[Puisi Berantai] Tak Berjudul Part III

01.57 rezkyka 0 Comments

(Ijah, Masjaw, Fara, Rezky, Anin)

Aku merindumu sepintas lalu.
Di detik itu pula aku tersedu.
Sedahsyat itukah bayanganmu menghunjam?

Aku mati suri
Berpegangan tanganmu
Digigiti semut dan lalat hinggap
Kita menjemput dia
Menyamun ruang-ruang peninggalan
Kau diam, menutup mulutku
Kau bilang kita bukan lagi abu
Kita bidak yang malu
Kita bukan kapur warna warni
Kita hanya sepasang mahluk singgah
Dan kita menyunggingkan firasat
Dan takkan selesai bertemu

Rindu itu selalu ada walaupun kita berusaha menyingkirkannya
Firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya,
Aku tak peduli ku terus berlari
Cepat pulang..

Hatiku bergetar ketika menatap sepasang matamu, 
seperti gempa tektonik berskala Richter tinggi yang berpotensi tsunami.
 
Mata yang selalu membuatku bertanya tanya
Ini nyata atau hanya sekedar mimpi?

Gerimis yang melukis sebentuk wajahmu kusadari hanyalah tipuan hujan pagi.
Ia hadir sekelebat, bagai bintang jatuh yang dinanti berjuta umat.
dan jendela ini yang membentengi aku dari segala tipuan.
mencegahku menghambur keluar,
untuk mendekap sebentuk wajah gerimis itu,
dan tersedu di bawah langit kelabu.

Gerimis menutupi tetesan air mata itu
Beruntung tak seorang pun melihat
Namun harap tetaplah harap
Rindu tetaplah rindu
Yang akan terus menumpuk
Hingga akhirnya tumpah layaknya banjir bandang yang tak terbendung

Engkau. 
Gerimis yang membuatku meringis. 
Badai yang membuatku menyeringai. 
Senja yang mendekapku manja.

Ah, kita memang menjajaki kerak bumi yang sama, 
menerawang atmosfer dengan awan yang sama. 
Tapi, apakah Tuhan kelak menjadikan kita satu senyawa?
 
Kau meminta senja
Aku menurut
Kau ingin jingga
Aku menurut
Kau menolak nafsuku
Aku menurut
Kau menghujamkan angkuh
Aku menurut
Kau suruh aku diam
Aku menurut
Kau marah, kau tak lagi suka
Kau ingin aku berbuat
Aku lemah menjawab:
Apasih mau kamu?
Kurang nurut apasih aku sama kamuuu?

Aku mendambakanmu 
seperti sepasang mata yang menanti spektrum aneka warna 
setelah langit menangis.

You Might Also Like

0 comments: