

Pernah mengalami kegagalan? Gue yakin semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Walaupun cuma satu kali, tetap saja pernah mengalaminya. Lalu apa yang kamu rasakan saat kamu mengalaminya? Sedih? pasti. Iri? Yaa gue rasa ada sedikit rasa iri yang menyelimuti hati kan. Kecewa? Tentu saja karena menyangkut hal yang selama ini kita inginkan namun nyatanya tidak tercapai. 

Kali ini gue mau share apa yang gue alami. Syukur-syukur bisa jadi motivasi atau inspirasi. Beberapa waktu lalu gue pernah share tentang kabar kurang baik di awal tahun, tentang kegagalan gue masuk sebuah organisasi di kampus. Hmm anggap aja itu kegagalan pertama yang gue alami. Jujur gue cukup sedih dapet kabar itu. Ada sedikit rasa iri juga ke partner gue karena dia yang berhasil lolos, sedangkan gue nggak. Tapi itu nggak berlangsung lama kok. Cukup sehari dua hari ngerasa terpuruk. Karena gue sadar mungkin bukan di situ tempat gue, ada tempat dan hal lain yang lebih berarti yang bisa gue lakuin. Di samping itu, partner gue juga selalu kasih support buat gue, temen-temen deket gue juga. So, I can move forward fast. Tapi hmm ... emang agak sensitif kalo udah berhubungan dengan organisasi itu, rapat dsb. Masih ada rasa yang nggak bisa dijelasin.Tapi itu cuma sebentar doang, setelah itu lupa.

" ... ketika kita belum berkesempatan bergabung kedalamnya bukan berarti kemampuan kita buruk, bisa jadi karena bukan orang seperti kita yang sedang dibutuhkan oleh organisasi itu." -M.sigit susanto-

Kegagalan kedua di awal tahun, gagal ikut kepanitiaan sebuah acara yang diadain organisasi tersebut dan lagi-lagi partner gue yang lolos. Well, jatuh untuk kedua kalinya. Sakit untuk kedua kalinya. Kecewa untuk kedua kalinya dan iri untuk kedua kalinya. Kali ini nggak sesedih yang pertama tapi rasa-rasa ituu bener-bener masih ada. Jujur aja gue ngerasa bersalah sama partner gue, karena gue hmm sempat iri sama dia. Nggak seharusnya gue begitu kaan? Tapi yaaaah mau gimana lagi toh. Maafin gue yaah. Dan disaat gue lagi dalam kondisi seperti ini dia ngasih gue link INI. Setelah gue baca ituuu bener-bener ngerasa kayak ditampar. Ituuu sesuai banget sama apa yang terjadi sama gue. Nggak paham lagi, bisa se-kebetulan itu.

Thanks so much for my best partner ever. Really thanks to her {}

Hidup itu nggak hanya tentang meratapi kegagalan dan masa lalu. Life must go on. We have to move forward. It's ok, if sometimes we look back, but it just to learn from our past. I think its fine if we don't want to hear anything about "that". But it's just for a while, not for a long time. Just for a couple days, then we have to face it. Don't act like looser who don't want face their failure. Be brave to face it


*This post dedicated to everyone who ever failed.
then for my best partner ever, inem
-THANKS- 

UAS brooh




Tiba saat dimana gue harus kembali menjalani serangkaian ujian. Yap!! Ujian Akhir Semester. Menjadi momok bagi sebagian mahasiswa, karena datangnya di saat yang tidak tepat. Ujian rasa Liburan they said. Gimana nggak? Disaat universitas lain saat ini sedang dan telah menjadi liburan mereka, kampus gue BARU MULAI ujian. Kampreet nggak?? Jadi laah UAS rasa Liburan. Tapi setelah dipikir-pikir kapan siih UAS nggak rasa Liburan. Lhaa wong abis UAS itu liburan. Jelas toh, UAS rasa Liburan karena yang dipikirin pasti liburannya. Nanti liburan kemana yaa? Ngapain yaa? dan segala macam pertanyaan lainnya tentang liburan. 

Jadii mau UAS rasa liburan kek, cokelat kek, stroberi kek, anggur kek, tetep aja judulnya UJIAN. Ngerjain soal, yang kebanyakan mukanya langsung berubah ketika soal tersebut dibagikan dan akhirnya selesai mengerjakan. Keluar ruangan raut wajah kembali berubah dari yang tegang atau kalem (karena udah belajar) jadi waswas takut nilainya jelek karena belajar nggak belajar sama aja susah ngerjainnya pfft. Tapi ada juga yang memegang teguh prinsip "Datang, Kerjakan dan Lupakan!". Mereka yang biasa memegang teguh prinsip ini keluar ruangan dengan raut wajah yang adem ayem tanpa beban, serasa semua telah berakhir padahal masih ada soal di hari esok. Terkadang ke-santai-an mereka membuat panik beberapa mahasiswa lainnya, karena mereka berpikir "Waah ini anak pasti bisa ngerjainnya." Padahal maaah .... *isi sendiri*.


Yaudah laah yaaa.. Yang masih UAS, yang BARU Mulai UAS, Yang udah mau selesai..

"SEMANGAT!!! Perjuangan belum berakhir."
and
"Keep Calm and Pray and Fatalisme for UAS and IPK"