Showing posts with label catatan. Show all posts

2016 Resolutions?


Resolutions? I think most of people have written their resolutions, their dreams for this year. Year after year, honestly i never wrote down my resolutions or my dreams. I think that's why sometimes i forgot what should i do, or what i have done. Its all my mistakes ...

So, i try to write my resolutions this year and my dreams. Should i write it down in here too ?? hehehe ... What i really really want to do in this year is :
1. Finish my research proposal, do the research and the last is thesis.
2. Graduate on September.
3. Find a job! being a reporter
4. Save money
5. Have my own Laptop
etc

Well thats some of my BIG resolutions this year. I hope i can achieve it. Aamiin...

End of The Year

December 31st, 2015

Akhir tahun. Setiap tahun punya cerita tersendiri soal perayaan tahun baru. Tahun lalu kalo nggak salah inget, menghabiskan akhir tahun bareng "Keluarga Kecil" Koran Kampus di Cendana (red: Komplek Perumdos) sambil bakar-bakar jagung. Sebelumnya dihabiskan dengan rapat pembentukan Dewan Direksi untuk kepengurusan Dinasti Asadiyah. Beda sama tahun baru sekarang. Menghabiskan waktu bersama Keluarga ditemani Komunitas Caravelle touring ke Bangka. Perayaannya nggak jauh beda, nggak lepas dari sesi bakar-bakar. Cuma beda lokasi aja. Sekarang ngerayainnya di pantaiiiiiii ...

December 3rd, 2015

December 3rd, 2015 ...

Masjaw, Rona, Rezky, Ine(m), kurang satu orang hafizh :' Love youuuuuu
21 tahun sudah aku hidup di dunia ini. Beruntung aku masih diberi kesempatan menikmati indahnya hidup dan indahnya dunia. Masih diberi rezeki yang tak terkira, dengan menghadirkan keluarga, sahabat dan teman-teman di sekitarku. Tanpa mereka aku hanya seonggok daging yang berjalan tanpa arah. Sedikit berlebihan memang, tapi aku akui sedikit banyak aku masih bergantung pada mereka. Karena tak jarang aku meminta pendapat mereka akan suatu hal. Sering pula aku berkeluh kesah kepada mereka namun tetap tak lupa bersenang-senang bersamaaa ...

Selama 21 tahun ini tentu saja ada perayaan kecil-kecilan sebagai rasa syukur kepada yang MahaPencipta karena masih diberi kenikmatan. Dan selama itu pula aku merasa momen kali ini menjadi momen yang cukup haru. Di keluargaku memang bukan tipe orang-orang yang mampu meluapkan perasaannya (kecuali amarah) terlebih rasa sayang. Bukan tipe orang yang bisa mengucapkan "Aku sayang ibu dan ayah" secara langsung, bahkan melalui teknologi canggih bernama sms, bbm, whatsap dan line pun jarang dan susah (termasuk aku). Dan pada hari itu aku menerima pesan dari seseorang yang sudah melahirkan ku, merawat ku, dan membesarkan ku. Isi pesan itu pun mampu membuatku berkaca-kaca. Pesan singkat yang cukup sederhana ...
"Met milad ya my baby girl, wish you all the best, Sukses sehat n just focus on script," -my beloved mom. 
My baby girl ... baca itu rasanya ... terharu. Walaupun sudah sebesar ini, sudah setua ini, aku tetep jadi "baby girl"nya ibu. That's sweet. Jarang-jarang dapet kata-kata ini dari ibu. Love you mom.

Nggak cuma pesan dari ibu yang membuat aku terharu. Ucapan dan doa dari teman-teman jugaa. Terlebih banyak orang-orang baru yang mengucapkan dan berdoa untukku. Walaupun ada teman baru, orang baru, tapi tetap ada teman lama yang selalu setia mencoba hadir menemani. Aku hanya bisa bersyukur aku dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka. Mungkin ini jadi perayaan terakhir, karena kami harus menjalani kehidupan pasca kampus. Aku hanya bisa berharap dan berdoa aku, dan mereka, masih bisa menjalin silaturahmi. Bagaimanapun juga silaturahmi itu penting bukan?
Hari itu juga, aku dan mereka melakukan perayaan kecil. Bukan surprise selayaknya yang romantis namun itu sangat cukup menambah kenangan baru. Kenangan yang akan selalu dirindukan.

Terima kasih, Bapak, Ibu, Teman atas segalanya ...

Inem, rezky, masjaw, Rully, Rona, Vira, Dary *bertemu tanpa sengaja haha


korpus family, late surprise but it was great.
Kiri-Kanan : Putri, Ritdza, Intan, Ratna, Kuntum, Rezky, Ira
anak-anak HRD ku sayang ... Kuntum, Rezky, Ira

Manusia Bertopeng

Ilustrasi Gambar
            Apa pendapatmu tentang manusia yang memakai topeng? Tentu saja banyak komentar mengenai hal tersebut. Ada yang berkomentar bahwa pasti ia malu dengan wajahnya sendiri sehingga perlu memakai topeng. Komentar lainnya mungkin saja ia seoarang pahlawan yang senantiasa membantu masyarakat dan tidak ingin diketahui identitasnya. Sebagian lain berkomentar mungkin ia bukan seorang pahlawan melainkan seorang pencuri atau penjahat yang tentu saja tidak ingin diketahui orang banyak. Lantas apa intinya? Intinya, siapapun ia dan apapun yang dilakukannya, ia hanya ingin menyembunyikan wajahnya. Ini adalah pendapat orang tentang manusia bertopeng dalam arti sebenarnya.

Hello 2015! A goodbye for Japan?

Day 31 of 365 and first month of twelve. Many things had happened till today. How i was last year, lets make them as great experience. Tough not good enough.

I'm dreaming about Japan and i want it happen this year. I thought my way to Japan has opened by my college. There is an exchange program to Hokkaido, Japan. I'm really really enthuasiast of it. So i searched all the information about the program. And i'm just thinking " i'm gonna make it. Yaa i'm gonna make it." I said it to myself over and over. I'm going crazy about it. But then i realize that i have'nt enough money to get an IBT TOEFL test (this is one of the requirement). Fyi to join an IBT TOEFL Test you must pay about $180 or IDR 2,300 million. Its expensive (just if you dont have enough money). Well if i forced it maybe i still can join the test. But i'll feel bad to my parents who paid that. My parents have to pay my tuition and my living cost for next month. That'll be spend a lot of money. Yaa thats why i choosed to not join the test and the program. Its sucks and hurt. I still thinking that this is the only chance. But its okeey... maybe next time i can go to Japan. Amiiin.

Okeey... my holiday will end up soon. And i have to go back to reality (re: bogor). I did nothing on my holiday. Its sucks too.. i just watched tv, ate, slept, ig, twitter, fb, tumblr, youtubing at midnight... and studied for toefl test. Huft. While other went around Indonesia. Its okey. Cause i have a new hobby... i bet that you cant believe it. Yaa ... know i'm part of them. Them? Who? The one who called k-popers... now i'm become one of them because i like Nam Woo Hyun (member of INFINITE). INFINITE is a group band, no its a kind of boyband. Yaa and i like him and i'm fallin  love with Woohyunie oppa. His just so cute handsome and warmth hearted* boy. I just like and fallin love with his personality and his character in High School Love On drama. That explain how i know him, just because a drama i become kpopers. It's not the first time i like an idols likes him. But this is really really the first time i'm going crazy about korean idols like him. Sometime i thought that i must be crazy. This is crazy but this is the truth. I like him and i love him too. So i love his group, INFINITE. And i'm going crazy about it. I saved some pictures of him in my phone and my laptop. I saved some videos of him too. Aaaand ... i saved i remembered their songs too. Even i really love Maroon 5 i havent do those things. I mean yaa i remembered Maroon 5's song but i didnt save their picture i didnt watch their concert or anything about them. But for this case (Infinte and woohyun of course) i did all those things. Hahaha okey i'm already kpopers now ...

Maybe, I will talk about Nam Woo Hyun (남 우 현) later hehehe ...

By the way... HAPPY NEW YEAR EVERYONE!! I hope this year better than last year.. i hope one of my dreams come true this year. Amiiin.

Mem"biru"kan Kelingking

Ajang mem"biru"kan kelingking ini bukan kali pertama buat gue. Kelingking gue udah pernah biru (kena tinta pastinya) waktu awal gue kuliah. Yap, pemilihan Presiden Mahasiswa (Pemira 2012). Kali kedua setelah Pemira (2013) adalah waktu Pemilu 9 April yang lalu. Dan untuk esok hari, 9 Juli 2014 adalah kali pertama saya ikut berpartisipasi dalam Pestanya Rakyat, Pesta Demokrasi, Pemilihan Orang no.1 di Indonesia, RI 1. Esok hari adalah hari dimana rakyat Indonesia menentukan akan dibawa kemana Indonesia 5 tahun mendatang. Lima tahun memang bukan angka yang sedikit tapi bukan juga waktu yang lama, tapi mampu membuat Indonesia makin terpuruk atau dapat memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.

Pemilu Presiden kali ini sepertinya lebih "panas" dari tahun-tahun lalu, atau ini hanya perasaan gue doang? Maybe. Gue nggak mau sok jadi pengamat politik karena emang gue nggak paham tentang politik. Walaupun ada tokoh yang bilang kalau orang buta politik itu adalah orang paling bodoh. Jadi di sini gue hanya mencoba untuk netral, mungkin. Yang namanya pemilu pasti sarat akan kampanye. Entah itu kampanye yang jujur, kampanye hitam, kampanye terselubung dan kampanye-kampanye yang lainnya. Dan dari kampanye nggak jauh-jauh dari kata mencemooh lawan. Entah mana yang bener dan mana yang salah, mana yang bohong mana yang jujur. Semua seolah diselimuti oleh satu kata pencitraan. Dan di masa-masa kampanye ini biasanya yang paling riweuh adalah tim suksesnya. Mungkin si calon nggak terlalu memandang riweuh dan melakukan kampanye yang lebih "elegan" dibanding timsesnya. 

Mereka yang mengaku pendukung atau timsesnya sering banget keluyuran di linimasa beranda facebook atau twitter gue. Mereka memuji ini dan menghina itu, saling hina saling muji saling sindir tak terhindarkan. Gapaham lagi siih guee. Udah cukup eneg rasanya ngeliat mereka saling hujat di dunia maya. Yang bikin nggak paham lagi, setau gue Pemilu itu punya suatu asas yang namanya LUBER JURDIL (langsung umum bebas rahasia jujur dan adil). Lantas dari kampanye-kampanye itu apakah mencerminkan pemilu yang LUBER JURDIL. Apakah mereka lupa atas asas yang telah diagung-agungkan itu? Sebelum nge-judge mending liat dulu arti kampanye. Menurut KBBI siih kampanye itu gerakan (tindakan) serentak untuk melawan, mengadakan aksi dsb, atau kegiatan yg dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yg bersaing memperebutkan kedudukan di parlemen dsb untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara. Istilah kasarnya kampanye sama dengan promosi. Memang, promosi itu cenderung mengungkapkan hal-hal baik dari calon yang dipromosikan, tapi bukan dengan menjelek-jelekkan lawan juga kan? Dan yang jelas mengungkapkan hal-hal yang baik itu juga berdasarkan fakta yang ada. Yaa idealnya siih gitu. Tapi nyatanya, orang berbuat seenak jidat mereka asal tujuannya tercapai. 

Yang bikin gue gerah adalah persoalan Jujur, dan Rahasia. Pasalnya, banyak media massa baik televisi maupun surat kabar yang sudah tak lagi independen menegakkan kebenaran akan fakta. Kecewa siih sebenernya, harusnya atau idealnya kan mereka yang bertugas menebar berita fakta dan bersifat netral tanpa memihak calon A atau B. Nyatanya si TV A dukung calon A, menjatuhkan B. Begitu sebaliknyaa. Lantas, tidak hanya media televisi, tapi juga media online dan surat kabar lainnya, yang dengan (entah punya rasa bersalah atas tanggung jawab moral atau tidak) mereka menyebarkan hal-hal yang belum bisa diketahui kebenarannya. Mungkin bahkan media terpercaya sekalipun yang netral tak lagi bisa dipercaya. Karena seperti yang gue bilang tadi di awal semua itu diselimuti sama satu kata pencitraan. Makanya gue jarang atau bahkan nggak pernah mungkin ngeliat berita tentang pemilu presiden ini. Bahkan debat capres pun penuh dengan intrik, dusta, janji palsu dan pencitraan. Mungkin di mata gue nggak ada orang yang bener-bener terpercaya. Karena menjadi orang terpercaya itu susah.

Trus darimana gue tau kalo si TV A dukung A atau sebaliknya, atau media itu begini dan begitu. Gue hanya melihat dan mendengar. Karena gue nggak mau terpengaruh sama mereka yang kebenarannya belum bisa dibuktikan. Tapi bukan berarti gue menutup hati, mata, telinga gue untuk selentingan-selentingan soal calon pemimpin. Gue menerima berita-berita yang disampaikan. Hanya saja gue memilih untuk diam karena asas Rahasia. Nggak mau ikutan mengumbar gue pilih siapa atau komen ketika calon yang gue pilih dihina dan dicaci maki. Alasan lain mungkin karena gue emang belum mengenal dengan baik siapa calon pemimpin yang akan gue pilih. Namun, beberapa berita sudah cukup untuk menguatkan pilihan gue nantinya.

Yang penting adalah SATU - Yakin akan hal yang lo lakuin adalah baik dan benar (InsyaAllah), akan calon yang akan lo pilih sebagai Pemimpin masa depan. Mendengar, atau melihat itu perlu, tapi balik lagi ke hal yang Satu itu. Dan lagi perbedaan itu adalah hal yang biasa dan semua akan menjadi lebih indah ketika kita berbeda dan tetap damai juga saling menghargai pilihan orang lain. So? Ready for Pemilu? 

Say no to GOLPUT!!!!

Pelajaran Hari Ini

1. Jangan pernah sok-sokan jd spidergirl kalo benangnya abis.
2. Jangan pernah loncat ke rumput yang basah karena licin.
3. Jangan sok-sokan jd anak parkour kalo bukan anak parkour beneran.
4. Lebih bersabar kalo nunggu sesuatu.

Inti dari segala inti adalah SABAR MENUNGGU!

Hikmah?
1. Bisa bolos kuliah? Haha
2. Bisa tiduran leyeh-leyeh walopun badan sakit.
3. Bisa mencuri waktu tidur yg kurang gara-gara abis begadang.
4. Nambah pengalaman dan cerita.
5. Nambah postingan di blog. Hahaha




*konyol sekali hari ini*
Diposting beberapa jam setelah kecelakaan menimpa 
di hari Senin nan cerah tp cukup kelabu.
Bogor, 26 Mei 2014

Tak Kenal

Aku diajarkan tentang ilmu komunikasi di perkuliahan. Dosen mengajarkan padaku bahwa komunikasi itu penting. Hidup selain butuh makan juga butuh komunikasi. Jadi komunikasi itu penting. Komunikasi juga sebagai jembatan dalam sebuah hubungan atau dalam menjalin suatu hubungan. Tanpa komunikasi, kecil kemungkinan hubungan tersebut akan berhasil. Hubungan dalam bentuk apapun itu, baik pertemanan, kolega, atau mungkin hubungan yang lebih dari sekadar teman. Hubungan yang lebih intim antara dua jenis kelamin yang berbeda. 

Komunikasi tatap muka secara intensif dalam suatu hubungan dapat menjadi tolok ukur keberhasilan dalam menjalin hubungan tersebut. Mengapa? Kita dapat mengenal satu dengan yang lain bila kita berkomunikasi. Terlebih lagi bila kita berkomunikasi secara langsung. Kita juga bisa memahami karakter lawan bicara, dan komunikasi non verbal yang ia keluarkan. 

Ketika kamu tak lagi bisa berkomunikasi dengan teman dekatmu, apa yang kamu lakukan? Ketika kesibukan membuat kalian tak bisa lagi berkomunikasi seperti biasanya, saling bertukar cerita, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu akan diam saja atau tetap berusaha menjalin komunikasi? Aku sedang merasakannya dan tak tahu apa yang harus aku lakukan. Tak ada hal yang bisa dijadikan bahan pembicaraan. Aku merasa sudah tak lagi mengenal dirinya... Dan rasa ini menyebalkan.
"Komunikasi itu penting! Jangan pernah meremehkan kekuatan komunikasi. Jadi, jaga komunikasi terhadap teman, keluarga dll. Jangan sampai kalian menyesal suatu hari, dan  seolah tidak mengenal mereka,"


aku ingin mengenalmu lagi, aku ingin bertukar cerita lagi, 
aku ingin ...

Secuil Kangen untuk Sahabat

Embedded image permalink

 “kalian adalah temen-temen terbangke, terkampret, ter-annoying; gue pengen kalian gangguin kayak dulu lagi, dammit!" - yeahmahasiswa-

people come and go, selagi masih bisa kumpul, usahakanlah kumpul,
nikmatin kebersamaan, while it lasts
people come and go, memories from time well spent with them stay
kalo ada yang ngajak ngumpul, usahakan kumpul, walau ngga lagi kangen-kangen amat.
Who knows it’s their last, or yours

"nyatanya ilang temen yang biasanya suka ngumpul bareng lebih nyakitin daripada putus sama patjar,"

Dulu sih mau kumpul tinggal kumpul, lama-lama diajakin via grup chat yang ngerespon makin dikit, makin dikit, makin dikit.
Sampe masing-masing udah sibuk sendiri-sendiri.
 
"Ada satu titik masa di mana lo seolah ngeliat ke belakang, terus sadar kalo temen2 yang dulu barengan satu2 pada hilang."


Dari yang mau nyapa tinggal nyapa sampe kalo mau nelepon mesti tanya dulu lagi sibuk ngga
Dari yang kalo mau chat ngga perlu ada topik aja bisa seru sampe yang mau mulai chat temen lama aja nunggu ada perlu/topiknya dulu
Kalo udah gini, ya ngga bisa nyalahin siapa-siapa, emang masanya udah habis :’)
Sayangnya kangen itu datengnya ngga barengan; pas kita kangen mereka yang dikangenin lagi ngga kangen. Dan sebaliknya.

masa-masa kita bener-bener bikin effort buat ketemuan, bukan sekedar kalo waktunya luang doang…

meskipun yang jauh itu belum tentu hilang, tapi semakin jauh semakin ngerasa asing sampai akhirnya beneran hilang.

by: YEAHMAHASISWA

 Tulisan ini buat temen-temen gue, temen SD, SMP, SMA,
temen sejurusan KPM49, temen organisasi Korpus
"5 Sekawan - College Never Ends" (terutama)
buat yang mulai sibuk dengan urusan masing-masing,
yang mulai "menghilang" dari peredaran,
dan yang akan meninggalkan masa muda.

Terima kasih untuk waktunya, 
pengalamannya, canda tawa tangis,
dengan segala kegilaannya.

Bersyukur kita dipertemukan,
walau di akhir ambang masa remaja,
sekali lagi Terima Kasih teman,
aku kangen :)

"kita cuma kebetulan aja jalannya lagi ketemu di kuliah ini, nanti pisah, semoga jalannya sempet singgungan lagi kapan-kapan" - YM-


Being A "Jurnalis Kampus"

Konferensi Pers dengan Prabowo Subianto di ruang sidang gedung rektorat
Kunjungan Prabowo ke IPB jumat (28/2) lalu memberikan sebuah pengalaman baru lagi buat gue. Profesi gue sebagai seorang reporter di kampus atau istilah sangarnya wartawan kampus memberikan kesempatan dan peluang yang cukup bagus bertemu dengan orang-orang penting (dengan mudahnya). Jarang-jarang kan mahasiswa (biasa) bisa bertemu dengan orang penting dengan mudahnya. Kalo bukan dari kalangan eksekutif, aktivis, atau kalangan orang-orang yang memang kerjaannya bertemu orang penting, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang penting, petinggi kampus bahkan negeri hanya sedikit.

Prabowo sesaat sebelum meninggalkan IPB di lapangan sepakbola gymnasium
Profesi gue sebagai seorang reporter ini memberikan kesempatan yang sama tingginya dengan seorang eksekutif (presma) atau aktivis kampus. Mungkin bahkan bisa lebih tinggi. Bisa bertemu, wawancara, memotret dari jarak yang cukup dekat, atau mungkin bahkan berkenalan dengan para petinggi tersebut itu sesuatu hal yang menurut gue (sebagai mahasiswa) itu "WAAAH" banget. Dengan kata lain gue beruntung jadi seorang reporter. Yaa, contohnya aja waktu kunjungan Prabowo ke IPB. Gue bisa melihat beliau dengan jarak hanya beberapa meter, berada dalam satu ruangan bersama beliau dengan beberapa media nasional lainnya. Ini kedua/ketiga kalinya gue bekerja berdampingan dengan media nasional. Kali pertama itu saat gue meliput aksi di gedung KPK. Jujur, ini suatu kebanggaan tersendiri buat gue. Gue mencoba buat nggak naif yaa .. Nggak cuma itu, di kunjungan Prabowo kemarin gue juga sempat bersalaman dengan beliau. Walaupun gue seorang reporter, di sisi lain gue juga seorang mahasiswa (biasa), yang seneng bisa bertemu dengan 'orang penting'. Yang jelas saat gue jadi seorang reporter yaa gue harus profesional. 

Sebelumnya gue juga pernah bertemu dengan Julian Aldrin Pasha, seorang Jubir Presiden, saat Presiden SBY berkunjung ke IPB. Gue bertugas untuk meliput beliau, sedangkan beberapa kru lain meliput orasi ilmiah SBY di GWW dan meliput kedatangan beberapa menteri di Gedung Rektorat. Lagi-lagi kesempatan emas buat bertemu dengan 'orang penting'. Walaupun saat bertemu beliau gue nggak sempet wawancara, karena beliau juga terburu-buru. Yaa ... kapan lagi coba bisa bertemu dengan 'orang penting'. Well, keinginan gue jadi reporter yaa nggak lepas dari yang gue ceritain ini, selain ketemu dengan 'orang penting' (dengan mudah tapi kadang juga susah), bisa jalan-jalan (gratis). Untuk saat ini buat liputan jalan-jalan dan gratis itu masih belum kesampaian siih. Tapi buata ukuran mahasiswa, bertemu 'orang penting' itu udah amat sangat cukup banget kok. Kapan lagi lo bisa wawancara/ngobrol sama presma, sama orang-orang di rektorat, sama rektor dan wakil rektor. Selain bisa bertemu dengan mereka tentunya ada info dan ilmu baru yang bisa lo dapetin. Itu alasan kenapa gue memilih jadi seorang reporter di Koran Kampus IPB. Hahahahaha.. 

Oh iya satu lagi, gue wawancara atau bertemu dengan 'orang-orang penting' itu nggak sendirian kok. Selalu ada partner yang setia menemani hahaha. Dia adalah INEM. Entah kebetulan atau apa, tiap kali ada kegiatan meliput mereka gue selalu berdua dengan partner gue itu. Meliput aksi, meliput jubir, meliput Prabowo, selalu meliput bareng ine. Cuma satu yang belum kesampaian niih, sebagai seorang wartawan kampus belum lengkap rasanya kalo belum meliput atau wawancara petinggi di IPB alias Pak Rektor. Istilahnya gue udah ketemu banyak orang luar tapi belum pernah ketemu dengan beliau. Padahal waktu kunjungan Prabowo itu ada beliau, tapi yaudah sekedar lalu aja, belum berbicara secara langsung gitu. Hehehe ... Hmm gapapa pasti ada jalan dan kesempatan untuk wawancara langsung dengan beliau. Another dreams gue niih. Firasat gue siih, nggak lama lagi gue bisa melakukan itu, doakan saja yaa hehehehe...

Yaa itu tadi sedikit pengalaman gue menjadi seorang jurnalis kampus. Thats why I love my job, I love being a journalist, being a reporter, yang membuat gue terkadang bukan menjadi mahasiswa biasa. Tapi juga kadang gue sedikit minder ketika gue belum bisa menerapkan kejurnalisan gue dengan baik dan benar. Thanks buat KORPUS yang membesarkan gue, yang memberi gue banyak pengalaman dan pembelajaran baik dari organisasi itu sendiri atau pengalaman dan pembelajaran sebagai seorang reporter. Terus mencetak orang-orang hebat yaa pusss... :p ;D

[Late Post] Kenangan 2013 Part 1 - Aksi 15 Tahun Reformasi

Aksi 15 Tahun Reformasi

Aksi 15 Tahun Reformasi
21 Mei 2013, Pertama kali terjun ke lapang untuk meliput aksi. Aksi yang cukup besar karena mengusung tema 15 tahun reformasi dan menuntut janji Abraham Samad, Ketua KPK beberapa tahun yang lalu. Aksi ini dilakukan BEM SI, diantaranya IPB, UGM, UNPAD, UIN, UNJ, UnTaz dan beberapa universitas lain. Berlokasi di gedung KPK mereka melakukan aksinya. Saat rombongan dari IPB datang, ternyata sudah banyak massa yang sedang berorasi di depan gedung tersebut. Gue sama Ine deg-degan sekaligus seneng dapet 'job' ini. Karena emang ini pertama kalinya gue ikut aksi, eeh bukan ikut terlibat dalam aksi tapi menurut gue hal yang lebih kece lagi yaitu LIPUTAN jalannya aksi itu. Di sana nggak cuma mahasiswa dan polisi tapi juga ada beberapa media besar yang ikut meliput. Gue sama Ine makin seneng aja, karena berasa jadi Jurnalis beneran hahaha. Trus selama ini bukan jurnalis beneran doong? Bukan gitu maksudnya tapi gimana yaa.. feelnya lebih beda aja gituu heheheee... 

Di sana gue melihat beberapa pemandangan yang unik. Ada beberapa bocah pemulung berada di sekitar gedung KPK dan mahasiswa yang lagi aksi. Mereka main di selokan dan mengumpulkan sampah. Agak miris melihatnya. Di tengah aksi menuntut janji korupsi ada 'mereka' dan menghiraukan mereka. Entah terbersit di pikiran gue, kenapa mereka (yang aksi) mau capek-capek panas-panasan, teriak-teriak cuma buat menuntut janji yang menurut gue KPK udah berusaha semaksimal mungkin buat mengurus segala bentuk korupsi di negeri ini. Kenapa mereka nggak langsung terjun ke masyarakat, membantu mereka. Langkah terlihat lebih nyata kan daripada teriak-teriak kayak gitu. Mending kalo didengerin sama 'Petinggi' lhaa kalo nggak kan yaa sama aja buang-buang tenaga. Walaupun ada yang bilang "Nggak ada yang sia-sia". Trus fenomena satu lagi, ada mahasiswa dari salah satu universitas yang ikut aksi juga. Tapi ini bukan mahasiswa biasa. Menurut gue dia mahasiswa yang cukup luar biasa. Karena dari kekurangan tubuhnya dia masih bisa ikut aksi di KPK dan dia juga bilang ini bukan aksi pertama yang dia ikuti. Heeraan sekaligus cukup kagum sama dia. Pas ditanya kenapa ikut aksi, dia bilang karena seneng aja. Whaat? Nggak habis pikir kenapa dia bisa seneng ikut aksi. Apa enaknya aksii?? Hanya mereka yang tau ...

Tapi setelah liputan ini, gue sama Ine jadi doyan buat ngeliput aksi... sekali lagi yaa buat liputan bukan buat ikutan aksi. :p

Naah gambar di bawah ini beberapa gambar saat aksi. Ada foto mahasiswa luar biasa tadi dan foto anak jalanannya juga kalo kalian nggak percaya hehehe :)

kondisi aksi
gue sebelum ngeliput aksi 15 tahun reformasi
partner gue (ine)
kondisi aksi di dean gedung KPK
Miris. Di tengah aksi 15 tahun reformasi masih ada 'mereka'.
Bapak polisi kece yang lagi 'jaga'
yang unik dari aksi kali ini, bisa dilihat kondisinya. Dia adalah mahasiswa unpad yang ikut aksi.
with my beloved partner :D
pakaselesai aksi
INE!

SEKIAN!

* salah satu memorable moments nggak akan terlupakan :)

And Happy New Year 2014

Tahun 2013 telah berakhir dan petualangan di 2014 segera di mulai. Kini saatnya kita menutup buku dan membuka buku baru. Lembaran-lembaran baru sudah siap diisi dengan tinta-tinta petualangan. Seolah tak sabar dan memanggil-manggil si pemilik buku. Hai kamu para pemilik buku 2014, sudah siapkah kamu menorehkan tinta-tinta itu ke setiap lembaran hingga lembaran itu terisi penuh? Aku siap. InsyaAllaah...

Alhamdulillah, 2013 telah terlewati. Begitu banyak hal yang telah terjadi. Penuh kejutan, hal tak terduga (kata seseorang), hal baru, teman baru, orang baru, materi kuliah baru, hampir semua baru dan yang terakhir dan yang paling tak kusuka, yaitu perpisahan. Hingga detik ini pun hal-hal tak terduga terjadi. Beberapa menit lalu sambil menunggu pergantian tahun, aku masih dengan setia duduk di kursi memandangi laptop, dan jari mengetik kalimat-demi kalimat hingga menjadi beberapa post terakhir di bulan Desember. Dan postingan yang ini adalah postingan pertama di tahun baru. Beberapa menit yang lalu juga aku mendengar ledakan-ledakan meriah dari kembang api yang ada di sekitar rumah ku, pertanda pergantian tahun.

Setiap perjumpaan, pasti ada perpisahan. Setiap awal ada akhir. Begitu pula hari ini, hari ini adalah awal dari segala petualangan yang siap dicatat di lembaran-lembaran kertas yang tersusun membentuk buku 2014. Dan kemarin adalah akhir dari petualangan di tahun 2013. Waktunya membuka buku, membawa pena, dan menuliskan segala petualan di 2014. Semoga segala yang diinginkan di tahun sebelumnya yang belum tercapai dan keinginan tahun ini dapat tercapai yaa. Dan semoga tidak hanya menjadi sebuah semoga, tapi menjadi suatu kata 'berhasil'. Amiiin :D

Mari Berpetualang :D


Hujan Akhir Tahun dan Selamat Tinggal Desember

Desember .....
"This is my December, this is the last time of the year, this is my December...." -Linkinpark, My December

Ternyata memang benar, bulan ini adalah bulan hujan. Hampir setiap hari hujan mengguyur di beberapa kota, terutama Bogor dan sekitarnya. Tepat awal bulan, aku masih ingat, hujan telah mengguyur kota Bogor di Bulan Desember. Kemudian hari ini, hari terakhir di 2013 hujan pun masih mengguyur beberapa kota di Indonesia. Hujan akhir tahun ...
"Hujan Akhir Tahun, sebagai penutup segala keberkahan yang diberikan pada tahun ini dan semoga keberkahan itu masih berlanjut hingga tahun depan."

Selamt Tinggal DESEMBERku ...
Engkau selalu memberikan pelajaran,
kenangan baik dan buruk,
pengalaman,
dan semuanya ..
Sampai jumpa di Desember tahun depan..
Semoga aku masih bisa melihatmu,
Masih bisa menikmati hujan
yang mengguyur setiap hari-harimu
Selamat tinggal ....


Birthday Surprise for Fey

Kali ini kejutan ulang tahun yang ditujukan untuk mantan teman sebelah kamar (apasih) yang udah direncanain sama temen-temen gue nggak gagal. Yaak beruntung sekali tidak gagal, nggak kayak waktu kejutan ultah gue yang superr gagal itu hahaha. Awal ceritaa... kami semua (cila, lani, virly, oma dkk) udah berniat ngasih surprise (gue cuma ikutan aja) hehehe ._.v Gue nggak tau siapa yang beli kue dan punya ide buat membeli kue itu. Denger punya denger yang beli si cila, karena salah beli atau emang sengaja gue juga nggak tau. Dia beli kue Brownies trus ditaro di kulkas yang ada di gedung kosannya. FYI gedung kosan kita satu atap dan bersebelahan. Singkat cerita, udah jam 12 malem. Trus gue ke kamar virly buat bareng-bareng ke kosan sebelah. Mengendap-endap kayak maling karena emang takut ketauan. Trus turun ke bawah buat ngambil kuenya. Di bawah sembunyi di balik tangga, gara-gara denger suara orang jalan menuruni tangga. Dan ternyata itu Lani. Oke. Fine. Lanjut kita pasang lilinnya di atas kue dan menyalakannya. Lalu kembali mengendap-endap ke atas, ke kamar Fey. Fey saat itu masih dalam kondisi yang melek banget. beruntung dia ada di kamar, jadi masih dengan leluasa buat bergerak walaupun harus hati-hati. Daaaaaan .... *jgrek* pintu ke buka. HAPPY BIRTHDAY FEEEEYYYY!!!!!! Heboh deeh ita semuaaa... Tapi yang nggak kalah hebohnya dia kaget gara-gara kita bawain kue brownies. ternyata dia nggak doyan brownies. (Ada gitu yaa orang yang nggak doyan kue Brownies seenak ituu. Heran gue. padahal kuenya juga nggak jauh beda sama kue tart) -___- Jadilah dia dipaksa makan kue nya huahahahahha. Trus sesi foto dan makan kue seperti biasa deeeh heheheee ...

WELL .. HAPPY BIRTHDAY FEYNANDUT. SUKSES TERUS BUAT KULIAH, HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT. Jangan lupa browniesnya diabisin yaa, kan sayang udah dibeliin jugaa. hehehe love yaa {}

What was happen in 2013?

2013 sebentar lagi berakhir. Hari demi hari udah gue lalui, ada yang flat ada juga pastinya yang istimewa iyaa kan? Yang flat maupun yang istimewa itu akan menjadi kenangan tersendiri buat gue yang tersimpan di pikiran atau hati gue. Walaupun ingatan gue semakin lama bukan semakin tajam malah semakin tumpul inii, tapi ada beberapa hal yang masih gue inget. Inilah Kenangan indah versi gue:

1. Gue ngeliput aksi bareng partner gue sekaligus sahabat gue di KPK. Setelah dinyatakan lulus dan menjadi anggota korpus, langsung ngeliput aksi. Ini kece menurut gue hahaha karena gue juga ketemu sama beberapa orang hmm...
2. Berhasil dapet presscard dan baju lapang koran kampus. Setelah beberapa bulan dapet pelatihan-pelatihan tentang jurnalisitik.
3. Aaah gue mendapat reward "Tersekret" waktu makrab korpus. Ini unik.
4. Gue ke PANTAI!! Akhirnyaaaa yaa.... Yup, gue ikut acara Kemah Riset (KERIS) yang diadain sama Bem Fema. Keris kali ini diadain di Pantai Ujung Genteng.
5. Magang Retro (bem) yang bikin gue makin tertarik, padahal awalnya nggak.
6. Kelompok Komunikasi Bisnis gue (Si Oentjal) menang 2 kategori di Communication Day. It's AWESOME!
7. Hmm Alhamdulillah dapet amanah di korpus.
8. Beberapa hari lalu gue meliput diskusi mahasiswa bareng Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha. #WhatAMoment
9. Punya "keluarga" baru korpus 9, keluarga besar korpus ipb dan ISDC :)
9. The last and the best gue menemukan orang-orang yang berharga buat gue, merekaa (Ine, Rona, Hafizh, dan Masjaw).

Arigatou Gozaimasu for all the momen you give to me :)
Terima kasih sebesar-besarnya gue ucapkan dan gue tujukan untuk Koran Kampus IPB (ku tercintah). Karena sebagian besar kenangan terindah gue itu yaaa karena Korpus IPB :D

Entah apa namanya..

Entah apa yang sebenarnya terjadi pd kamis malam lalu.. Kami kembali larut dalam percakapan absurd yang tak jelas arahnya kemana. Tertawa lepas seolah lupa akan adanya tugas dan serentetan ujian praktikum atau kuis dan kuliah pengganti. Tertahan di sebuah warung makan padahal makanan pesanan kami terlahap habis. Pun tidak sedang menunggu hujan reda. Tapi kami masih asyik mengobrol ke sana ke mari. Tertawa. Berniat pulang namun tak satu pun dari kami yang beranjak. Masih asyik dengan obrolan yang tak jelas arahnya itu. Seolah masing-masing dari kami melepas kerinduan, sehingga tak ada yang benar-benar ingin menyudahi pembicaraan. Kecuali malam yang semakin sepi (mungkin) atau tugas yang menanti. Padahal kami masih sering bertemu walau memang sudah lama tak makan bersama seperti ini. Berlima atau bisa juga berempat? Beberapa minggu ini kami memang jarang makan bersama seperti ini karena kesibukan masing-masing. Mungkin ini penyebabnya..

"Setuju atau tidak, mungkin masing-masing dari kita sedang melepas kerinduan, kepenatan, dan apalah itu namanya..."

Selamat Hari Ibuu

Ibu...
Satu kata yang bisa membuat tersenyum, tertawa, ataupun menangis.
Satu kata yang dapat membuat nyaman, tenang, tentram, dan damai.
Dan satu kata pun tak cukup untuk menggambarkan sosoknya.

Yaa.. Itu lah ibu.
Wanita tangguh dalam keluarga. Banyak yang menyebutnya sebagai sosok pahlawan, yang kuat, tangguh, hebat, dan tak terkalahkan. Sebagian lain menganggapnya sebagai seorang teman, sahabat. Tempat berbagi cerita yang terpercaya.

Ibu..
Sosok wanita yang rela berkorban, banting tulang demi keluarga. Berperan ganda, menjadi wanita karir dan ibu rumah tangga. Mencari uang dan mengurusi anak. Kerennya lagi, Ibu dapat membaginya dengan imbang, antara pekerjaan dan kasih sayang anak. Ada dua tipe ibu di dunia ini (menurutku). Pertama, ibu yang romantis. Ibu yang romantis adalah ibu yang dapat menunjukkan kasih sayangnya ke anak-anaknya. Maksudku rasa kasih sayang itu terlihat jelas. Bahkan terlihat seolah memanjakan. Berbeda dengan Ibu yang cuek, kaku. Terlihat tidak sayang kepada anaknya padahal Ia hanya tidak tau cara menunjukkan kasih sayang dan kepeduliannya yang begitu besar. Talk less do more, biasanya yang terjadi. Tanpa sepengetahuan si anak, ibu selalu tau apa yang diinginkan dan dibutuhkan anaknya. dan seperti itulah ibuku. Kadang romantis, tapi lebih sering seperti tipe 2.

Selamat hari ibu, ibuku sayang...

Teruntuk Kamu yang 'Menghilang'

"Karena pintu 'rumah' kita selalu terbuka untuk kamu yang ingin, akan, atau bahkan kembali pulang :)"
"Bila memang tertutup, buka saja dan kamu akan mendapati keluargamu kembali. Membiarkanmu menghilang bukan berarti melepaskanmu untuk pergi seutuhnya. Hanya saja, membebaskanmu untuk m'dapatkan sesuatu yg baru. dan aku yakin, hingga suatu saat nanti kamu akan kembali pulang. Kembali menjalankan kehidupan bersama 'keluarga'mu. Hingga sampai saat itu tiba, aku dan seluruh 'keluarga' akan menunggumu di 'rumah'. Menunggu saat kau membuka pintu 'rumah' & kembali. Karena memang hanya 'rumah' tempat kita kembali pulang (untuk saat ini)."

Late and Failed Birthday Surprise

Kamis, 5 Desember 2013 ...

Malam itu gue lagi ada di sekret korpus, lagi main. Iseng sambil nunggu hujan reda karena ada niatan buat latihan dance di GWW. Tapi karena mager gue mengurungkan niat buat latihan. Jadilah gue stay di sekret sampe malem. Tiba-tiba hape gue geter, ada telepon, ternyata dari Risa, roommate gue. Dia nanyain gue balik ke kosan apa nggak, soalnya mau nitip sesuatu. Singkat cerita, waktunya balik ke kosan.

Nineteenth

19 tahun lebih seminggu. Udah makin tua gue sekarang, tapi kelakuan masih suka kayak bocah. Cerita tentang kemarin, tepat di usia ke 19.. Selalu berbeda setiap tahunnya. Tapi ini bukan yang pertama kali atau kedua kalinya ulang tahun tapi nggak di rumah bersama keluarga inti. Bahkan mungkin ini sudah belasan kali, jadi gue nggak masalah.

Ada sedikit hal istimewa di hari kemarin, yang membuat gue cukup terharu. Bisa dibilang kejadian yang agak langka, karena seinget gue ini nggak pernah terjadi sebelumnya. Yaa, ada sebuah pesan dari ibu yang dikirim via chat whatsapp. Ini isi pesannya.
 "Sek HBD ya.. Kamu ngga pulang tah? Ada the harvest lho" 
Sederhana, bahkan menurut gue ini amat sederhana. Tapi buat gue ini istimewa. Jarang banget ibu ngucapin ultah ke anaknya ini. Seringkali beliau hanya mengungkapkan secara tersirat saja. Asli, sempet mau netes saking terharunya, tapi gue tahan.