Showing posts with label koran kampus. Show all posts

Satu Tahun Kepengurusan

Its almost a year. Yaa sudah hampir satu tahun usiaku berada dalam kepengurusan ini. Sudah hampir satu tahun dan aku masih merasa belum memberikan yang terbaik dan belum mendapat sesuatu. Hmm bukan. Bukan belum mendapat sesuatu. Tentu aku mendapat banyak hal dari organisasi ini mulai dari pelajaran mengenai jurnalistik sampai pelajaran hidup, sikap dan perilaku terutama. Bahkan kena marah, kritik dll sudah menjadi hal yang biasa buatku karena aku yang terlalu 'pintar'. Juga terkadang tangispun turut memberi warna dalam satu tahun kepengurusan ini. Namun tetap saja walaupun aku sudah menerima banyak hal aku merasa aku belum mengubah diriku menjadi orang yang lebih baik lagi. Yaa mungkin kata yang tepat untuk mengganti 'belum mendapat sesuatu' adalah belum menjadi yang terbaik, belum berubah sepenuhnya, belum ada perubahan yang signifikan. Masih menjadi Rezky yang teledor, ceroboh dll.
Terima kasih sudah memberikan banyak pelajaran dan juga pengalaman. Semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk organisasi ini. Amiiin ....

[Puisi] Sebuah Ruangan di Lantai Dua

Muhammad  Fahmi Alby (Masjaw)
Aku menghitung
Sudah 1460 malam
Aku tidur di sekretmu
Aku mengikat mimpi-mimpi
Merapal kata demi kata
Berapa banyak lagi
Sudah. Aku lelah membual
Kututup jendelamu, dingin.
Laba-laba berputar, memintal rumahnya
Di pintu yang kubolak balik setiap hari
Karpet kumal tua yang setia
Tak lelahkah engkau
Sudah sejauh ini kita
Lalu untuk apa lagi
Letih tidak kunjung ada
Aku patuh. Aku tidak bisa lagi
Semua hawamu adalah personaku
Aku tidak taat pula dengan deadline
Aku binal. Aku bengal padamu
Semua cerita tentang jurnalis itu omong kosong
Kau masih menghardikku
Dosa. Bualan. Sumpah serapahmu.
Aku sudah yakin
Aku bukan jurnalis yang kau minta
Aku hanya pengelana di ketiak senjamu
Dan pelanggan setia telur goreng pak Imam

Malam Minggu Rared

Malam minggu nge-date? Biasa (buat yang punya pasangan) ... Malam minggu gabut? Biasa juga ... (buat yang jomblo). Malam minggu nugas? Biasa ... (buat akademisi, deadliner sejati). Malam minggu rapat? Biasa .... (buat mereka yang sibuk kepanitiaan). Kalo malam minggu rared? Bbbeeeeeh ..... biasa juga (buat para kuli tinta dan kuli grafis kampus) hahahaha. Sebenernya sungguh sangat luar biasa mengingat para kuli tinta dan kuli grafis kebanyakan masih single, sekalipun udah double tetep merelakan malam minggunya terenggut untuk rapat redaksi ini.

Rapat redaksi (rared) buat kami para kuli tinta dan kuli grafis adalah hal yang wajar, sudah menjadi kebiasaan namun tetap sakral. Sakral terutama bagi kru yang masih muda, yang baru saja bergabung dalam keluarga ini. Rapat biasanya dimulai malam hari sekitar pukul 7 malam dan berakhir keesokan harinya (dini hari pukul 3-5 pagi biasanya). Proses rapat ini jelas berbeda dengan rapat (kepanitiaan atau organisasi) pada umumnya, menurutku. Mengapa? Dilihat dari segi waktu saja sudah berbeda. Rared menyita waktu luang dan relatif lebih lama dan biasanya dilakukan pada waktu malam hingga dini hari. Karena pada saat siang atau sore hari kami memiliki kesibukan masing-masing. Jadi, mau tidak mau aktifitas malam hari kami relakan demi rared. Rared juga menjadi salah satu kegiatan yang aku tunggu-tunggu. Karena entah kenapa waktu pertama kali merasakan rapat redaksi ada satu hal tersendiri yang membuatku menarik. 

Rapat redaksi ini kami lakukan setiap menjelang periode terbit. Gunanya untuk menyusun berita atau topik apa saja yang akan dimuat dalam tabloid. Seperti yang pernah aku ceritain di post ini --> Menunggu Cetak. Sebelum rared biasanya kami melakukan brainstorming atau yang biasa kami sebut pra-rared yakni penentuan ide-ide atau topik berita apa saja yang dapat dimuat dalam berita. Setelah ide tersebut terkumpul, kemudian diklasifikasikan sesuai jenis berita atau rubrik. Kemudian dibawa dalam rapat redaksi, penetuan view, narasumber, dan artistiknya. Dan akhirnya bergerilya mencari berita, menulis dan kemudian cetak. :)

Menunggu Cetak

Sudah sekitar dua bulan lebih lamanya menanti dan bekerja keras. Bertemu dengan narasumber yang akan menghiasi setiap lembar di halaman surat kabar kampus. Setelah jerih payah itu, nyatanya tabloid kami mundur terbit. Namun perjuangan itu tak henti sampai di situ. Kami masih berupaya untuk memperjuangkan "harta" kami untuk naik cetak. Kita mulai dari awal lagi. Rapat redaksi, proses bertemu narasumber, proses penulisan, proses peng-editan tulisan, kemudian masuk proses yang terakhir- finishing yang merupakan pekerjaan para kuli vektor aka layouter. Dan yang paling terakhir adalah cetak.

Saat ini aku sedang menanti hal yang paling terakhir itu. Menunggu hasil jerih payah kami (seluruh kru) dinikmati oleh khalayak kampus. Saat "pulang" ke sekret dan menemukan tumpukan koran yang baru saja dicetak menumbuhkan rasa kepuasan tersendiri. Apalagi setelah melewati proses yang cukup lama itu. Kalo orang bilang namanya "prestice" atau kebanggaan tersendiri setelah melihat hasil liputan, hasil foto, kartun, iinfografis dll terpampang di sebuah media cetak. Walaupun memang masih dalam skala kecil, ukuran kampus. Tapi jelas tetap menimbulkan rasa bangga, haru, senang. 

Pernah sempat aku menangis gara-gara hal ini. Bukan. Bukan karena berhasil naik cetak justru kalau hal itu terjadi aku senang bukan kepalang. Lantas? Aku menangis karena yang terjadi adalah hal sebaliknya. Sedih sekaligus sakit hati mungkin rasanya membayangkan hasil jerih payah ku dan yang lainnya sia-sia saja. Air mata itu tiba-tiba saja keluar tanpa mau berhenti, padahal sudah kucoba untuk tetap santai. Tapi kekecewaan yang cukup mendalam ternyata tak mampu membendung tangis. Tak ada bantahan yang keluar dari mulut kami ketika mendengar kabar tersebut. Yang ada hanya rasa bersalah, shock dan kecewa. Begitu pun hal yang sama terjadi padaku. Setelah beberapa hari sejak kejadian itu, aku berpikir kenapa dulu aku tak membantah dan tetap bersih keukeuh untuk membuat hasil jerih payah kami jadi nyata.

Aah, sudahlah yang lalu biarlah berlalu. Jadikan hal itu sebagai sebuah pengalaman kelak agar tidak terulang kembali. Yang terpenting adalah sekarang aku sedang menunggu hasil jerih payah kami jadi nyata. Yaa ... dalam beberapa hari lagi, hasil jerih payah kami tersebar dan dibaca oleh masyarakat di seluruh penjuru kampus. Aaah ... aku jadi tidak sabar melihatnya. Oh iya, satu lagi yang membuatku tidak sabar. Tampilan baru surat kabar kami yang jelas akan terlihat berbeda dari segi ukuran dan kertas. So?? Let see the differences hehehe ...

Jurnalisme Tidak Memihak Tidak Mencela

Jurnalisme adalah sebuah wadah ideal bagi manusia. Manusia ideal adalah jurnalisme. Ia tidak berpihak selain pada kepentingan publik. Ia tidak mencela tapi hanya memaparkan apa yang ada. Ia tidak pernah punya rasa benci apalagi menyebar kebencian. Ia memberikan solusi bagaimana seharusnya dan mengkoreksi dengan kata solusi. Meski ia tidak pernah bicara, ia selalu memberi penjelasan tentang maasalah. Ia tak pernah berbohong karena ia tidak pernah bicara. Ia hanya otak yang punya nilai juang. Ia hanya konsep yang mengarahkan.



Tulisan ini ditulis tangan di sebuah kertas bekas oleh entah siapa. Saya menemukan ini di sekret korankampus, dan hanya ingin mengabadikannya. Untuk siapapun yang menulis ini, saya mohon izin menuliskannya dalam laman pribadi saya. Terima kasih. 

Being A "Jurnalis Kampus"

Konferensi Pers dengan Prabowo Subianto di ruang sidang gedung rektorat
Kunjungan Prabowo ke IPB jumat (28/2) lalu memberikan sebuah pengalaman baru lagi buat gue. Profesi gue sebagai seorang reporter di kampus atau istilah sangarnya wartawan kampus memberikan kesempatan dan peluang yang cukup bagus bertemu dengan orang-orang penting (dengan mudahnya). Jarang-jarang kan mahasiswa (biasa) bisa bertemu dengan orang penting dengan mudahnya. Kalo bukan dari kalangan eksekutif, aktivis, atau kalangan orang-orang yang memang kerjaannya bertemu orang penting, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang penting, petinggi kampus bahkan negeri hanya sedikit.

Prabowo sesaat sebelum meninggalkan IPB di lapangan sepakbola gymnasium
Profesi gue sebagai seorang reporter ini memberikan kesempatan yang sama tingginya dengan seorang eksekutif (presma) atau aktivis kampus. Mungkin bahkan bisa lebih tinggi. Bisa bertemu, wawancara, memotret dari jarak yang cukup dekat, atau mungkin bahkan berkenalan dengan para petinggi tersebut itu sesuatu hal yang menurut gue (sebagai mahasiswa) itu "WAAAH" banget. Dengan kata lain gue beruntung jadi seorang reporter. Yaa, contohnya aja waktu kunjungan Prabowo ke IPB. Gue bisa melihat beliau dengan jarak hanya beberapa meter, berada dalam satu ruangan bersama beliau dengan beberapa media nasional lainnya. Ini kedua/ketiga kalinya gue bekerja berdampingan dengan media nasional. Kali pertama itu saat gue meliput aksi di gedung KPK. Jujur, ini suatu kebanggaan tersendiri buat gue. Gue mencoba buat nggak naif yaa .. Nggak cuma itu, di kunjungan Prabowo kemarin gue juga sempat bersalaman dengan beliau. Walaupun gue seorang reporter, di sisi lain gue juga seorang mahasiswa (biasa), yang seneng bisa bertemu dengan 'orang penting'. Yang jelas saat gue jadi seorang reporter yaa gue harus profesional. 

Sebelumnya gue juga pernah bertemu dengan Julian Aldrin Pasha, seorang Jubir Presiden, saat Presiden SBY berkunjung ke IPB. Gue bertugas untuk meliput beliau, sedangkan beberapa kru lain meliput orasi ilmiah SBY di GWW dan meliput kedatangan beberapa menteri di Gedung Rektorat. Lagi-lagi kesempatan emas buat bertemu dengan 'orang penting'. Walaupun saat bertemu beliau gue nggak sempet wawancara, karena beliau juga terburu-buru. Yaa ... kapan lagi coba bisa bertemu dengan 'orang penting'. Well, keinginan gue jadi reporter yaa nggak lepas dari yang gue ceritain ini, selain ketemu dengan 'orang penting' (dengan mudah tapi kadang juga susah), bisa jalan-jalan (gratis). Untuk saat ini buat liputan jalan-jalan dan gratis itu masih belum kesampaian siih. Tapi buata ukuran mahasiswa, bertemu 'orang penting' itu udah amat sangat cukup banget kok. Kapan lagi lo bisa wawancara/ngobrol sama presma, sama orang-orang di rektorat, sama rektor dan wakil rektor. Selain bisa bertemu dengan mereka tentunya ada info dan ilmu baru yang bisa lo dapetin. Itu alasan kenapa gue memilih jadi seorang reporter di Koran Kampus IPB. Hahahahaha.. 

Oh iya satu lagi, gue wawancara atau bertemu dengan 'orang-orang penting' itu nggak sendirian kok. Selalu ada partner yang setia menemani hahaha. Dia adalah INEM. Entah kebetulan atau apa, tiap kali ada kegiatan meliput mereka gue selalu berdua dengan partner gue itu. Meliput aksi, meliput jubir, meliput Prabowo, selalu meliput bareng ine. Cuma satu yang belum kesampaian niih, sebagai seorang wartawan kampus belum lengkap rasanya kalo belum meliput atau wawancara petinggi di IPB alias Pak Rektor. Istilahnya gue udah ketemu banyak orang luar tapi belum pernah ketemu dengan beliau. Padahal waktu kunjungan Prabowo itu ada beliau, tapi yaudah sekedar lalu aja, belum berbicara secara langsung gitu. Hehehe ... Hmm gapapa pasti ada jalan dan kesempatan untuk wawancara langsung dengan beliau. Another dreams gue niih. Firasat gue siih, nggak lama lagi gue bisa melakukan itu, doakan saja yaa hehehehe...

Yaa itu tadi sedikit pengalaman gue menjadi seorang jurnalis kampus. Thats why I love my job, I love being a journalist, being a reporter, yang membuat gue terkadang bukan menjadi mahasiswa biasa. Tapi juga kadang gue sedikit minder ketika gue belum bisa menerapkan kejurnalisan gue dengan baik dan benar. Thanks buat KORPUS yang membesarkan gue, yang memberi gue banyak pengalaman dan pembelajaran baik dari organisasi itu sendiri atau pengalaman dan pembelajaran sebagai seorang reporter. Terus mencetak orang-orang hebat yaa pusss... :p ;D

Random post on February

Haii ...

Sudah dua minggu lebih dua hari gue nggak nulis di blog lagi. Karena kesibukan pun tak ada kabar atau hal-hal yang bisa menjadi bahan untuk menulis di blog. Seminggu masa perkuliahan sudah gue jalani dengan cukup mulus. Semangat yang masih terbilang baru karena baru saja di smi selama liburan masih cukup jadi stok selama bulan ini. Yaa harapannya siih nggak cuma bulan ini doang tapi bisa sampai akhir semester genap ini.

Oh iyaa, gue resmi jadi mahasiswa tingkat dua semester genap. Dan dalam beberapa bulan lagi (yang begitu cepat rasanya) gue akan memasuki zona mahasiswa senior tingkat tiga. God!! Ini terlalu cepat berlalu. Antara siap dan nggak siap tapi harus siap. Menyebalkan. Masa muda sebentar lagi habis broo. Jangan sampai disia-siakan, nikmati sambil berjuang untuk hidup yang lebih baik.

Well.. postingan gue kali ini emang random banget nget nget karena emang nggak tau harus nulis apa, cerita apa. Ada siih beberapa hal yang bisa diceritain, tapiii gitu deeh hahaha.. Semalem gue udah mulai rapat redaksi lagi buat koran edisi 49. Begadang semalam suntuk mencari berita yang pas untuk dimuat. Brainstorming tapi nggak kerasa brainstormingnya.. Eeeh ralat, ide berita alias tema udah ada, tinggal uji kelayakan dan view yang pas untuk dimuat.. Yaah semoga koran edisi kali ini berjalan lancar, no ngaret. Biar tepat waktu sesuai timeline yang udah dibuat. Nggak cuma itu, tapi isi beritanya juga mantep.

Amiiiin...

[Late Post] Kenangan 2013 Part 1 - Aksi 15 Tahun Reformasi

Aksi 15 Tahun Reformasi

Aksi 15 Tahun Reformasi
21 Mei 2013, Pertama kali terjun ke lapang untuk meliput aksi. Aksi yang cukup besar karena mengusung tema 15 tahun reformasi dan menuntut janji Abraham Samad, Ketua KPK beberapa tahun yang lalu. Aksi ini dilakukan BEM SI, diantaranya IPB, UGM, UNPAD, UIN, UNJ, UnTaz dan beberapa universitas lain. Berlokasi di gedung KPK mereka melakukan aksinya. Saat rombongan dari IPB datang, ternyata sudah banyak massa yang sedang berorasi di depan gedung tersebut. Gue sama Ine deg-degan sekaligus seneng dapet 'job' ini. Karena emang ini pertama kalinya gue ikut aksi, eeh bukan ikut terlibat dalam aksi tapi menurut gue hal yang lebih kece lagi yaitu LIPUTAN jalannya aksi itu. Di sana nggak cuma mahasiswa dan polisi tapi juga ada beberapa media besar yang ikut meliput. Gue sama Ine makin seneng aja, karena berasa jadi Jurnalis beneran hahaha. Trus selama ini bukan jurnalis beneran doong? Bukan gitu maksudnya tapi gimana yaa.. feelnya lebih beda aja gituu heheheee... 

Di sana gue melihat beberapa pemandangan yang unik. Ada beberapa bocah pemulung berada di sekitar gedung KPK dan mahasiswa yang lagi aksi. Mereka main di selokan dan mengumpulkan sampah. Agak miris melihatnya. Di tengah aksi menuntut janji korupsi ada 'mereka' dan menghiraukan mereka. Entah terbersit di pikiran gue, kenapa mereka (yang aksi) mau capek-capek panas-panasan, teriak-teriak cuma buat menuntut janji yang menurut gue KPK udah berusaha semaksimal mungkin buat mengurus segala bentuk korupsi di negeri ini. Kenapa mereka nggak langsung terjun ke masyarakat, membantu mereka. Langkah terlihat lebih nyata kan daripada teriak-teriak kayak gitu. Mending kalo didengerin sama 'Petinggi' lhaa kalo nggak kan yaa sama aja buang-buang tenaga. Walaupun ada yang bilang "Nggak ada yang sia-sia". Trus fenomena satu lagi, ada mahasiswa dari salah satu universitas yang ikut aksi juga. Tapi ini bukan mahasiswa biasa. Menurut gue dia mahasiswa yang cukup luar biasa. Karena dari kekurangan tubuhnya dia masih bisa ikut aksi di KPK dan dia juga bilang ini bukan aksi pertama yang dia ikuti. Heeraan sekaligus cukup kagum sama dia. Pas ditanya kenapa ikut aksi, dia bilang karena seneng aja. Whaat? Nggak habis pikir kenapa dia bisa seneng ikut aksi. Apa enaknya aksii?? Hanya mereka yang tau ...

Tapi setelah liputan ini, gue sama Ine jadi doyan buat ngeliput aksi... sekali lagi yaa buat liputan bukan buat ikutan aksi. :p

Naah gambar di bawah ini beberapa gambar saat aksi. Ada foto mahasiswa luar biasa tadi dan foto anak jalanannya juga kalo kalian nggak percaya hehehe :)

kondisi aksi
gue sebelum ngeliput aksi 15 tahun reformasi
partner gue (ine)
kondisi aksi di dean gedung KPK
Miris. Di tengah aksi 15 tahun reformasi masih ada 'mereka'.
Bapak polisi kece yang lagi 'jaga'
yang unik dari aksi kali ini, bisa dilihat kondisinya. Dia adalah mahasiswa unpad yang ikut aksi.
with my beloved partner :D
pakaselesai aksi
INE!

SEKIAN!

* salah satu memorable moments nggak akan terlupakan :)

What was happen in 2013?

2013 sebentar lagi berakhir. Hari demi hari udah gue lalui, ada yang flat ada juga pastinya yang istimewa iyaa kan? Yang flat maupun yang istimewa itu akan menjadi kenangan tersendiri buat gue yang tersimpan di pikiran atau hati gue. Walaupun ingatan gue semakin lama bukan semakin tajam malah semakin tumpul inii, tapi ada beberapa hal yang masih gue inget. Inilah Kenangan indah versi gue:

1. Gue ngeliput aksi bareng partner gue sekaligus sahabat gue di KPK. Setelah dinyatakan lulus dan menjadi anggota korpus, langsung ngeliput aksi. Ini kece menurut gue hahaha karena gue juga ketemu sama beberapa orang hmm...
2. Berhasil dapet presscard dan baju lapang koran kampus. Setelah beberapa bulan dapet pelatihan-pelatihan tentang jurnalisitik.
3. Aaah gue mendapat reward "Tersekret" waktu makrab korpus. Ini unik.
4. Gue ke PANTAI!! Akhirnyaaaa yaa.... Yup, gue ikut acara Kemah Riset (KERIS) yang diadain sama Bem Fema. Keris kali ini diadain di Pantai Ujung Genteng.
5. Magang Retro (bem) yang bikin gue makin tertarik, padahal awalnya nggak.
6. Kelompok Komunikasi Bisnis gue (Si Oentjal) menang 2 kategori di Communication Day. It's AWESOME!
7. Hmm Alhamdulillah dapet amanah di korpus.
8. Beberapa hari lalu gue meliput diskusi mahasiswa bareng Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha. #WhatAMoment
9. Punya "keluarga" baru korpus 9, keluarga besar korpus ipb dan ISDC :)
9. The last and the best gue menemukan orang-orang yang berharga buat gue, merekaa (Ine, Rona, Hafizh, dan Masjaw).

Arigatou Gozaimasu for all the momen you give to me :)
Terima kasih sebesar-besarnya gue ucapkan dan gue tujukan untuk Koran Kampus IPB (ku tercintah). Karena sebagian besar kenangan terindah gue itu yaaa karena Korpus IPB :D

Teruntuk Kamu yang 'Menghilang'

"Karena pintu 'rumah' kita selalu terbuka untuk kamu yang ingin, akan, atau bahkan kembali pulang :)"
"Bila memang tertutup, buka saja dan kamu akan mendapati keluargamu kembali. Membiarkanmu menghilang bukan berarti melepaskanmu untuk pergi seutuhnya. Hanya saja, membebaskanmu untuk m'dapatkan sesuatu yg baru. dan aku yakin, hingga suatu saat nanti kamu akan kembali pulang. Kembali menjalankan kehidupan bersama 'keluarga'mu. Hingga sampai saat itu tiba, aku dan seluruh 'keluarga' akan menunggumu di 'rumah'. Menunggu saat kau membuka pintu 'rumah' & kembali. Karena memang hanya 'rumah' tempat kita kembali pulang (untuk saat ini)."

Akhir Bulan

Last Day on October ...
Pfiuuh ...
Bulan ini akan segera berakhir dengan tenang sepertinya. Tak ada yang tau, karena skenario kehidupan itu hanya Yang Maha Pencipta yang tahu. Benar-benar terlewati tanpa terasa sudah di penghujung bulan dan akan memasuki bulan baru. Banyak. Banyak sekali hal yang tidak terduga terjadi di bulan ini. Banyak hal-hal di luar bayangan dan di luar keinginan terjadi. Yaa bahkan terlalu banyak.

Sejak Kapan?

Sejak Kapan??
Entah sejak kapan lima makhluk ini selalu bersama. Akhir-akhir ini lebih tepatnya. Karena aktivitas yang mendukung untuk selalu bersama. Tiap pulang abis nyekret, makan selalu berlima, seringnya sih ramean sama yang lain, tapi lima orang ini hampir selalu bersama tiap malam. YAP. KNB. lima orang nista.

Awalnya cuma berdua, lalu bertiga, lalu berempat dan kemudian berlima. Entah cukup segini atau akan menambah personil baru. Yaa, dan gue beruntung bertemu dengan keempat orang nista ini. Kesamaan tipe mungkin yang membuat seperti ini. Hmm, tanpa disadari pun bila ada sesuatu hal empat orang ini yang jadi sasaran utama. Entah mau makan, nongkrong, curhat atau sekedar bertanya "Dimana??". Yup, dan itu terjadi nggak cuma gue, tapi mereka juga melakukan hal yang sama.

Malam ini gue dan orang lainnya sempat membahas ini. Sejak kapan kita kayak gini? Bingung. Karena menurut gue ini terjadi begitu saja. Nggak ada yang tau pasti sejak kapan. Hahaha yasudaah biarlah... Biarkan ini berjalan alami. Gue harap siih, bisa bertahan sampai nanti kakek nenek, dan maut memisahkan. Hmm.. ini berlaku nggak cuma buat KNB tapi buat korpus dan Korpus 9 terutama.

Ketika kau sedang tidak merindukan rumah...

Seseorang mengatakan hal ini padaku..
"Yang penting, jangan pernah merasa rumah itu asing dan inget terus lu punya tempat pulang selagi lu bisa :D."
Yaa, dia mengatakan hal itu padaku ketika aku sedang tidak ingin pulang ke rumah. Saat itu aku sedang berada di Bogor, tempat kuliahku. Entahlaaah saat itu aku hanya merasa nyaman berada di sana. Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang hampir setiap harinya berada di sekret koran kampus. Pagi atau siang sampe malem ada di sekret. Tidak melakukan apa-apa, terkadang hanya membantu mereka yang sedang mengurus tabloid edisi 46, dan kalau aku tidak salah saat itu aku sedang membantu mencari informasi mengenai UKT. Aaah aku sudah pernah membahas ini sekilas disini. Bahkan seringkali tidak ada kerjaan di sekret, tapi yaaaaaa ituu enak aja berada di sekret. Sudah seperti rumah pertama -__- sedangkan kosan menjadi rumah singgah, numpang mandi.

"Gabut siiih tapi rela bagi-bagi (?)" hhh bukan itu. Maksudnya "gabut siiih tapi enak aja gitu ngumpul, ketawa-ketiwi nggak jelas, bahas sesuatu dari yang nggak jelas sampai menyangkut tentang koran kampus kedepannya. Dari yang curcol sampai yang curhat beneran. Semua itu membuat aku nyaman sampai sampai aku tak ingin pulang ke rumah. Entahlaah rasanya lebih enak pulang ke rumah saat kau benar-benar merindukan rumah.

"Yaa seburuk-buruknya keadaan di rumah, hanya rumahlaah tempat mu kembali di dunia ini."

Setidaknyamannya dirimu dengan rumah itu hanya sementara. Karena tak ada tempat di dunia ini selain rumah, rumah sendiri tentunya. Bukan rumah tetangga, saudara, kosan, atau rumah siapapun. Rumah tempat tinggal kita bersama orang tua dan keluarga itulah tempat yang nyaman. Seperti yang dikatakan seseorang itu padaku. ".... Pulanglah selagi kamu bisa." Pulanglah selagi kamu bisa bertemu dengan kedua orang tuamu dan keluargmu. Jangan pernah lupa dengan rumahmu. Sungguh tak ada tempat senyaman rumahmu sendiri. Dan itu benar adanya. Sekarang aku menikmatinya. Yaa aku rindu Bogor, tapi aku juga sedang merasa nyaman di rumah :)


*sedikit labil, tapi itulah kenyataannya.*
"tak ada yg abadi bahkan rasa nyaman dan tempat tinggal."

I Found Them part 2 . . .

Heemm...
Sebelum masuk ke cerita inti yang bener-bener inti yang pengen gue share ke kalian, gue akan bercerita sedikit tentang 'keluarga' baru gue di kampus. Intro gitu ceritanya. Kemarin gue udah pernah ngepost tentang ISDC, jadi sekarang gue mau menceritakan tentang 'keluarga' Koran Kampus IPB.

Koran Kampus IPB adalah sebuah lembaga pers mahasiswa di IPB. Dari awal gue masuk IPB, gue udah ngincer UKM ini. Yup, korpus ini tuh termasuk salah satu UKM yang ada di kampus gue. Balik lagi yaa, gue emang pengen aja jadi seorang reporter dari dulu. Entahlah gue mikir kalo jadi seorang reporter itu enak, seru aja gitu bisa jalan-jalan (gratis) plus bisa dapetin suatu berita yang nantinya bakal dikasih tau ke masyarakat luas. Makanya, setelah gue cari informasi tentang Open Recruitman-nya gue mencoba buat ikutan. Gue kerjain semua persyaratan yang diminta. Kalo nggak salah, dulu disuruh bikin CV gitu, terus bikin sebuah tulisan karena gue seorang reporter. Beda lagi kalo Kartunis, Fotografer, Layouter, sama Perusahaan. Mereka ada tugasnya masing-masing sesuai dengan profesi mereka. Naah, setelah apply CV sama tulisannya (kalo nggak salah gue kirim lewat e-mail), gue nunggu pengumuman tuuh. Pengumuman buat wawancara ke tahap berikutnya.

Setelah beberapa hari gue nunggu, ternyata pengumuman itu dateng (lupa tanggal berapa). Gue pikir gue nggak akan lolos, ternyata gue berhasil masuk ke tahap berikutnya cooyy. Hahaha .... Seneng banget gue waktu itu, karena emang ini yang gue pengen. Btw, gue masih nyimpen capture-an smsnya lhoo hahaha.. ntar deh yaa gue share.. Naah, gue inget tuh waktu itu gue diminta dateng ke SC, ke sekretariat korpus di lantai 2. Dan pas banget momennya disaat gue mau pulang ke rumah dan itu emang udah di jalan. Karena nggak bisa diundur dan ini momen yang gue tunggu, alhasil gue balik lagi ke kampus langsung menuju sekret. Gue inget sekilas waktu itu di sekret ada seorang kakak yang lagi gambar pohon di lemari bagian samping, daaaan setelah gue telaah lebih jauh *bahasanya berat euy* ternyata dia adalah PIMUM (Pimpinan Umum) korpus gue yang sekarang. Dia adalah papah kak Tony. Oke lanjut, waktu itu gue diwawancarain sama Kak Umi. Nah, pas gue ngeliat kak Umi ini gue langsung teringat dengan sosok temen sekelas gue dulu waktu kelas 10, namanya Ambar. Asli mereka mirip banget, dan gue jadi kangen SMA seketika itu juga. Jujur waktu diwawancara gue agak gugup, tapi yaaa gue berhasil laah menjawab pertanyaan"nya. Ini juga salah satu pengalaman pertama gue diwawancarain buat gabung dalam sebuah organisasi atau UKM kayak gini.

Selesai wawancara yaa gue langsung balik ke rumah, nunggu pengumuman siapa yang lolos dari tahap wawancara itu. Ohya, dulu gue sempet mikir kalo yang diwawancara itu adalah semua yang daftar, ternyata nggak. Berkasnya itu bener-bener diseleksi dulu baru lolos ke tahap wawancara. Pas tau itu, gue cukup bangga juga hahaha... Ohya, gue juga masih ada tulisan yang gue kirim waktu daftar itu, nanti gue coba share yaaah *narsis dikit boleh kan yaah* ._.v Kalo nggak salah juga, gue masih nyimpen capture sms waktu gue lolos tahap wawancara. IYA. GUE LOLOS meeeen. Sekarang gue resmi jadi anggota korpus. Nggak deeh becanda, gue belom resmi jadi anggota korpus karena status gue dan sekitar 40 anak yang lain itu masih MAGANG. IYA, GUE ANAK MAGANG KORPUS. dan GUE REPORTER. *capslok rusak*. Isi sms nya kalo nggak salah, kita di suruh ngumpul di ruang sidang lantai 2 SC dan bawa almamater. Asli gue seneng pake banget waktu itu. Nggak nyangka aja bisa lolos ahahaha. Naah, diruangan yang cukup panas dan bau sikil itu isinya nggak cuma gue, atau yg seprofesi sama gue (reporter) tapi juga profesi yang lainnya, kayak fotografer, kartunis, layouter, sama perusahaan. Selain itu ada kakak-kakak korpus yang pasti, mereka pada pake baju lapang gitu. Dan jujur itu keliatan KEREN!! ._.v Ohya, status kita (anak baru) waktu itu jadi Magang Korpus 9. Iya, gue angkatan 9. Korpus 9. Waktu itu gue datengnya telat, lupa karena apa. Jadi gue nggak tau awalnya ngapain. Pokoknya waktu itu lagi ngejelasin semacam proker (progam kerja) yang bakal kita (anak magang) kerjain. Hmm kalo nggak salah yang ngejelasin waktu itu kak Farid, dari angkatan 6 (yg udah mau lengser). Abis ngejelasin itu, kita disuruh perkenalan dengan format Nama_Profesi_no.hp (ini seriusan) tapi bukan via sms yaa, langsung ngomong. Dan gue inget banget waktu itu yang duduk di sebelah gue si Icat sama Agam, trus dateng kak Adnin (ang.48 makanya gue panggil kak) tapi awalnya gue ngira dia ang.49 karena hhmmm masiih imut gitu. *oke agak nggak rela ngomong itu, tapi itu faktanya* -___- Ohya, dan karena gue telat, gue dapet tempat yang paling eksklusif, iya gue duduk di depan pake banget. *ini agak nggak penting sih, tapi yaudahlah yaa suka-suka gue hahaha*

Terus, yang gue inget lagi di hari itu yang jadi MCnya kak Pristy yang juga jadi MC MPKMB 49. Suaranya emang khas banget deeeh, cocok buat nge-MC hehehe.Trus, ada kakak-kakak rambut kriting, yang mereka sebut dengan nama Saun, iya kak Saun (Shaun the sheep). Entah apa alasan mereka manggil dia dengan nama Saun, mungkin rambutnya kiting-kiting kayak kulit domba kali yaa, jadi ngingetin mereka sama Shaun the sheep. *hehehe peace kak ._.v* Nama aslinya sih bukan Saun laah yang jelas, namanya itu Fadhli Sofyan, dan itu jauh dari kata Saun. Trus ada kak Azka (tentor gue di tahap remaja (magang)), ada kak David, kak Dewi, kak Umi, Masjaw, dll. Gue lupa siapa aja. Ohiya mereka itu kebanyakan dari korpus 8, ada korpus 7 nya si Masjaw, sama korpus 6 kak Wilaga sama kak Farid. Naah, korpus 9 nya sendiri yang gue inget selain yg gue sebutin tadi, ada Nanas, Pucil, Rifaldi, Asad, Ina, Karin, Nara, Fara, Fardin, dll. *Ceritanya waktu itu gue nggak apal orangnya, jadi ini yang gue apal dan gue tau* Pokoknya abis acara perkenalan itu, kita disuruh ke bawah, pake almamater, buat foto angkatan gitu deeeh... Naah, pas foto itu tiba-tiba dateng satu kakak korpus lagi namanya kak Lukman, dia korpus 8. dan ternyata dia lagi ulang tahun, entah hari itu atau hari sebelumnya, pokoknya pas dia dateng kakak-kakak yang lain pada ngucapin ulang tahun gituu..

Sekian deeh, cerita awal mula bersama korpus. Ini kejadian udah dari semester 1 yang lalu, tapi baru bisa gue 'abadikan' melalui tulisan ini sekarang. Telat? iya telat banget siih emang, tapi nggak ada tuh kata terlambat untuk mengabadikan kenangan bersama 'keluarga baru'. Oh iya satu hal lagi kata-kata yang gue inget dari kak Pristy kalo nggak salah, hemm gue lupa detailnya kayak gimana tapi yang jelas, kurang lebihnya dia bilang gini;
"Kita ini di sini sebagai sebuah KELUARGA. Selamat datang di keluarga koran kampus IPB......."
Yup, kata-kata Keluarga disitu berhasil menghipnotis gue. oke, bukan hipnotis kayaknya, kurang tepat kata-kata itu. Yang jelas, kata-kata itu udah kayak sihir buat gue, yang bikin gue teringat sama salah satu ekstrakulikuler gue waktu di SMA. Dan hari itu juga, gue udah berkomitmen, apapun yang terjadi, gue akan mencoba bertahan sampe gue bener-bener menjadi bagian dari keluarga korpus secara resmi, menjadi anggota, jadi reporter korpus secara resmi tanpa embel-embel kata magang di depannya. Gue juga akan berusaha sebisa mungkin buat menjaga keluarga korpus 9 ini utuh, walaupun gue tau itu emang susah.

