Sekarang aku tahu bagaimana rasanya berada di tingkat akhir masa perkuliahan. Sekarang aku juga tahu mengapa ada mahasiswa yang telat lulusnya. Sebagian dari mereka mangkir dari tugas utamanya bukan karena malas, tapi karena telah menemukan passion atau sesuatu hal yang mereka senangi dan geluti yang membuat mereka agaknya melupakan kewajibannya untuk segera mengakhiri masa perkuliahan. Sebagian lain pun telah menemukan pekerjaan yang mereka minati, atau terpaksa bekerja demi memenuhi kebutuhan tingkat akhirnya (red: penelitian). Dan ... sebagian lainnya adalah kaum-kaum yang sedang berusaha menemukan ritme, gairah, dan mood dalam mengerjakan tugas akhir tersebut. Aku tak mau menyebutnya pemalas hahaha ... dan mungkin aku berada pada kategori yang terakhir tersebut.
Mengerjakan tugas akhir sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar di belakang nama ini bukan perkara yang mudah, pun juga bukan sesuatu yang dianggap susah. Perkara mudah atau susah itu tergantung bagaimana cara kita memandang. Untuk sebagian orang pasti menganggap tugas akhir ini layaknya tugas biasa pada umumnya, hanya saja dengan jumlah sks yang lebih besar dan tentunya melibatkan birokrasi yang cukup panjang pula ditambah dengan biaya yang tidak bisa dibilang rendah.
Tentunya dalam mengerjakan tugas akhir selalu ada hal-hal yang menghambat pengerjaan. Tapi pasti ada saja yang menjalaninya layaknya jalan tol saat tengah malam (lempeng tanpa aral melintang). Salah satu hambatan alias musuh terbesar para pejuang tugas akhir/skripsi adalah rasa MALAS dan TIDAK FOKUS. Ini persoalan yang sering kali menghampiri para mahasiswa tingkat akhir. Termasuk aku-yang-saat-ini-mengetik-blog-dengan-tujuan-mengembalikan-fokus. hahahaha banyak alasan. Sesungguhnya saat ini aku benar-benar kehilangan fokusku untuk mengerjakan proposal penelitian. Aku harus segera kembali fokus namun aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku merasa ......... bosan (?) entahlaah. Pada akhirnya aku mengetik ini untuk menuangkan apa yang aku pikirkan.
Rasa MALAS dan HILANG FOKUS itu bisa dihindari dengan berkumpul dengan sesama pejuang skripsi. Dengan bertemu mereka, kamu akan merasa ada teman seperjuangan yang juga sama-sama ingin segera memerdekakan diri. Tidak hanya itu, kamu juga bisa sedikit banyak berkonsultasi berdiskusi dengan mereka tentang topik penelitian mu. Sehingga kamu masih berada dalam atmosfer yang mampu membuatmu untuk tetap fokus mengerjakan. Sesungguhnya ini sangat membantu sekali kawan ... cobalah.
Hal kedua yang menjadi hambatan adalah rasa LELAH. Untuk hal ini kamu hanya perlu beristirahat. Tak perlu kamu vorsir diri kamu mengerjakan setiap hari setiap jam setiap menit. Bisa-bisa kepala kamu mengeluarkan asap dan akhirnya tumbang. Kamu juga butuh refreshing, tapi juga kamu harus tahu diri hahaha. Jangan keenakan refreshing trus akhirnya lupa. Dan jangan terlalu lama. Setidaknya satu hari cukup untuk menghirup udara segar atau sekedar menonton. hehehe Ingat jangan terlalu lama refreshing ...
Aaah macam benar saja aku memberikan wejangan. Yaa setidaknya semoga ini membantu kalian dan aku yang sedang mencoba mengembalikan fokuskuu hahaha.
 |
| Ilustrasi Gambar |
Apa pendapatmu tentang manusia yang
memakai topeng? Tentu saja banyak komentar mengenai hal tersebut. Ada yang
berkomentar bahwa pasti ia malu dengan wajahnya sendiri sehingga perlu memakai
topeng. Komentar lainnya mungkin saja ia seoarang pahlawan yang senantiasa
membantu masyarakat dan tidak ingin diketahui identitasnya. Sebagian lain
berkomentar mungkin ia bukan seorang pahlawan melainkan seorang pencuri atau
penjahat yang tentu saja tidak ingin diketahui orang banyak. Lantas apa intinya?
