[Puisi Berantai] Tak Berjudul Part II

01.43 rezkyka 1 Comments

 (Uda david, Ijah, Fara)

Biarkan di barat sana ada empat musim,
Di sini hanya ada dua musim, untukmu...
Sebab cinta mestinya hatiku dan hatimu,
Tanpa hatinya...

Sejatinya cinta tak mengenal musim.
Sebab keberadaannya menghadirkan hangat di kala dingin menyengat.
Menyejukkan segala yang terlihat.
Layaknya pelangi yang datang selepas hujan lebat.

Aku mencintaimu seperti angin musim timur
Yang membawa hujan,
Yang membawa kehidupan bagi makhluk-Nya.

Yah, selepas hujan itu aku ingin mengunjungimu dalam rupa gerimis, jah..
Dalam sisa gerimis yg bermain di ujung2 daun yg menguning...
Aku menatap suatu masa dimana ada aku dan senyummu..
Dalam dingin yg menelusup tulang, aku berselimut dalam kenangan..
Kudengar jelas suaramu, masih bisa kueja tiap derai katamu...
Dalam hening seusai hujan, aku akui aku merindumu..
Hai gadis berbaju kelabu, adakah di sana kau mengingatku ?

Hai pria peramal cuaca, bolehkah aku merapal cinta?
Hujan punya caranya sendiri untuk menyatakan rasa.

You Might Also Like

1 komentar:

  1. waaaa terima kasih kak rezky, jadi keren gini hahaha

    BalasHapus