And, HERE I AM. NOW, I AM A REPORTER of KORAN KAMPUS IPB ang. 9. Dan gue BANGGA menjadi bagian dari mereka. Walaupun, keluarga gue yang awal itu nggak utuh, sekarang tersisa hampir setengahnya, makanya gue akan menjaga keluarga gue ini biar tetep eksis, kompak, daan... yaaah Together Forever deeh pokoknya.

Yaa, ini baru awal cerita gue sama korpus. Masih ada cerita-cerita lain yang akan segera gue abadikan melalui coretan-coretan di dunia maya ini. Sekian, tunggu coretan yang selanjutnya yaah hahaha *berasa banyak yang baca*.

ARIGATOU. DANKE. THANK YOU. TERIMA KASIH. =D

Birthday Surprise ...


Ading's Birthday Cake
May 8th, 2013
Ini harusnya udah diposting sejak kapan tau, tapi karena gue baru sempetnya sekarang jadi yaudaaah mau gimana lagi hahaha..
Nah, ada yang tau ada apa di tanggal segitu? Pasti udah pada tau kalo liat dari judulnya mah, plus foto yang gue cantumin. Iya. 8 Mei 2013 itu ulang tahun temen gue yang namanya Ading. Kita (anak-anak IPBStreetDance) udah jauh-jauh hari ngerencanain buat ngasih kejutan ke dia. Sampe-sampe kita ngumpul buat ngomongin rencana ini. Ohya, ngumpulnya nggak ngajak si Ading yaa, yakali gitu ngumpul ngomongin surprise buat Ading malah ngajak orangnya kan nggak lucu...
Oke next. Sampe mana kita tadi?? Oh iya ngumpul yaa?? Iya, jadi kita ngumpul tuh buat ngomongin si Ading nanti mau diapain, konsep ngerjainnya kayak gimana, plus nagihin duit (patungan) buat beli kuenya. Daaaan... duitnya diserahin ke gue *oke ini sebenernya nggak penting tapi gapapa laah yaa* Jadi gue deeh yang kebagian tugas buat beli kuenya. Yaa, gapapa gue beli kuenya ditemenin sama Sausan kok hahaha. Waktu ngumpul duit yang terkumpul (menurut gue) masih belum cukup, masih kurang soalnya yang ngumpul juga cuma dikit. Cuma ada gue, Rafi, Solikhin, Arip (arif), Ikrom, Sausan, Citra, Nia, sama Danar. Jadinya, besoknya gue nagihin ke yang lain hahaha. Duit udah terkumpul akhirnya hari Rabu sore gue beli kue plus peralatan yang lain kayak lilin, kopi, sama tepung.
ekspresi Ading terlihat sangat bahagia
Biasaaa, kopi sama tepungnya tuuh buat disiramin ke Ading. hahahhaha *ketawa puas*. Baru deeh, pulang dari situ, gue sama Sausan siap-siap dulu, sholat dsb baru nyiapin barang-barang yang mau dikasihin ke Ading. Termasuk 'adonan' buat disiramin ke Ading tadi. Kalo dibilang dadakan nggak juga, tapi dadakan juga iya. Karena kita nyiapin segala sesuatunya itu di hari H-nya, cuma konsepnya doang yang nggak di hari H -__-. Abis sholat, gue sama Sausan langsung nyiapin adonan yang tadi kita beli, terus bikin tulisan semacam kartu ucapan gitu. Kita ngerjainnya agak nyantai gitu, soalnya sengaja biar ditelat-telatin, biar Adingnya bete. (Ini salah satu konsepnya). Oke, kita udah ngaret hampir setengah jam dari waktu yang ditentukan, atau bahkan lebih yaa?? pokoknya kira-kira segitu deeh. Makin lama karena ada sedikit miss-communication sama pihak yang udah nungguin di GWW. Kita (Gue, Sausan, Citra, Danar) langsung buru-buru dateng ke lokasi.

Daaaaaaaaaaaan..................................................
BAM! BAM! BAM! *lha kok?* 

~ Happy Birthday Adiiiiiiing ~

Kita dateng membelakangi Ading, dan menyanyikan lagu kebangsaan 'Happy Birthday' buat Ading. Yaak, ekspresinya Ading kurang lebih kayak gambar di atas tuuh. Seneng campur kaget. Nggak bete. *iyalaah dikasih surprise kok malah bete* yaa maksud gue, gue pikir Adingnya bete karena telat banget, nggak taunya dia nggak bete, malah yang bete si Rafi -__-. Oke skiip...
Lanjut deeh ke acara tiup lilin plus potong kuenya. Naah, gambar yang di sebelah ini dari Citra, dia yang bikin. Acara potong kuenya juga bisa liat di gambar yang bawah tuuh. Udah pada kelaperan nggak sabar nyicipin kuenya hahaha...


Ading sama si ketua ISDC (Rafi)
Bara, Ibnu, Pibra, Ading, Solikhin, Arip
Kue pertama kata Ading buat Rafi yang mempersatukan kita semua. Aiiiih sweet yaah. Setelah pemberian kue pertama itu.... yup, kita semua menyerbu kue-nya hahaha.. puas makan-makan, kuenya masih sisa 2 biji kalo nggak salah. Pengen ngambil tapi nggak jadi, bukan. bukan karena jaim mau ngambil lagi, tapi perut gue udah penuh, ntar gue mual lagi *oke ini nggak penting*. Jadi karena ada sisa kue itu timbullah kebiasaan jail nan iseng gue hahahaha *ketawa jahat*. Di kue itu kan ada krim putih-putih tuuh, yaudah krim putihnya gue colek, dan . . . . . . BAM!! *oke bunyinya nggak gitu juga* *ketularan ading sering ngomong BAM!* krimnya mendarat di pipi Ading sama Arip (Arif) hahahaha gue puas. Ading pasrah aja, bener-bener pasrah, tapi nggak buat Arip. Arip malah iku-ikutan ngambil krimnya, dan dia berusaha buat kasih krimnya ke muka gue. Awalnya gue bisa menghindar, tapiiii.......... yup. Ujung-ujungnya gue juga kena -___- mana krim yang kena ke muka gue banyak banget lagi. asemlaaaah emang tuh orang -__- padahal kan gue nggak mau kena, soalnya ada ngumpul korpus, malah dikenain segitu banyak -__-. Oke. Kejailan dan keisengan gue nggak berenti sampe situ aja. Gue mencari mangsa lain, dan gue dapet hahahaha. Solikhin, Citra, Malika, Danar sama Ibnu kalo nggak salah kena krimnya hahaha. Tapi sayang, gue gagal colekin krimnya ke muka Rafi sama Pibra. Mereka berhasil kabur. zzzzzzz.....
Yap, bosen main colek-colekan krim, gue beralih ke keisengan lain hahaha. Sekali lagi gue sama Sausan, dan Citra mau ngasih kejutan buat Ading. Mungkin kalian bisa nebak apa itu, karena biasalaah kalo ultah kan dikerjainnya yang begitu itu... Lanjuuuut!!!
Sausan nyuruh Ading buat jungkir balik di rumput. Dan sekali lagi Adingnya mau aja diajakin jungkir balik di rumput. Mungkin dia emang bener-bener pasrah bakal dikerjain kayak gini hehehe ._.v Selagi dia bersiap-siap buat jungkir balik, gue sama yang lainnya nyiapin bahan-bahan yang tadi udah kita beli (tepung sama kopi). Daaaan.................................... BYUUUUURRR!!! *bukan BAM lagi bosen* Air kopi+ tepung dari tangan-tangan mendarat di badan Ading. Bau kopinya semerbak banget cuy.. tiga botol aqua kecil isi air kopi itu bikin baju Ading basah kuyub. Yaa, lo tau sendiri kalo misal udah main siram-siraman kayak gini, nggak cuma yang ulang tahun yang kena siram, yang nyiramin si ulang tahun juga kena siram. Untungnya siih cuma tepung, soalnya air kopinya udah abis. Tapi yaa tetep aja... kotor -__-. Sialnya, ada yang nggak kena siraman tepung, dia adalah RAFI. Dia kabur, katanya siih ada perlu dan udah ditungguin. Iya emang ada perlu dan ditungguin, ditungguin sama wanita berkerudung pink yang sekarang resmi jadi ceweknya. *oke kenapa jadi bahas ini* *balik lagi ke topik* Si Pibra sama Bara juga awalnya masih bersih banget, nggak kena krim sama tepung, tapi pas mau prosesi pembubaran ISDC Sausan berhasil bikin dia putih-putih kena tepung hahahha. Sampe-sampe tepungnya kena matanya, dan dia agak bete. Udah deeh kita bubar, beres-beresin yang tadi sempet kita bikin kotor. Satu hal yang ketinggalan padahal udah dibilangin. anak cowoknya lupa bawa baju buat Ading. Kan kasian si Ading basah-basahan pulang ke rumahnya, tapi untungnya dia bawa baju. Jadi, seenggaknya ada baju ganti...
Oke kita semua pada pulang, Ading, Pibra, Ibnu sama Bara pulang ke rumah masing-masing. Sisanya pulang ke asrama masing-masing. Kecuali gue, gue masih ada ngumpul korpus. Iya, gue harus ngumpul korpus karena waktu itu lagi rapat, jadi mau nggak mau harus dateng dengan keadaan gue yang berantakan. Betewe yang mau liat mukanya Ading yang abis kena siram, ada di gambar di bawah ini. oke?? hohohohho :D

Sausan dan yang lagi ultah (Ading)

Dede bungsu (Citra) sama Ading

gue dan Ading
All of us (kecuali Bara)


Nyampe di SC, gue langsung menuju sekret koran kampus tercintah gue. Pas nyampe ada kak Azka yang lagi di luar, dan gue juga ngeliat Masjaw dan Kak Jihad yang lagi entah kemana. Trus kak Azka nyuruh gue masuk ke ruangan buat ngambil tasnya kak Azka. Kata kak Azka, mbak Ligar lagi ulang tahun. Whaaat??!! Ultah?? Agaiin?? Hmm.. okee. Pas gue dateng beberapa orang ngeliatin gue heran. Udah gue duga, gue rasa karena gue berantakan banget. Abis ngambil tasnya gue keluar lagi, ngasih tasnya ke kak Azka. Di dalem tasnya udah ada kue buat mbak Ligar. Naah, ternyata Masjaw sama kak Jihad tadi lagi ke bawah buat minjem korek. Nggak lama kemudian, mereka dateng bawa korek. Dan dinyalain deeh lilinnya. Dan seperti yang kalian liat di foto, gue yang bawain kuenya.

HAPPY BIRTHDAY MBAK LIGAR!!!!!!!

Mbak Ligar terharu dengan kedatangan gue dengan membawa sebuah kue ulang tahun. Kata mbak Ligar "Seumur-umur baru hari ini gue dapet kue 2, dan ini lagi yang bawa kuenya si Rezky. Makasiih yaa.." Yaa, gue cuma cengar-cengir sambil bilang "sama-sama". Hemm,, padahal kan itu bukan ide gue, itu idenya entah siapa. Gue hanya kebetulan tiba-tiba datang disaat yang menurut gue tepat, dan akhirnya gue juga yang bawa kuenya ._. Jadi hari itu ada dua orang yang ulang tahun, dua kali ngasih surprise, yang satu sengaja gue kasih surprise dengan segala konsep yang ada, yang kedua tanpa sengaja. Dan hari itu rapat sambil makan kue ultahnya mbak ligar. Rapat tetep berjalan cooy...

WHAT A SURPRISE DAY!!! emang bener-bener harinya ngasih kejutan kayaknya yaa hahaha. Buat yang ulang tahun, semoga semakin bertambah umurnya, semakin pula bertambah kedewasaannya, sehat selalu, dan sukses di dunia maupun di akhirat deeh pokoknya.

sekali lagi.. HAPPY BIRTHDAY!!!
Dan hari Rabu, 8 Mei 2013 berakhir sudah. Saya kembali ke asrama, tiduuuuuuuuuur....