Sudah memiliko kepala dua. Sudah seharuanya bersikap dewasa. Dan banyak hal terjadi hari ini..

"Semakin kuat kamu mencoba untuk bersikap biasa, semakin kamu merasa tidak biasa," -ME-
maaf saya tidak bisa mngontrol perasaan saya
Seorang kawan bertanya padaku senja tadi. Pertanyaan yang menurutku cukup sederhana namun nyatanya sulit untukku menjawab.
"Hal apa yang menyenangkan buat lo? Kegiatan yang menurut lo menyenangkan atau paling menyenangkan?"
Cukup lama aku menjawab pertanyaan yang tiba-tiba tersebut. Sejenak aku berpikir, hal apa yang menurutku benar-benar menyenangkan. Menurutku hampir semua hal yang aku lakukan menyenangkan. Tapi dia menyuruhku untuk memilih satu hal yang paling menyenangkan bagiku. Entah, saat itu aku merasa tak ada hal yang benar-benar atau paling menyenangkan yang pernah aku lakukan. Kemudian aku tersadar bahwa hidupku, kegiatanku, hal yang pernah aku lakukan tidak benar-benar menyenangkan. Hanya sebatas menyenangkan. Hanya sebatas lalu dan dilupakan di kemudian hari. Mungkin aku pernah merasakan hal atau kegiatan yang paling menyatakan, namun aku tak ingat kapan, dimana, dan hal apa yang aku lakukan *sekedar menghibur diri*. Dalam benak lain aku menyangkal pernyataan tersebut. Pernyataan bahwa aku tak mengingatnya karena terlalu banyak hal menyenangkan yang terjadi. Ya. Memang banyak hal menyenangkan yang terjadi namun ternyata tidak terlalu bermakna hingga akhirnya terlupakan.
Saat itu juga yang terlintas dalam bayanganku adalah sosoknya. Sosok yang sudah lama tak ku jumpa, sosok yang beberapa tahun terakhir sudah tak ada dalam benakku. Namun sempat mampir sejenak hingga menimbulkan rindu sementara. Ternyata hal itu yang menurutku cukup menyenangkan. Dan akhirnya aku menjawab pertanyaan kawanku sesuai dengan hal yang ada dalam pikiranku.
"Ketika gue ketemu temen lama gue ..."
Jawaban agak gantung dan setengah malu. Sengaja aku jawab seperti itu, karena tak tau harus memberi jawaban seperti apa. Ia hanya tertawa ringan mendengar jawabanku lalu menegaskan kembali pertanyaannya. Saat itu aku sedang membaca sebuah novel. Dan terlintas dalam pikiranku untuk menjawab hal itu saja. Ya. Membaca buku, jawabanku. Setelah dipikir-pikir, sering kali setiap aku membaca buku, aku lupa akan waktu. Terlalu larut dalam cerita hingga akhirnya lupa akan waktu. Tak peduli di jalan, di ruang kelas, kalau sudah membaca dan bacaan tersebut menarik, aku pasti larut di dalamnya. Menyelami setiap lembar kehidupan cerita yang disajikan, menelaah setiap katanya untuk dijadikan sebuah referensi perbendaharaan. Kemudian larut dalam emosi, sedih, senang, marah, kesal yang dilontarkan oleh penulis. Tak jarang aku tertawa atau menangis atau kesal setiap membaca sebuah buku. Kawanku tadi bilang, kau telah terhipnotis. Setidaknya aku menemukan hal yang menurutku itu menyenangkan. :)
Aku diajarkan tentang ilmu komunikasi di perkuliahan. Dosen mengajarkan padaku bahwa komunikasi itu penting. Hidup selain butuh makan juga butuh komunikasi. Jadi komunikasi itu penting. Komunikasi juga sebagai jembatan dalam sebuah hubungan atau dalam menjalin suatu hubungan. Tanpa komunikasi, kecil kemungkinan hubungan tersebut akan berhasil. Hubungan dalam bentuk apapun itu, baik pertemanan, kolega, atau mungkin hubungan yang lebih dari sekadar teman. Hubungan yang lebih intim antara dua jenis kelamin yang berbeda.
Komunikasi tatap muka secara intensif dalam suatu hubungan dapat menjadi tolok ukur keberhasilan dalam menjalin hubungan tersebut. Mengapa? Kita dapat mengenal satu dengan yang lain bila kita berkomunikasi. Terlebih lagi bila kita berkomunikasi secara langsung. Kita juga bisa memahami karakter lawan bicara, dan komunikasi non verbal yang ia keluarkan.
Ketika kamu tak lagi bisa berkomunikasi dengan teman dekatmu, apa yang kamu lakukan? Ketika kesibukan membuat kalian tak bisa lagi berkomunikasi seperti biasanya, saling bertukar cerita, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu akan diam saja atau tetap berusaha menjalin komunikasi? Aku sedang merasakannya dan tak tahu apa yang harus aku lakukan. Tak ada hal yang bisa dijadikan bahan pembicaraan. Aku merasa sudah tak lagi mengenal dirinya... Dan rasa ini menyebalkan.
"Komunikasi itu penting! Jangan pernah meremehkan kekuatan komunikasi. Jadi, jaga komunikasi terhadap teman, keluarga dll. Jangan sampai kalian menyesal suatu hari, dan seolah tidak mengenal mereka,"
aku ingin mengenalmu lagi, aku ingin bertukar cerita lagi,
aku ingin ...
Hai REZKY!!!!!
How are you?! Hope you fine :)
Udah memasuki bulan baru nih, bulan Maret. Harus semangat yaa, tetep fokus sama tujuan awal kamu. Jenuh, lelah itu boleh kok. Bahkan wajar banget. Tapi yaa jangan kelamaan kasian tugas-tugas atau orang-orang yang mungkin tanpa sengaja kamu sakitin gara-gara kelakuan kamu. Ok?! Jangan lupa tetep jaga kesehatannyaaa.
Yaudah, aku tau kamu lagi jenuh, jangan lama-lama. Cepet balik lagi yaa..
Salam sayang,
suara hati rezky :)
Tanya kenapa??
Kenapa cewek dan cowok nggak bisa murni sahabatan? Kenapa hampir persahabatan antara cewek dan cowok itu berakhir dengan rasa cinta? Rara cinta yang lebih dari sekedar sahabat. Sahabat jadi cinta..
Klasik sih, tapi ini hampir terjadi di setiap orang yang memiliki persahabatan cewek dan cowok. Lalu kenapa hal itu bisa terjadi? Apa karena memang cinta ada karena terbiasa?
Terkadang, jatuh cinta dengan sahabat sendiri ituu nggak enak. Merasa canggung, aneh, dan jadi nggak bebas. Padahal biasa aja, tapi selalu ada rasa yang aneh. Entah itu apa -__- Dan sekarang gue kembali merasakan ini. Ini nggak enak, aneh.
Kalau di Jepang bulan ini memasuki musim gugur dan kata seorang kenalan bulannya Momiji juga. Namun sayang momiji baru benar-benar terlihat saat akhir bulan November.