Intinya, siapapun ia dan apapun yang dilakukannya, ia hanya ingin
menyembunyikan wajahnya. Ini adalah pendapat orang tentang manusia bertopeng
dalam arti sebenarnya.
1. Jangan pernah sok-sokan jd spidergirl kalo benangnya abis.
2. Jangan pernah loncat ke rumput yang basah karena licin.
3. Jangan sok-sokan jd anak parkour kalo bukan anak parkour beneran.
4. Lebih bersabar kalo nunggu sesuatu.
Inti dari segala inti adalah SABAR MENUNGGU!
Hikmah?
1. Bisa bolos kuliah? Haha
2. Bisa tiduran leyeh-leyeh walopun badan sakit.
3. Bisa mencuri waktu tidur yg kurang gara-gara abis begadang.
4. Nambah pengalaman dan cerita.
5. Nambah postingan di blog. Hahaha
*konyol sekali hari ini*
Diposting beberapa jam setelah kecelakaan menimpa
di hari Senin nan cerah tp cukup kelabu.
Bogor, 26 Mei 2014
Seorang kawan bertanya padaku senja tadi. Pertanyaan yang menurutku cukup sederhana namun nyatanya sulit untukku menjawab.
"Hal apa yang menyenangkan buat lo? Kegiatan yang menurut lo menyenangkan atau paling menyenangkan?"
Cukup lama aku menjawab pertanyaan yang tiba-tiba tersebut. Sejenak aku berpikir, hal apa yang menurutku benar-benar menyenangkan. Menurutku hampir semua hal yang aku lakukan menyenangkan. Tapi dia menyuruhku untuk memilih satu hal yang paling menyenangkan bagiku. Entah, saat itu aku merasa tak ada hal yang benar-benar atau paling menyenangkan yang pernah aku lakukan. Kemudian aku tersadar bahwa hidupku, kegiatanku, hal yang pernah aku lakukan tidak benar-benar menyenangkan. Hanya sebatas menyenangkan. Hanya sebatas lalu dan dilupakan di kemudian hari. Mungkin aku pernah merasakan hal atau kegiatan yang paling menyatakan, namun aku tak ingat kapan, dimana, dan hal apa yang aku lakukan *sekedar menghibur diri*. Dalam benak lain aku menyangkal pernyataan tersebut. Pernyataan bahwa aku tak mengingatnya karena terlalu banyak hal menyenangkan yang terjadi. Ya. Memang banyak hal menyenangkan yang terjadi namun ternyata tidak terlalu bermakna hingga akhirnya terlupakan.
Saat itu juga yang terlintas dalam bayanganku adalah sosoknya. Sosok yang sudah lama tak ku jumpa, sosok yang beberapa tahun terakhir sudah tak ada dalam benakku. Namun sempat mampir sejenak hingga menimbulkan rindu sementara. Ternyata hal itu yang menurutku cukup menyenangkan. Dan akhirnya aku menjawab pertanyaan kawanku sesuai dengan hal yang ada dalam pikiranku.
"Ketika gue ketemu temen lama gue ..."
Jawaban agak gantung dan setengah malu. Sengaja aku jawab seperti itu, karena tak tau harus memberi jawaban seperti apa. Ia hanya tertawa ringan mendengar jawabanku lalu menegaskan kembali pertanyaannya. Saat itu aku sedang membaca sebuah novel. Dan terlintas dalam pikiranku untuk menjawab hal itu saja. Ya. Membaca buku, jawabanku. Setelah dipikir-pikir, sering kali setiap aku membaca buku, aku lupa akan waktu. Terlalu larut dalam cerita hingga akhirnya lupa akan waktu. Tak peduli di jalan, di ruang kelas, kalau sudah membaca dan bacaan tersebut menarik, aku pasti larut di dalamnya. Menyelami setiap lembar kehidupan cerita yang disajikan, menelaah setiap katanya untuk dijadikan sebuah referensi perbendaharaan. Kemudian larut dalam emosi, sedih, senang, marah, kesal yang dilontarkan oleh penulis. Tak jarang aku tertawa atau menangis atau kesal setiap membaca sebuah buku. Kawanku tadi bilang, kau telah terhipnotis. Setidaknya aku menemukan hal yang menurutku itu menyenangkan. :)
DAY 1...
Ceritanya lagi ngidam banget sama ramen dari hari sabtu kemaren. Itu berawal karena gue nggak jadi pulang ke rumah. Mager memenangkan segalanya. Seharian gue ada di kosan, nonton pileem, berniat pulang sore dan berakhir mager (nggak jadi pulang). Trus tiba-tiba gue pengen main, makan ramen, nge-sop duren kek, atau apapun itu lah. Jadilah, gue sms lima sekawan (kecuali ine). Singkat cerita mereka mau, tapi Rona udah makan, trus masjaw mager. Yaa ujung-ujungnya juga makan bareng..
Trus, sebelum gue pergi makan, gue mampir dulu ke sekret. Rencananya sih cuma mau numpang naro tas, trus langsung nge-ramen. Eeh, tapi karena jam udah mau magrib, kata Hapizah "ntar aja abis Magrib, nanggung." Yaudah, akhirnya jam 7an baru berangkat nge-ramen ke Bara Food Court (BFC) *padahal belum makan dari pagi *curcol*. Trus kita (gue Hapis, Iwa, Masjaw,(Rona nyusul)) ke sana deeh. Nyampe di BFC ..........
*broken heart* ramennya baru aja abis. *hiks syekali*. Kata masnya baru ada hari Senin, kalo Minggu tutup. Akhirnya makan di kuninng (lupa namanya) yang di bawah BFC deeh dan pesen sop jagung. Kalo udah masuk sesi makan bareng, nggak pernah luput ngobrol segala hal yang bisa diobrolin sampe bosen. Dan hari itu gue gagal makan ramen.
DAY 2 ...
Udah hari Senin, jadwal padet banget dari jam 7-5 sore. Baru sempet makan dijeda kuliah. Sorenya, temen gue ada yang mau makan di BFC. Dan gue jadi teringat kalo gue pengen makan ramen. Jadi lah gue pergi ke sana sama Inem. Trus, nyampe sana gue ambil menu+kertas yg buat mesen. Nah, gue pengen makan ramen chicken katsu. Dengan pedenya gue langsung nulis angka 2 di samping menu yang tulisannya chicken katsu. Kebetulan si Inem juga mau makan, dan menunya mau disamaain sama gue aja. Makanya gue pesen dua.
Nah setelah nunggu beberapa menit, mas-masnya nganterin pesenan kita sambil bilang, "chicken katsu donnya 2 yaa?" tanpa sadar gue meng-iya-kan. Trus baru ngeh beberapa detik kemudian karena menunya beda sama yang gue pengen. Iyaa.. Gue salah pesen menu. Gue nggak ngeliat tulisan ramennya, karena gue pikir sama aja. Dan karena emang gue udah laper dan terlalu 'excited' jadilah gue salah pesen. Sial!!!!! Gue nyesel paraaaah.. Dibayangan gue, udah kebayang-bayang kuah ramen yang seger plus pedes. Eh ternyata malah makan nasi yang nggak berkuah. *Hiks*. Kata Ine "untung bukan gue yang pesen rez, hahaha.."
SIAL! Gagal makan ramen deeeeeh ...
“kalian adalah temen-temen terbangke, terkampret, ter-annoying; gue pengen kalian gangguin kayak dulu lagi, dammit!" - yeahmahasiswa-
people come and go, selagi masih bisa kumpul, usahakanlah kumpul,
nikmatin kebersamaan, while it lasts
people come and go, memories from time well spent with them stay
kalo ada yang ngajak ngumpul, usahakan kumpul, walau ngga lagi kangen-kangen amat.
Who knows it’s their last, or yours
"nyatanya ilang temen yang biasanya suka ngumpul bareng lebih nyakitin daripada putus sama patjar,"
Dulu sih mau kumpul tinggal kumpul,
lama-lama
diajakin via grup chat yang ngerespon makin dikit, makin dikit,
makin dikit.
Sampe masing-masing udah sibuk sendiri-sendiri.
"Ada satu titik masa di mana lo seolah ngeliat ke belakang, terus sadar kalo temen2 yang dulu barengan satu2 pada hilang."
Dari yang mau nyapa tinggal nyapa
sampe kalo mau nelepon mesti tanya dulu lagi sibuk ngga
Dari yang kalo mau chat ngga perlu ada topik aja bisa seru
sampe yang mau mulai chat temen lama aja nunggu ada perlu/topiknya dulu
Kalo udah gini, ya ngga bisa nyalahin siapa-siapa, emang masanya udah habis :’)
Sayangnya kangen itu datengnya ngga barengan; pas kita kangen mereka yang dikangenin lagi ngga kangen. Dan sebaliknya.
masa-masa kita bener-bener bikin effort buat ketemuan, bukan sekedar kalo waktunya luang doang…
meskipun yang jauh itu belum tentu hilang, tapi semakin jauh semakin ngerasa asing sampai akhirnya beneran hilang.
by: YEAHMAHASISWA
Tulisan ini buat temen-temen gue, temen SD, SMP, SMA,
temen sejurusan KPM49, temen organisasi Korpus
"5 Sekawan - College Never Ends" (terutama)
buat yang mulai sibuk dengan urusan masing-masing,
yang mulai "menghilang" dari peredaran,
dan yang akan meninggalkan masa muda.
Terima kasih untuk waktunya,
pengalamannya, canda tawa tangis,
dengan segala kegilaannya.
Bersyukur kita dipertemukan,
walau di akhir ambang masa remaja,
sekali lagi Terima Kasih teman,
aku kangen :)
"kita cuma kebetulan aja jalannya lagi ketemu di kuliah ini, nanti pisah, semoga jalannya sempet singgungan lagi kapan-kapan" - YM-
Back to school kali ini disponsori oleh Cijantung Kampus Expo (Cikampex). Expo yang diadain mantan sekolah gue ini mengundang kampus-kampus ternama, tentunya yang ada alumni sekolah gue. Semacam sosialisasi pengenalan kampus yang nantinya bakal mereka tuju. Hampir setiap awal tahun, sekolah gue ngadain acara ini, karena ini emang penting banget baut mereka yang mau ngelanjutin ke sekolah yang lebih tinggi. Ada banyak universitas/sekolah tinggi yang diundang. Sesuai dengan lulusan alumni dari sekolah gue. Biasanya yang diundang itu ada UI, ITB, IPB, ITS, UNPAD, UNDIP, UGM, UNS, STAN, STIS dan masih banyak lagi.
Sabtu yang lalu, gue ikutan lagi Cikampex ini hanya untuk sekedar melepas rindu kepada sekolah dan teman-teman SMA. Sekolah nggak banyak berubah, semenjak gue tinggalin 2 tahun yang lalu. Hanya beberapa bangunan yang direnovasi. Temen-temen se-angkatan gue juga nggak banyak berubah. Cuma beberapa orang yang terlihat perubahannya, dari gaya rambut, berpakaian tapi yang terlihat jelas yaitu perubahan berat badan dari yang gemuk jadi kurus, yang kurus jadi gemuk, atau yang kurus makin kurus juga ada. Tapi Cikampex kali ini gue nggak banyak ketemu temen-temen angkatan gue, alasannya karena memang yang kebagian jatah sosialisasi kali ini bukan angkatan gue tapi angkatan di bawah gue. Yaah gapapalaaah sedikit bernostalgia dengan suasana sekolah, kelas, kantin dan guru-guru juga sudah cukup mengobati rindu akan masa sekolah.
Kalo ada yang bilang masa sekolah itu asik, itu bener banget! Tapi kuliah juga nggak kalah asiknya kok. Gue malah lebih ngerasa asik masa-masa kuliah dibanding sekolah. Entahlaah... tapi disatu sisi juga gue kangen banget sama masa-masa sekolah. Terutama kalo lagi bener-bener penat sama kehidupan perkuliahan dengan tugas yang tiada henti menghampiri. Menurut gue, baik masa sekolah atau masa kuliah pasti punya sisi asiknya tersendiri bagi yang menjalaninya. Jadi apapun yang terjadi, jalanin aja dengan enjoy. Tapi sesuai kadar yaah jangan terlalu santai, nggak baik haha :D
"... perlu kita
sadari bahwa wadah untuk berkontribusi tidak sesempit yang kamu
gambarkan. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu banyak
orang lainnya." -M.sigit susanto-
Pernah mengalami kegagalan? Gue yakin semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Walaupun cuma satu kali, tetap saja pernah mengalaminya. Lalu apa yang kamu rasakan saat kamu mengalaminya? Sedih? pasti. Iri? Yaa gue rasa ada sedikit rasa iri yang menyelimuti hati kan. Kecewa? Tentu saja karena menyangkut hal yang selama ini kita inginkan namun nyatanya tidak tercapai.
Kali ini gue mau share apa yang gue alami. Syukur-syukur bisa jadi motivasi atau inspirasi. Beberapa waktu lalu gue pernah share tentang kabar kurang baik di awal tahun, tentang kegagalan gue masuk sebuah organisasi di kampus. Hmm anggap aja itu kegagalan pertama yang gue alami. Jujur gue cukup sedih dapet kabar itu. Ada sedikit rasa iri juga ke partner gue karena dia yang berhasil lolos, sedangkan gue nggak. Tapi itu nggak berlangsung lama kok. Cukup sehari dua hari ngerasa terpuruk. Karena gue sadar mungkin bukan di situ tempat gue, ada tempat dan hal lain yang lebih berarti yang bisa gue lakuin. Di samping itu, partner gue juga selalu kasih support buat gue, temen-temen deket gue juga. So, I can move forward fast. Tapi hmm ... emang agak sensitif kalo udah berhubungan dengan organisasi itu, rapat dsb. Masih ada rasa yang nggak bisa dijelasin.Tapi itu cuma sebentar doang, setelah itu lupa.
" ... ketika kita
belum berkesempatan bergabung kedalamnya bukan berarti kemampuan kita
buruk, bisa jadi karena bukan orang seperti kita yang sedang dibutuhkan
oleh organisasi itu." -M.sigit susanto-
Kegagalan kedua di awal tahun, gagal ikut kepanitiaan sebuah acara yang diadain organisasi tersebut dan lagi-lagi partner gue yang lolos. Well, jatuh untuk kedua kalinya. Sakit untuk kedua kalinya. Kecewa untuk kedua kalinya dan iri untuk kedua kalinya. Kali ini nggak sesedih yang pertama tapi rasa-rasa ituu bener-bener masih ada. Jujur aja gue ngerasa bersalah sama partner gue, karena gue hmm sempat iri sama dia. Nggak seharusnya gue begitu kaan? Tapi yaaaah mau gimana lagi toh. Maafin gue yaah. Dan disaat gue lagi dalam kondisi seperti ini dia ngasih gue link
INI. Setelah gue baca ituuu bener-bener ngerasa kayak ditampar. Ituuu sesuai banget sama apa yang terjadi sama gue. Nggak paham lagi, bisa se-kebetulan itu.
Thanks so much for my best partner ever. Really thanks to her {}
Hidup itu nggak hanya tentang meratapi kegagalan dan masa lalu. Life must go on. We have to move forward. It's ok, if sometimes we look back, but it just to learn from our past. I think its fine if we don't want to hear anything about "that". But it's just for a while, not for a long time. Just for a couple days, then we have to face it. Don't act like looser who don't want face their failure. Be brave to face it.
*This post dedicated to everyone who ever failed.
then for my best partner ever, inem
-THANKS-
Tiba saat dimana gue harus kembali menjalani serangkaian ujian. Yap!! Ujian Akhir Semester. Menjadi momok bagi sebagian mahasiswa, karena datangnya di saat yang tidak tepat. Ujian rasa Liburan they said. Gimana nggak? Disaat universitas lain saat ini sedang dan telah menjadi liburan mereka, kampus gue BARU MULAI ujian. Kampreet nggak?? Jadi laah UAS rasa Liburan. Tapi setelah dipikir-pikir kapan siih UAS nggak rasa Liburan. Lhaa wong abis UAS itu liburan. Jelas toh, UAS rasa Liburan karena yang dipikirin pasti liburannya. Nanti liburan kemana yaa? Ngapain yaa? dan segala macam pertanyaan lainnya tentang liburan.
Jadii mau UAS rasa liburan kek, cokelat kek, stroberi kek, anggur kek, tetep aja judulnya UJIAN. Ngerjain soal, yang kebanyakan mukanya langsung berubah ketika soal tersebut dibagikan dan akhirnya selesai mengerjakan. Keluar ruangan raut wajah kembali berubah dari yang tegang atau kalem (karena udah belajar) jadi waswas takut nilainya jelek karena belajar nggak belajar sama aja susah ngerjainnya pfft. Tapi ada juga yang memegang teguh prinsip "Datang, Kerjakan dan Lupakan!". Mereka yang biasa memegang teguh prinsip ini keluar ruangan dengan raut wajah yang adem ayem tanpa beban, serasa semua telah berakhir padahal masih ada soal di hari esok. Terkadang ke-santai-an mereka membuat panik beberapa mahasiswa lainnya, karena mereka berpikir "Waah ini anak pasti bisa ngerjainnya." Padahal maaah .... *isi sendiri*.
Yaudah laah yaaa.. Yang masih UAS, yang BARU Mulai UAS, Yang udah mau selesai..
"SEMANGAT!!! Perjuangan belum berakhir."
and
"Keep Calm and Pray and Fatalisme for UAS and IPK"