[Puisi Berantai] Tak Berjudul Part I

01.34 rezkyka 0 Comments

(Masjaw, Ijah, Rezky)

Tanggal 29 mei 2013
Di malam yang sayup
Seorang malaikat telah turun
Dengan mata bulat teduh
Berayun di lidah pintu.
Maka sambil membuat bahana indah
Dinyanyikan lagu
Yang mengandung sebuah berita
Yang bagus.
Dan tangannya terjulur indah
Terjuntai.

Padahal sejatinya romantisme hanyalah ilusi.
Ia tak ubahnya permainan rindu
Yang memaksamu tinggal pada secawan harapan yang bahkan palsu.

Menyisakan tangis pedih dalam hati
Dalam sebuah ruang terbuka namun kosong
Sepi...
Sunyi...

Candu yang bahkan sepengap camp konsentrasi di sarajevo. 
Romantisme tidur telungkup, 
Menertawai kita yang semalaman tak bisa tidur 
Karena papan ini tak beranjak diam karena diketik

Dan sekejap candu berubah pilu. 
Tersisa angan yang kosong dalam genggaman.
Hampa,
Angan pergi tanpa suara.

Sengaja kukunci kenangan di batas senja,
biar bisa kunikmati setiap jengkalnya tanpa jeda.
Berulang, dan tak mau pulang.

Lihatlah aku masih muda
Biarkan aku menjaga sukmaku
Silakan bubar.
Ijinkan aku memuliakan kesucian
Aku akan kembali ke surau
Merenungkan kefanaanmu
dan aku tersedak malu

You Might Also Like

0 comments: