Pertanyaan Sederhana

00.27 rezkyka 0 Comments

Seorang kawan bertanya padaku senja tadi. Pertanyaan yang menurutku cukup sederhana namun nyatanya sulit untukku menjawab.
"Hal apa yang menyenangkan buat lo? Kegiatan yang menurut lo menyenangkan atau paling menyenangkan?"
Cukup lama aku menjawab pertanyaan yang tiba-tiba tersebut. Sejenak aku berpikir, hal apa yang menurutku benar-benar menyenangkan. Menurutku hampir semua hal yang aku lakukan  menyenangkan. Tapi dia menyuruhku untuk memilih satu hal yang paling menyenangkan bagiku. Entah, saat itu aku merasa tak ada hal yang benar-benar atau paling menyenangkan yang pernah aku lakukan. Kemudian aku tersadar bahwa hidupku, kegiatanku, hal yang pernah aku lakukan tidak benar-benar menyenangkan. Hanya sebatas menyenangkan. Hanya sebatas lalu dan dilupakan di kemudian hari. Mungkin aku pernah merasakan hal atau kegiatan yang paling menyatakan, namun aku tak ingat kapan, dimana, dan hal apa yang aku lakukan *sekedar menghibur diri*. Dalam benak lain aku menyangkal pernyataan tersebut. Pernyataan bahwa aku tak mengingatnya karena terlalu banyak hal menyenangkan yang terjadi. Ya. Memang banyak hal menyenangkan yang terjadi namun ternyata tidak terlalu bermakna hingga akhirnya terlupakan.

Saat itu juga yang terlintas dalam bayanganku adalah sosoknya. Sosok yang sudah lama tak ku jumpa, sosok yang beberapa tahun terakhir sudah tak ada dalam benakku. Namun sempat mampir sejenak hingga menimbulkan rindu sementara. Ternyata hal itu yang menurutku cukup menyenangkan. Dan akhirnya aku menjawab pertanyaan kawanku sesuai dengan hal yang ada dalam pikiranku. 
"Ketika gue ketemu temen lama gue ..."
Jawaban agak gantung dan setengah malu. Sengaja aku jawab seperti itu, karena tak tau harus memberi jawaban seperti apa. Ia hanya tertawa ringan mendengar jawabanku lalu menegaskan kembali pertanyaannya. Saat itu aku sedang membaca sebuah novel. Dan terlintas dalam pikiranku untuk menjawab hal itu saja. Ya. Membaca buku, jawabanku. Setelah dipikir-pikir, sering kali setiap aku membaca buku, aku lupa akan waktu. Terlalu larut dalam cerita hingga akhirnya lupa akan waktu. Tak peduli di jalan, di ruang kelas, kalau sudah membaca dan bacaan tersebut menarik, aku pasti larut di dalamnya. Menyelami setiap lembar kehidupan cerita yang disajikan, menelaah setiap katanya untuk dijadikan sebuah referensi perbendaharaan. Kemudian larut dalam emosi, sedih, senang, marah, kesal yang dilontarkan oleh penulis. Tak jarang aku tertawa atau menangis atau kesal setiap membaca sebuah buku. Kawanku tadi bilang, kau telah terhipnotis. Setidaknya aku menemukan hal yang menurutku itu menyenangkan. :)

You Might Also Like

0 comments: