Its almost a year. Yaa sudah hampir satu tahun usiaku berada dalam kepengurusan ini. Sudah hampir satu tahun dan aku masih merasa belum memberikan yang terbaik dan belum mendapat sesuatu. Hmm bukan. Bukan belum mendapat sesuatu. Tentu aku mendapat banyak hal dari organisasi ini mulai dari pelajaran mengenai jurnalistik sampai pelajaran hidup, sikap dan perilaku terutama. Bahkan kena marah, kritik dll sudah menjadi hal yang biasa buatku karena aku yang terlalu 'pintar'. Juga terkadang tangispun turut memberi warna dalam satu tahun kepengurusan ini. Namun tetap saja walaupun aku sudah menerima banyak hal aku merasa aku belum mengubah diriku menjadi orang yang lebih baik lagi. Yaa mungkin kata yang tepat untuk mengganti 'belum mendapat sesuatu' adalah belum menjadi yang terbaik, belum berubah sepenuhnya, belum ada perubahan yang signifikan. Masih menjadi Rezky yang teledor, ceroboh dll.
Terima kasih sudah memberikan banyak pelajaran dan juga pengalaman. Semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk organisasi ini. Amiiin ....
Muhammad Fahmi Alby (Masjaw)
Aku menghitung
Sudah 1460 malam
Aku tidur di sekretmu
Aku mengikat mimpi-mimpi
Merapal kata demi kata
Berapa banyak lagi
Sudah. Aku lelah membual
Kututup jendelamu, dingin.
Laba-laba berputar, memintal rumahnya
Di pintu yang kubolak balik setiap hari
Karpet kumal tua yang setia
Tak lelahkah engkau
Sudah sejauh ini kita
Lalu untuk apa lagi
Letih tidak kunjung ada
Aku patuh. Aku tidak bisa lagi
Semua hawamu adalah personaku
Aku tidak taat pula dengan deadline
Aku binal. Aku bengal padamu
Semua cerita tentang jurnalis itu omong kosong
Kau masih menghardikku
Dosa. Bualan. Sumpah serapahmu.
Aku sudah yakin
Aku bukan jurnalis yang kau minta
Aku hanya pengelana di ketiak senjamu
Dan pelanggan setia telur goreng pak Imam
Malam minggu nge-date? Biasa (buat yang punya pasangan) ... Malam minggu gabut? Biasa juga ... (buat yang jomblo). Malam minggu nugas? Biasa ... (buat akademisi, deadliner sejati). Malam minggu rapat? Biasa .... (buat mereka yang sibuk kepanitiaan). Kalo malam minggu rared? Bbbeeeeeh ..... biasa juga (buat para kuli tinta dan kuli grafis kampus) hahahaha. Sebenernya sungguh sangat luar biasa mengingat para kuli tinta dan kuli grafis kebanyakan masih single, sekalipun udah double tetep merelakan malam minggunya terenggut untuk rapat redaksi ini.
Rapat redaksi (rared) buat kami para kuli tinta dan kuli grafis adalah hal yang wajar, sudah menjadi kebiasaan namun tetap sakral. Sakral terutama bagi kru yang masih muda, yang baru saja bergabung dalam keluarga ini. Rapat biasanya dimulai malam hari sekitar pukul 7 malam dan berakhir keesokan harinya (dini hari pukul 3-5 pagi biasanya). Proses rapat ini jelas berbeda dengan rapat (kepanitiaan atau organisasi) pada umumnya, menurutku. Mengapa? Dilihat dari segi waktu saja sudah berbeda. Rared menyita waktu luang dan relatif lebih lama dan biasanya dilakukan pada waktu malam hingga dini hari. Karena pada saat siang atau sore hari kami memiliki kesibukan masing-masing. Jadi, mau tidak mau aktifitas malam hari kami relakan demi rared. Rared juga menjadi salah satu kegiatan yang aku tunggu-tunggu. Karena entah kenapa waktu pertama kali merasakan rapat redaksi ada satu hal tersendiri yang membuatku menarik.
Rapat redaksi ini kami lakukan setiap menjelang periode terbit. Gunanya untuk menyusun berita atau topik apa saja yang akan dimuat dalam tabloid. Seperti yang pernah aku ceritain di post ini -->
Menunggu Cetak. Sebelum rared biasanya kami melakukan brainstorming atau yang biasa kami sebut pra-rared yakni penentuan ide-ide atau topik berita apa saja yang dapat dimuat dalam berita. Setelah ide tersebut terkumpul, kemudian diklasifikasikan sesuai jenis berita atau rubrik. Kemudian dibawa dalam rapat redaksi, penetuan view, narasumber, dan artistiknya. Dan akhirnya bergerilya mencari berita, menulis dan kemudian cetak. :)
Sudah sekitar dua bulan lebih lamanya menanti dan bekerja keras. Bertemu dengan narasumber yang akan menghiasi setiap lembar di halaman surat kabar kampus. Setelah jerih payah itu, nyatanya tabloid kami mundur terbit. Namun perjuangan itu tak henti sampai di situ. Kami masih berupaya untuk memperjuangkan "harta" kami untuk naik cetak. Kita mulai dari awal lagi. Rapat redaksi, proses bertemu narasumber, proses penulisan, proses peng-editan tulisan, kemudian masuk proses yang terakhir- finishing yang merupakan pekerjaan para kuli vektor aka layouter. Dan yang paling terakhir adalah cetak.
Saat ini aku sedang menanti hal yang paling terakhir itu. Menunggu hasil jerih payah kami (seluruh kru) dinikmati oleh khalayak kampus. Saat "pulang" ke sekret dan menemukan tumpukan koran yang baru saja dicetak menumbuhkan rasa kepuasan tersendiri. Apalagi setelah melewati proses yang cukup lama itu. Kalo orang bilang namanya "prestice" atau kebanggaan tersendiri setelah melihat hasil liputan, hasil foto, kartun, iinfografis dll terpampang di sebuah media cetak. Walaupun memang masih dalam skala kecil, ukuran kampus. Tapi jelas tetap menimbulkan rasa bangga, haru, senang.
Pernah sempat aku menangis gara-gara hal ini. Bukan. Bukan karena berhasil naik cetak justru kalau hal itu terjadi aku senang bukan kepalang. Lantas? Aku menangis karena yang terjadi adalah hal sebaliknya. Sedih sekaligus sakit hati mungkin rasanya membayangkan hasil jerih payah ku dan yang lainnya sia-sia saja. Air mata itu tiba-tiba saja keluar tanpa mau berhenti, padahal sudah kucoba untuk tetap santai. Tapi kekecewaan yang cukup mendalam ternyata tak mampu membendung tangis. Tak ada bantahan yang keluar dari mulut kami ketika mendengar kabar tersebut. Yang ada hanya rasa bersalah, shock dan kecewa. Begitu pun hal yang sama terjadi padaku. Setelah beberapa hari sejak kejadian itu, aku berpikir kenapa dulu aku tak membantah dan tetap bersih keukeuh untuk membuat hasil jerih payah kami jadi nyata.
Aah, sudahlah yang lalu biarlah berlalu. Jadikan hal itu sebagai sebuah pengalaman kelak agar tidak terulang kembali. Yang terpenting adalah sekarang aku sedang menunggu hasil jerih payah kami jadi nyata. Yaa ... dalam beberapa hari lagi, hasil jerih payah kami tersebar dan dibaca oleh masyarakat di seluruh penjuru kampus. Aaah ... aku jadi tidak sabar melihatnya. Oh iya, satu lagi yang membuatku tidak sabar. Tampilan baru surat kabar kami yang jelas akan terlihat berbeda dari segi ukuran dan kertas. So?? Let see the differences hehehe ...
Jurnalisme adalah sebuah wadah ideal bagi manusia. Manusia ideal adalah jurnalisme. Ia tidak berpihak selain pada kepentingan publik. Ia tidak mencela tapi hanya memaparkan apa yang ada. Ia tidak pernah punya rasa benci apalagi menyebar kebencian. Ia memberikan solusi bagaimana seharusnya dan mengkoreksi dengan kata solusi. Meski ia tidak pernah bicara, ia selalu memberi penjelasan tentang maasalah. Ia tak pernah berbohong karena ia tidak pernah bicara. Ia hanya otak yang punya nilai juang. Ia hanya konsep yang mengarahkan.
Tulisan ini ditulis tangan di sebuah kertas bekas oleh entah siapa. Saya menemukan ini di sekret korankampus, dan hanya ingin mengabadikannya. Untuk siapapun yang menulis ini, saya mohon izin menuliskannya dalam laman pribadi saya. Terima kasih.
 |
| Konferensi Pers dengan Prabowo Subianto di ruang sidang gedung rektorat |
Kunjungan Prabowo ke IPB jumat (28/2) lalu memberikan sebuah pengalaman baru lagi buat gue. Profesi gue sebagai seorang reporter di kampus atau istilah sangarnya wartawan kampus memberikan kesempatan dan peluang yang cukup bagus bertemu dengan orang-orang penting (dengan mudahnya). Jarang-jarang kan mahasiswa
(biasa) bisa bertemu dengan orang penting dengan mudahnya. Kalo bukan dari kalangan eksekutif, aktivis, atau kalangan orang-orang yang memang kerjaannya bertemu orang penting, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang penting, petinggi kampus bahkan negeri hanya sedikit.
 |
| Prabowo sesaat sebelum meninggalkan IPB di lapangan sepakbola gymnasium |
Profesi gue sebagai seorang reporter ini memberikan kesempatan yang sama tingginya dengan seorang eksekutif (presma) atau aktivis kampus. Mungkin bahkan bisa lebih tinggi. Bisa bertemu, wawancara, memotret dari jarak yang cukup dekat, atau mungkin bahkan berkenalan dengan para petinggi tersebut itu sesuatu hal yang menurut gue (sebagai mahasiswa) itu "WAAAH" banget. Dengan kata lain gue beruntung jadi seorang reporter. Yaa, contohnya aja waktu kunjungan Prabowo ke IPB. Gue bisa melihat beliau dengan jarak hanya beberapa meter, berada dalam satu ruangan bersama beliau dengan beberapa media nasional lainnya. Ini kedua/ketiga kalinya gue bekerja berdampingan dengan media nasional. Kali pertama itu saat gue meliput aksi di gedung KPK. Jujur, ini suatu kebanggaan tersendiri buat gue. Gue mencoba buat nggak naif yaa .. Nggak cuma itu, di kunjungan Prabowo kemarin gue juga sempat bersalaman dengan beliau. Walaupun gue seorang reporter, di sisi lain gue juga seorang mahasiswa (biasa), yang seneng bisa bertemu dengan 'orang penting'. Yang jelas saat gue jadi seorang reporter yaa gue harus profesional.
Sebelumnya gue juga pernah bertemu dengan Julian Aldrin Pasha, seorang Jubir Presiden, saat Presiden SBY berkunjung ke IPB. Gue bertugas untuk meliput beliau, sedangkan beberapa kru lain meliput orasi ilmiah SBY di GWW dan meliput kedatangan beberapa menteri di Gedung Rektorat. Lagi-lagi kesempatan emas buat bertemu dengan 'orang penting'. Walaupun saat bertemu beliau gue nggak sempet wawancara, karena beliau juga terburu-buru. Yaa ... kapan lagi coba bisa bertemu dengan 'orang penting'. Well, keinginan gue jadi reporter yaa nggak lepas dari yang gue ceritain ini, selain ketemu dengan 'orang penting' (dengan mudah tapi kadang juga susah), bisa jalan-jalan (gratis). Untuk saat ini buat liputan jalan-jalan dan gratis itu masih belum kesampaian siih. Tapi buata ukuran mahasiswa, bertemu 'orang penting' itu udah amat sangat cukup banget kok. Kapan lagi lo bisa wawancara/ngobrol sama presma, sama orang-orang di rektorat, sama rektor dan wakil rektor. Selain bisa bertemu dengan mereka tentunya ada info dan ilmu baru yang bisa lo dapetin. Itu alasan kenapa gue memilih jadi seorang reporter di Koran Kampus IPB. Hahahahaha..
Oh iya satu lagi, gue wawancara atau bertemu dengan 'orang-orang penting' itu nggak sendirian kok. Selalu ada partner yang setia menemani hahaha. Dia adalah
INEM. Entah kebetulan atau apa, tiap kali ada kegiatan meliput mereka gue selalu berdua dengan partner gue itu. Meliput aksi, meliput jubir, meliput Prabowo, selalu meliput bareng ine. Cuma satu yang belum kesampaian niih, sebagai seorang wartawan kampus belum lengkap rasanya kalo belum meliput atau wawancara petinggi di IPB alias Pak Rektor. Istilahnya gue udah ketemu banyak orang luar tapi belum pernah ketemu dengan beliau. Padahal waktu kunjungan Prabowo itu ada beliau, tapi yaudah sekedar lalu aja, belum berbicara secara langsung gitu. Hehehe ... Hmm gapapa pasti ada jalan dan kesempatan untuk wawancara langsung dengan beliau. Another dreams gue niih. Firasat gue siih, nggak lama lagi gue bisa melakukan itu, doakan saja yaa hehehehe...
Yaa itu tadi sedikit pengalaman gue menjadi seorang jurnalis kampus. Thats why I love my job, I love being a journalist, being a reporter, yang membuat gue terkadang bukan menjadi mahasiswa biasa. Tapi juga kadang gue sedikit minder ketika gue belum bisa menerapkan kejurnalisan gue dengan baik dan benar. Thanks buat KORPUS yang membesarkan gue, yang memberi gue banyak pengalaman dan pembelajaran baik dari organisasi itu sendiri atau pengalaman dan pembelajaran sebagai seorang reporter. Terus mencetak orang-orang hebat yaa pusss... :p ;D
Aksi 15 Tahun Reformasi
 |
| Aksi 15 Tahun Reformasi |
21
Mei 2013, Pertama kali terjun ke lapang untuk meliput aksi. Aksi yang
cukup besar karena mengusung tema 15 tahun reformasi dan menuntut janji
Abraham Samad, Ketua KPK beberapa tahun yang lalu. Aksi ini dilakukan
BEM SI, diantaranya IPB, UGM, UNPAD, UIN, UNJ, UnTaz dan beberapa
universitas lain. Berlokasi di gedung KPK mereka melakukan aksinya. Saat rombongan dari IPB datang, ternyata sudah banyak massa yang sedang berorasi di depan gedung tersebut. Gue sama Ine deg-degan sekaligus seneng dapet 'job' ini. Karena emang ini pertama kalinya gue ikut aksi, eeh bukan ikut terlibat dalam aksi tapi menurut gue hal yang lebih kece lagi yaitu LIPUTAN jalannya aksi itu. Di sana nggak cuma mahasiswa dan polisi tapi juga ada beberapa media besar yang ikut meliput. Gue sama Ine makin seneng aja, karena berasa jadi Jurnalis beneran hahaha. Trus selama ini bukan jurnalis beneran doong? Bukan gitu maksudnya tapi gimana yaa.. feelnya lebih beda aja gituu heheheee...
Di sana gue melihat beberapa pemandangan yang unik. Ada beberapa bocah pemulung berada di sekitar gedung KPK dan mahasiswa yang lagi aksi. Mereka main di selokan dan mengumpulkan sampah. Agak miris melihatnya. Di tengah aksi menuntut janji korupsi ada 'mereka' dan menghiraukan mereka. Entah terbersit di pikiran gue, kenapa mereka (yang aksi) mau capek-capek panas-panasan, teriak-teriak cuma buat menuntut janji yang menurut gue KPK udah berusaha semaksimal mungkin buat mengurus segala bentuk korupsi di negeri ini. Kenapa mereka nggak langsung terjun ke masyarakat, membantu mereka. Langkah terlihat lebih nyata kan daripada teriak-teriak kayak gitu. Mending kalo didengerin sama 'Petinggi' lhaa kalo nggak kan yaa sama aja buang-buang tenaga. Walaupun ada yang bilang "Nggak ada yang sia-sia". Trus fenomena satu lagi, ada mahasiswa dari salah satu universitas yang ikut aksi juga. Tapi ini bukan mahasiswa biasa. Menurut gue dia mahasiswa yang cukup luar biasa. Karena dari kekurangan tubuhnya dia masih bisa ikut aksi di KPK dan dia juga bilang ini bukan aksi pertama yang dia ikuti. Heeraan sekaligus cukup kagum sama dia. Pas ditanya kenapa ikut aksi, dia bilang karena seneng aja. Whaat? Nggak habis pikir kenapa dia bisa seneng ikut aksi. Apa enaknya aksii?? Hanya mereka yang tau ...
Tapi setelah liputan ini, gue sama Ine jadi doyan buat ngeliput aksi... sekali lagi yaa buat liputan bukan buat ikutan aksi. :p
Naah gambar di bawah ini beberapa gambar saat aksi. Ada foto mahasiswa luar biasa tadi dan foto anak jalanannya juga kalo kalian nggak percaya hehehe :)
|
| kondisi aksi |
 |
| gue sebelum ngeliput aksi 15 tahun reformasi |
 |
| partner gue (ine) |
 |
| kondisi aksi di dean gedung KPK |
 |
| Miris. Di tengah aksi 15 tahun reformasi masih ada 'mereka'. |
 |
| Bapak polisi kece yang lagi 'jaga' |
 |
| yang unik dari aksi kali ini, bisa dilihat kondisinya. Dia adalah mahasiswa unpad yang ikut aksi. |
 |
| with my beloved partner :D |
 |
| pakaselesai aksi |
 |
| INE! |
SEKIAN!
* salah satu memorable moments nggak akan terlupakan :)
"Karena pintu 'rumah' kita selalu terbuka untuk kamu yang ingin, akan, atau bahkan kembali pulang :)"
"Bila memang tertutup, buka saja dan kamu akan mendapati keluargamu kembali. Membiarkanmu menghilang bukan berarti melepaskanmu untuk pergi
seutuhnya. Hanya saja, membebaskanmu untuk m'dapatkan sesuatu yg baru. dan aku yakin, hingga suatu saat nanti kamu akan kembali pulang. Kembali menjalankan kehidupan bersama 'keluarga'mu. Hingga sampai saat itu tiba, aku dan seluruh 'keluarga' akan menunggumu
di 'rumah'. Menunggu saat kau membuka pintu 'rumah' & kembali. Karena memang hanya 'rumah' tempat kita kembali pulang (untuk saat ini)."
Last Day on October ...
Pfiuuh ...
Bulan ini akan segera berakhir dengan tenang sepertinya. Tak ada yang tau, karena skenario kehidupan itu hanya Yang Maha Pencipta yang tahu. Benar-benar terlewati tanpa terasa sudah di penghujung bulan dan akan memasuki bulan baru. Banyak. Banyak sekali hal yang tidak terduga terjadi di bulan ini. Banyak hal-hal di luar bayangan dan di luar keinginan terjadi. Yaa bahkan terlalu banyak.
Seseorang mengatakan hal ini padaku..
"Yang penting, jangan pernah merasa rumah itu asing dan inget terus lu punya tempat pulang selagi lu bisa :D."
Yaa, dia mengatakan hal itu padaku ketika aku sedang tidak ingin pulang ke rumah. Saat itu aku sedang berada di Bogor, tempat kuliahku. Entahlaaah saat itu aku hanya merasa nyaman berada di sana. Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang hampir setiap harinya berada di sekret koran kampus. Pagi atau siang sampe malem ada di sekret. Tidak melakukan apa-apa, terkadang hanya membantu mereka yang sedang mengurus tabloid edisi 46, dan kalau aku tidak salah saat itu aku sedang membantu mencari informasi mengenai UKT. Aaah aku sudah pernah membahas ini sekilas disini. Bahkan seringkali tidak ada kerjaan di sekret, tapi yaaaaaa ituu enak aja berada di sekret. Sudah seperti rumah pertama -__- sedangkan kosan menjadi rumah singgah, numpang mandi.
"Gabut siiih tapi rela bagi-bagi (?)" hhh bukan itu. Maksudnya "gabut siiih tapi enak aja gitu ngumpul, ketawa-ketiwi nggak jelas, bahas sesuatu dari yang nggak jelas sampai menyangkut tentang koran kampus kedepannya. Dari yang curcol sampai yang curhat beneran. Semua itu membuat aku nyaman sampai sampai aku tak ingin pulang ke rumah. Entahlaah rasanya lebih enak pulang ke rumah saat kau benar-benar merindukan rumah.
"Yaa seburuk-buruknya keadaan di rumah, hanya rumahlaah tempat mu kembali di dunia ini."
Setidaknyamannya dirimu dengan rumah itu hanya sementara. Karena tak ada tempat di dunia ini selain rumah, rumah sendiri tentunya. Bukan rumah tetangga, saudara, kosan, atau rumah siapapun. Rumah tempat tinggal kita bersama orang tua dan keluarga itulah tempat yang nyaman. Seperti yang dikatakan seseorang itu padaku. ".... Pulanglah selagi kamu bisa." Pulanglah selagi kamu bisa bertemu dengan kedua orang tuamu dan keluargmu. Jangan pernah lupa dengan rumahmu. Sungguh tak ada tempat senyaman rumahmu sendiri. Dan itu benar adanya. Sekarang aku menikmatinya. Yaa aku rindu Bogor, tapi aku juga sedang merasa nyaman di rumah :)
*sedikit labil, tapi itulah kenyataannya.*
"tak ada yg abadi bahkan rasa nyaman dan tempat tinggal."
 |
| Ading's Birthday Cake |
May 8th, 2013
Ini harusnya udah diposting sejak kapan tau, tapi karena gue baru sempetnya sekarang jadi yaudaaah mau gimana lagi hahaha..
Nah, ada yang tau ada apa di tanggal segitu? Pasti udah pada tau kalo liat dari judulnya mah, plus foto yang gue cantumin. Iya. 8 Mei 2013 itu ulang tahun temen gue yang namanya Ading. Kita (anak-anak IPBStreetDance) udah jauh-jauh hari ngerencanain buat ngasih kejutan ke dia. Sampe-sampe kita ngumpul buat ngomongin rencana ini. Ohya, ngumpulnya nggak ngajak si Ading yaa, yakali gitu ngumpul ngomongin surprise buat Ading malah ngajak orangnya kan nggak lucu...
Oke next. Sampe mana kita tadi?? Oh iya ngumpul yaa?? Iya, jadi kita ngumpul tuh buat ngomongin si Ading nanti mau diapain, konsep ngerjainnya kayak gimana, plus nagihin duit (patungan) buat beli kuenya. Daaaan... duitnya diserahin ke gue *oke ini sebenernya nggak penting tapi gapapa laah yaa* Jadi gue deeh yang kebagian tugas buat beli kuenya. Yaa, gapapa gue beli kuenya ditemenin sama Sausan kok hahaha. Waktu ngumpul duit yang terkumpul (menurut gue) masih belum cukup, masih kurang soalnya yang ngumpul juga cuma dikit. Cuma ada gue, Rafi, Solikhin, Arip (arif), Ikrom, Sausan, Citra, Nia, sama Danar. Jadinya, besoknya gue nagihin ke yang lain hahaha. Duit udah terkumpul akhirnya hari Rabu sore gue beli kue plus peralatan yang lain kayak lilin, kopi, sama tepung.
 |
| ekspresi Ading terlihat sangat bahagia |
Biasaaa, kopi sama tepungnya tuuh buat disiramin ke Ading. hahahhaha *ketawa puas*. Baru deeh, pulang dari situ, gue sama Sausan siap-siap dulu, sholat dsb baru nyiapin barang-barang yang mau dikasihin ke Ading. Termasuk 'adonan' buat disiramin ke Ading tadi. Kalo dibilang dadakan nggak juga, tapi dadakan juga iya. Karena kita nyiapin segala sesuatunya itu di hari H-nya, cuma konsepnya doang yang nggak di hari H -__-. Abis sholat, gue sama Sausan langsung nyiapin adonan yang tadi kita beli, terus bikin tulisan semacam kartu ucapan gitu. Kita ngerjainnya agak nyantai gitu, soalnya sengaja biar ditelat-telatin, biar Adingnya bete. (Ini salah satu konsepnya). Oke, kita udah ngaret hampir setengah jam dari waktu yang ditentukan, atau bahkan lebih yaa?? pokoknya kira-kira segitu deeh. Makin lama karena ada sedikit miss-communication sama pihak yang udah nungguin di GWW. Kita (Gue, Sausan, Citra, Danar) langsung buru-buru dateng ke lokasi.
Daaaaaaaaaaaan..................................................
BAM! BAM! BAM! *lha kok?*
~ Happy Birthday Adiiiiiiing ~
Kita dateng membelakangi Ading, dan menyanyikan lagu kebangsaan 'Happy Birthday' buat Ading. Yaak, ekspresinya Ading kurang lebih kayak gambar di atas tuuh. Seneng campur kaget. Nggak bete. *iyalaah dikasih surprise kok malah bete* yaa maksud gue, gue pikir Adingnya bete karena telat banget, nggak taunya dia nggak bete, malah yang bete si Rafi -__-. Oke skiip...
Lanjut deeh ke acara tiup lilin plus potong kuenya. Naah, gambar yang di sebelah ini dari Citra, dia yang bikin. Acara potong kuenya juga bisa liat di gambar yang bawah tuuh. Udah pada kelaperan nggak sabar nyicipin kuenya hahaha...
 |
| Ading sama si ketua ISDC (Rafi) |
 |
| Bara, Ibnu, Pibra, Ading, Solikhin, Arip |
Kue pertama kata Ading buat Rafi yang mempersatukan kita semua. Aiiiih sweet yaah. Setelah pemberian kue pertama itu.... yup, kita semua menyerbu kue-nya hahaha.. puas makan-makan, kuenya masih sisa 2 biji kalo nggak salah. Pengen ngambil tapi nggak jadi, bukan. bukan karena jaim mau ngambil lagi, tapi perut gue udah penuh, ntar gue mual lagi *oke ini nggak penting*. Jadi karena ada sisa kue itu timbullah kebiasaan jail nan iseng gue hahahaha *ketawa jahat*. Di kue itu kan ada krim putih-putih tuuh, yaudah krim putihnya gue colek, dan . . . . . . BAM!! *oke bunyinya nggak gitu juga* *ketularan ading sering ngomong BAM!* krimnya mendarat di pipi Ading sama Arip (Arif) hahahaha gue puas. Ading pasrah aja, bener-bener pasrah, tapi nggak buat Arip. Arip malah iku-ikutan ngambil krimnya, dan dia berusaha buat kasih krimnya ke muka gue. Awalnya gue bisa menghindar, tapiiii.......... yup. Ujung-ujungnya gue juga kena -___- mana krim yang kena ke muka gue banyak banget lagi. asemlaaaah emang tuh orang -__- padahal kan gue nggak mau kena, soalnya ada ngumpul korpus, malah dikenain segitu banyak -__-. Oke. Kejailan dan keisengan gue nggak berenti sampe situ aja. Gue mencari mangsa lain, dan gue dapet hahahaha. Solikhin, Citra, Malika, Danar sama Ibnu kalo nggak salah kena krimnya hahaha. Tapi sayang, gue gagal colekin krimnya ke muka Rafi sama Pibra. Mereka berhasil kabur. zzzzzzz.....
Yap, bosen main colek-colekan krim, gue beralih ke keisengan lain hahaha. Sekali lagi gue sama Sausan, dan Citra mau ngasih kejutan buat Ading. Mungkin kalian bisa nebak apa itu, karena biasalaah kalo ultah kan dikerjainnya yang begitu itu... Lanjuuuut!!!
Sausan nyuruh Ading buat jungkir balik di rumput. Dan sekali lagi Adingnya mau aja diajakin jungkir balik di rumput. Mungkin dia emang bener-bener pasrah bakal dikerjain kayak gini hehehe ._.v Selagi dia bersiap-siap buat jungkir balik, gue sama yang lainnya nyiapin bahan-bahan yang tadi udah kita beli (tepung sama kopi). Daaaan.................................... BYUUUUURRR!!! *bukan BAM lagi bosen* Air kopi+ tepung dari tangan-tangan mendarat di badan Ading. Bau kopinya semerbak banget cuy.. tiga botol aqua kecil isi air kopi itu bikin baju Ading basah kuyub. Yaa, lo tau sendiri kalo misal udah main siram-siraman kayak gini, nggak cuma yang ulang tahun yang kena siram, yang nyiramin si ulang tahun juga kena siram. Untungnya siih cuma tepung, soalnya air kopinya udah abis. Tapi yaa tetep aja... kotor -__-. Sialnya, ada yang nggak kena siraman tepung, dia adalah RAFI. Dia kabur, katanya siih ada perlu dan udah ditungguin. Iya emang ada perlu dan ditungguin, ditungguin sama wanita berkerudung pink yang sekarang resmi jadi ceweknya. *oke kenapa jadi bahas ini* *balik lagi ke topik* Si Pibra sama Bara juga awalnya masih bersih banget, nggak kena krim sama tepung, tapi pas mau prosesi pembubaran ISDC Sausan berhasil bikin dia putih-putih kena tepung hahahha. Sampe-sampe tepungnya kena matanya, dan dia agak bete. Udah deeh kita bubar, beres-beresin yang tadi sempet kita bikin kotor. Satu hal yang ketinggalan padahal udah dibilangin. anak cowoknya lupa bawa baju buat Ading. Kan kasian si Ading basah-basahan pulang ke rumahnya, tapi untungnya dia bawa baju. Jadi, seenggaknya ada baju ganti...
Oke kita semua pada pulang, Ading, Pibra, Ibnu sama Bara pulang ke rumah masing-masing. Sisanya pulang ke asrama masing-masing. Kecuali gue, gue masih ada ngumpul korpus. Iya, gue harus ngumpul korpus karena waktu itu lagi rapat, jadi mau nggak mau harus dateng dengan keadaan gue yang berantakan. Betewe yang mau liat mukanya Ading yang abis kena siram, ada di gambar di bawah ini. oke?? hohohohho :D
 |
| Sausan dan yang lagi ultah (Ading) |
 |
| Dede bungsu (Citra) sama Ading |
 |
| gue dan Ading |
 |
| All of us (kecuali Bara) |
Nyampe di SC, gue langsung menuju sekret koran kampus tercintah gue. Pas nyampe ada kak Azka yang lagi di luar, dan gue juga ngeliat Masjaw dan Kak Jihad yang lagi entah kemana. Trus kak Azka nyuruh gue masuk ke ruangan buat ngambil tasnya kak Azka. Kata kak Azka, mbak Ligar lagi ulang tahun. Whaaat??!! Ultah?? Agaiin?? Hmm.. okee. Pas gue dateng beberapa orang ngeliatin gue heran. Udah gue duga, gue rasa karena gue berantakan banget. Abis ngambil tasnya gue keluar lagi, ngasih tasnya ke kak Azka. Di dalem tasnya udah ada kue buat mbak Ligar. Naah, ternyata Masjaw sama kak Jihad tadi lagi ke bawah buat minjem korek. Nggak lama kemudian, mereka dateng bawa korek. Dan dinyalain deeh lilinnya. Dan seperti yang kalian liat di foto, gue yang bawain kuenya.
HAPPY BIRTHDAY MBAK LIGAR!!!!!!!
Mbak Ligar terharu dengan kedatangan gue dengan membawa sebuah kue ulang tahun. Kata mbak Ligar "Seumur-umur baru hari ini gue dapet kue 2, dan ini lagi yang bawa kuenya si Rezky. Makasiih yaa.." Yaa, gue cuma cengar-cengir sambil bilang "sama-sama". Hemm,, padahal kan itu bukan ide gue, itu idenya entah siapa. Gue hanya kebetulan tiba-tiba datang disaat yang menurut gue tepat, dan akhirnya gue juga yang bawa kuenya ._. Jadi hari itu ada dua orang yang ulang tahun, dua kali ngasih surprise, yang satu sengaja gue kasih surprise dengan segala konsep yang ada, yang kedua tanpa sengaja. Dan hari itu rapat sambil makan kue ultahnya mbak ligar. Rapat tetep berjalan cooy...
WHAT A SURPRISE DAY!!! emang bener-bener harinya ngasih kejutan kayaknya yaa hahaha. Buat yang ulang tahun, semoga semakin bertambah umurnya, semakin pula bertambah kedewasaannya, sehat selalu, dan sukses di dunia maupun di akhirat deeh pokoknya.
sekali lagi.. HAPPY BIRTHDAY!!!
Dan hari Rabu, 8 Mei 2013 berakhir sudah. Saya kembali ke asrama, tiduuuuuuuuuur....