Being A "Jurnalis Kampus"

18.32 rezkyka 0 Comments

Konferensi Pers dengan Prabowo Subianto di ruang sidang gedung rektorat
Kunjungan Prabowo ke IPB jumat (28/2) lalu memberikan sebuah pengalaman baru lagi buat gue. Profesi gue sebagai seorang reporter di kampus atau istilah sangarnya wartawan kampus memberikan kesempatan dan peluang yang cukup bagus bertemu dengan orang-orang penting (dengan mudahnya). Jarang-jarang kan mahasiswa (biasa) bisa bertemu dengan orang penting dengan mudahnya. Kalo bukan dari kalangan eksekutif, aktivis, atau kalangan orang-orang yang memang kerjaannya bertemu orang penting, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang penting, petinggi kampus bahkan negeri hanya sedikit.

Prabowo sesaat sebelum meninggalkan IPB di lapangan sepakbola gymnasium
Profesi gue sebagai seorang reporter ini memberikan kesempatan yang sama tingginya dengan seorang eksekutif (presma) atau aktivis kampus. Mungkin bahkan bisa lebih tinggi. Bisa bertemu, wawancara, memotret dari jarak yang cukup dekat, atau mungkin bahkan berkenalan dengan para petinggi tersebut itu sesuatu hal yang menurut gue (sebagai mahasiswa) itu "WAAAH" banget. Dengan kata lain gue beruntung jadi seorang reporter. Yaa, contohnya aja waktu kunjungan Prabowo ke IPB. Gue bisa melihat beliau dengan jarak hanya beberapa meter, berada dalam satu ruangan bersama beliau dengan beberapa media nasional lainnya. Ini kedua/ketiga kalinya gue bekerja berdampingan dengan media nasional. Kali pertama itu saat gue meliput aksi di gedung KPK. Jujur, ini suatu kebanggaan tersendiri buat gue. Gue mencoba buat nggak naif yaa .. Nggak cuma itu, di kunjungan Prabowo kemarin gue juga sempat bersalaman dengan beliau. Walaupun gue seorang reporter, di sisi lain gue juga seorang mahasiswa (biasa), yang seneng bisa bertemu dengan 'orang penting'. Yang jelas saat gue jadi seorang reporter yaa gue harus profesional. 

Sebelumnya gue juga pernah bertemu dengan Julian Aldrin Pasha, seorang Jubir Presiden, saat Presiden SBY berkunjung ke IPB. Gue bertugas untuk meliput beliau, sedangkan beberapa kru lain meliput orasi ilmiah SBY di GWW dan meliput kedatangan beberapa menteri di Gedung Rektorat. Lagi-lagi kesempatan emas buat bertemu dengan 'orang penting'. Walaupun saat bertemu beliau gue nggak sempet wawancara, karena beliau juga terburu-buru. Yaa ... kapan lagi coba bisa bertemu dengan 'orang penting'. Well, keinginan gue jadi reporter yaa nggak lepas dari yang gue ceritain ini, selain ketemu dengan 'orang penting' (dengan mudah tapi kadang juga susah), bisa jalan-jalan (gratis). Untuk saat ini buat liputan jalan-jalan dan gratis itu masih belum kesampaian siih. Tapi buata ukuran mahasiswa, bertemu 'orang penting' itu udah amat sangat cukup banget kok. Kapan lagi lo bisa wawancara/ngobrol sama presma, sama orang-orang di rektorat, sama rektor dan wakil rektor. Selain bisa bertemu dengan mereka tentunya ada info dan ilmu baru yang bisa lo dapetin. Itu alasan kenapa gue memilih jadi seorang reporter di Koran Kampus IPB. Hahahahaha.. 

Oh iya satu lagi, gue wawancara atau bertemu dengan 'orang-orang penting' itu nggak sendirian kok. Selalu ada partner yang setia menemani hahaha. Dia adalah INEM. Entah kebetulan atau apa, tiap kali ada kegiatan meliput mereka gue selalu berdua dengan partner gue itu. Meliput aksi, meliput jubir, meliput Prabowo, selalu meliput bareng ine. Cuma satu yang belum kesampaian niih, sebagai seorang wartawan kampus belum lengkap rasanya kalo belum meliput atau wawancara petinggi di IPB alias Pak Rektor. Istilahnya gue udah ketemu banyak orang luar tapi belum pernah ketemu dengan beliau. Padahal waktu kunjungan Prabowo itu ada beliau, tapi yaudah sekedar lalu aja, belum berbicara secara langsung gitu. Hehehe ... Hmm gapapa pasti ada jalan dan kesempatan untuk wawancara langsung dengan beliau. Another dreams gue niih. Firasat gue siih, nggak lama lagi gue bisa melakukan itu, doakan saja yaa hehehehe...

Yaa itu tadi sedikit pengalaman gue menjadi seorang jurnalis kampus. Thats why I love my job, I love being a journalist, being a reporter, yang membuat gue terkadang bukan menjadi mahasiswa biasa. Tapi juga kadang gue sedikit minder ketika gue belum bisa menerapkan kejurnalisan gue dengan baik dan benar. Thanks buat KORPUS yang membesarkan gue, yang memberi gue banyak pengalaman dan pembelajaran baik dari organisasi itu sendiri atau pengalaman dan pembelajaran sebagai seorang reporter. Terus mencetak orang-orang hebat yaa pusss... :p ;D

You Might Also Like

0 comments: