Showing posts with label cerpen. Show all posts

Malam Bulan Purnama

Aku menengadah ke langit luas sesaat setelah keluar dari gedung mahasiswa. Menatap langit yang nampak gelap, mendung nyatanya. Langit malam memang gelap, namun nampak lebih gelap ketika mendung menyerang. Seseorang menepuk pundakku dan berkata "Apa yang kamu lihat?" 

"Tidak ada," jawabku. "Ternyata sekarang malam bulan purnama," lanjutku. Ia mengaggukkan kepala tanda setuju padaku. Dan kami melajutkan perjalanan pulang. Sesekali aku kembali menengadah menatap sang luna sambil tersenyum kecil. Benar-benar indah. Ia membuat terang malam yang gelap karena awan mendung. Berada di balik awan tak membuatnya kehilangan cahaya. Cahayanya memancar membentuk lingkaran pelangi di sisinya. Dan aku tahu seseorang ada bersamaku saat ini sedari tadi memperhatikan tingkah lakuku. Ia hanya melihatku teduh sambil sesekali tersenyum. Aku memang tidak menoleh ke arahnya, namun aku tahu. Aku bisa merasakannya dan senyum itu terlihat dari sudut mataku.

"Apa?" tanyaku. "Aah tidak, kamu suka sekali bulan yaa, Luna?" tanyanya. Aku hanya mengangguk, meng-iya-kan. Kemudian terdiam lagi. Dia adalah Bintang. Teman satu organisasi. Dan aku, Luna. Perempuan yang punya "random mind". Kami pulang bersama karena kebetulan tempat kami tinggal searah.

Esoknya, masih malam bulan purnama. Aku dan Bintang kembali pulang bersama, namun kali ini kami mampir untuk makan malam.

"Malam ini masih bulan purnama, apa yang kamu suka dari bulan?" tanyanya padaku membuka pembicaraan malam itu. "Karena bulan menerangi malam yang gelap. Bukan berarti aku benci kegelapan, hahaha" jawabku.

"Kamu juga suka bintang?" tanyanya lagi. "Bintang? Kamu? atau bintang di langit? hahaha" tanyaku memastikan. "Dua-duanya boleh hahaha," jawabnya.

"Kalau begitu ........ aku suka keduanya." tanpa sadar rona pipiku memerah. Beruntung saat itu kami masih di jalan, dan agak gelap jadi tak terlalu terlihat. "Lantas, apa yang kamu suka dari bintang?" tanyanya lagi. "Karena mereka meng-indahkan malam." "Terima kasih," jawabnya.

"Untuk apa?" tanyaku. "Untuk menyukai bintang. Karena aku juga menyukai bulan seperti kamu menyukai bintang," Kami terdiam. Canggung dan bingung untuk meneruskan pembicaraan. Terlalu ambigu. Apa yang dia maksud? Apa dia juga menyukaiku? Namaku, Luna yang berarti bulan. Dia bilang dia menyukai bulan seperti aku menyukai bintang. Aku sibuk dalam pikiranku sendiri. Tak sadar Bintang memanggilku sejak tadi.

"Luna, kamu baik-baik saja?" Tidak. "Yaaa.... tentu." Tiba-tiba dia menggemgam tanganku, dan berbisik di telingaku. Jantungku berdegup cukup kencang, semoga tak terdengar olehnya. Oh tidak. Apa yang ia katakan tadi? Boleh aku mendengarnya sekali lagi? Aku seperti melayang-layang di udara. Jiwaku seolah sedang terbang melayang. Aku hanya bisa terdiam dan membiarkannya menggemgam tanganku erat.

Setelah makan, dia mengantarku pulang ke kosan. Kami hanya terdiam sepanjang makan dan perjalanan pulang. Suasana tiba-tiba menjadi canggung. Dia kembali menggemgam tanganku. Aku tak menolak. Kami berjalan di bawah sinar bulan purnama yang terang dan ribuan bintang yang berkelap-kelip. Tak lama kami sampai di depan kosan tempat ku tinggal.

"Terima kasih," ucapku. Dan entah tiba-tiba saja, di luar kendaliku, aku berbisik padanya. "Aku juga suka Bintang," Bintang tersenyum. Senyum paling manis yang pernah kulihat. "Terima kasih, Luna." Ia mengelus rambutku. "Sebaiknya kamu masuk, dan beristirahat. Selamat malam."

"Selamat malam," malam yang indah. Benar-benar indah. Terima kasih Bintang. Terima kasih bulan purnama. Aku tidak akan lupa hari ini. Aku senang sekali.

sebuah kisah


PROLOG 
Venus, seorang gadis kecil berambut pendek yang murah senyum dan periang. Semua orang yang mengenalnya dan dekat dengannya pasti bisa tersenyum melihat tingkahnya yang selalu saja bisa membuat orang di sekitarnya tersenyum ataupun tertawa.  Dia sesosok gadis yang unik, selalu bersemangat setiap harinya tak pernah kenal kata lelah dan pantang menyerah. Senang berpetualang dan aah, intinya dia adalah gadis yang unik menurut ku . . .

Venus ?? Eeeng, diaa, gimana yaah ?? Dia itu jail banget orangnya, nggak bisa diem, tapi baik banget siih. Dia sering ngebantuin gue kalo gue ada tugas, terutama sih tugas gambar, yaah dia lumayan laah kalo urusan gambar menggambar dan mewarnai haha tinggal dikasih es krim, selesai deh tuh tugas gue. Intinya ?? intinya siih she is my beloved sister . . .

Venus, ituuu anaknya manis, mandiri, baik, tapi yaa gitu pecicilan, nggak bisa diem, berantem mulu sama kakaknya, tapi kalo lagi akur, akuuuuur banget kompak bener deh itu berdua, apalagi kalo urusan jalan-jalan. Pengertian banget sama orang tuanya, suka ngebantu mamahnya kalo di rumah, dan sayang banget sama papah mamah. Intinya yaa, venus anak yang sayang sama orang tuanya ..

Venus, aduuuh susah kalo udah deskripsiin tuh anak satu. Undeskripeble banget hahaha. Kadang baik, kadang ngeselin, kadang sok manja, kadang bijak suka berubah-ubah moodnya. Tapi satu hal, dia sayang banget sama keluarganya dan sayang sama sahabat-sahabatnya. Dia anak yang menjunjung tinggi nilai persahabatan. Itu yang gue suka dari dia. Intinya, ehm i love the way she loved us.

Venus yaa ?? bbeeh dia tuh yaa, males banget kalo di kelas, tapi tiap ada PR tugasnya selesai duluan, nah kalo dikasih tugas dan suruh kumpulin hari itu juga, jarang banget selesai tepat waktu. Yang bikin heran lagi itu, gitu-gitu dia pinter, nilai ulangannya jarang yang dapet 7, selalu dapet 8-9. Dan dia salah satu cewek yang tangguh, preman sekolah aja tunduk sama dia hahaha. Intinya siih, she is our hero.

Venus !!! cewek songong itu yaah, yang sok jadi pahlawan, cuiih. Untung dia cewek, kalo nggak udah gue hajar kali tuh dia. Cuma namanya cowok yaa, harus ngalah sama cewek, masa iya cowok gebukin cewek, dikira banci gue ntar. Dia juga nggak jauh beda sama gue, males anaknya, cuma untungnya aja otaknya lebih encer dari gue.  Intinya ? gue jauh lebih baik dari lo ven hahaha

Venus ... cewek tomboy, periang, usil, suka bikin ulah, nggak bisa diem, tangguh, eehm manis, dan baik hehee. Hemm, jadi inget waktu awal-awal dulu ketemu, gara-gara telat dan kita dihukum berdua suruh mungutin sampah yang ada di halaman. Bukannya mungutin malah cekikikan gara-gara ulahnya. Intinya, she is unique.

Venus, hemm kalo ada yang bilang dia undeskripeble itu bener, emang agak susah kalo disuruh deskripsiin dia, tapi nggak sedikit orang yang bisa bilang dia ini dia itu blablabla. Ada yang bilang dia, manis. Iya. Dia jail. Nggak salah. Nggak bisa diem. Setuju. Periang, dan sayang orang tua. Setuju banget. Apa lagi yaa ?? tomboy. Iya. Dia cewek tomboy, nggak pernah mau disuruh pake rok, kecuali sekolah. Uniknya dia punya kesamaan kayak gue. Freak banget sama bintang, sama kayak gue. Itu hal yang gue suka. Gue jarang ngeliat dia nangis. Intinya she is strong girl, she like a star that brightning my day.