Entah apa namanya..

Entah apa yang sebenarnya terjadi pd kamis malam lalu.. Kami kembali larut dalam percakapan absurd yang tak jelas arahnya kemana. Tertawa lepas seolah lupa akan adanya tugas dan serentetan ujian praktikum atau kuis dan kuliah pengganti. Tertahan di sebuah warung makan padahal makanan pesanan kami terlahap habis. Pun tidak sedang menunggu hujan reda. Tapi kami masih asyik mengobrol ke sana ke mari. Tertawa. Berniat pulang namun tak satu pun dari kami yang beranjak. Masih asyik dengan obrolan yang tak jelas arahnya itu. Seolah masing-masing dari kami melepas kerinduan, sehingga tak ada yang benar-benar ingin menyudahi pembicaraan. Kecuali malam yang semakin sepi (mungkin) atau tugas yang menanti. Padahal kami masih sering bertemu walau memang sudah lama tak makan bersama seperti ini. Berlima atau bisa juga berempat? Beberapa minggu ini kami memang jarang makan bersama seperti ini karena kesibukan masing-masing. Mungkin ini penyebabnya..

"Setuju atau tidak, mungkin masing-masing dari kita sedang melepas kerinduan, kepenatan, dan apalah itu namanya..."

Selamat Hari Ibuu

Ibu...
Satu kata yang bisa membuat tersenyum, tertawa, ataupun menangis.
Satu kata yang dapat membuat nyaman, tenang, tentram, dan damai.
Dan satu kata pun tak cukup untuk menggambarkan sosoknya.

Yaa.. Itu lah ibu.
Wanita tangguh dalam keluarga. Banyak yang menyebutnya sebagai sosok pahlawan, yang kuat, tangguh, hebat, dan tak terkalahkan. Sebagian lain menganggapnya sebagai seorang teman, sahabat. Tempat berbagi cerita yang terpercaya.

Ibu..
Sosok wanita yang rela berkorban, banting tulang demi keluarga. Berperan ganda, menjadi wanita karir dan ibu rumah tangga. Mencari uang dan mengurusi anak. Kerennya lagi, Ibu dapat membaginya dengan imbang, antara pekerjaan dan kasih sayang anak. Ada dua tipe ibu di dunia ini (menurutku). Pertama, ibu yang romantis. Ibu yang romantis adalah ibu yang dapat menunjukkan kasih sayangnya ke anak-anaknya. Maksudku rasa kasih sayang itu terlihat jelas. Bahkan terlihat seolah memanjakan. Berbeda dengan Ibu yang cuek, kaku. Terlihat tidak sayang kepada anaknya padahal Ia hanya tidak tau cara menunjukkan kasih sayang dan kepeduliannya yang begitu besar. Talk less do more, biasanya yang terjadi. Tanpa sepengetahuan si anak, ibu selalu tau apa yang diinginkan dan dibutuhkan anaknya. dan seperti itulah ibuku. Kadang romantis, tapi lebih sering seperti tipe 2.

Selamat hari ibu, ibuku sayang...

Teruntuk Kamu yang 'Menghilang'

"Karena pintu 'rumah' kita selalu terbuka untuk kamu yang ingin, akan, atau bahkan kembali pulang :)"
"Bila memang tertutup, buka saja dan kamu akan mendapati keluargamu kembali. Membiarkanmu menghilang bukan berarti melepaskanmu untuk pergi seutuhnya. Hanya saja, membebaskanmu untuk m'dapatkan sesuatu yg baru. dan aku yakin, hingga suatu saat nanti kamu akan kembali pulang. Kembali menjalankan kehidupan bersama 'keluarga'mu. Hingga sampai saat itu tiba, aku dan seluruh 'keluarga' akan menunggumu di 'rumah'. Menunggu saat kau membuka pintu 'rumah' & kembali. Karena memang hanya 'rumah' tempat kita kembali pulang (untuk saat ini)."

Tanya kenapa?

Tanya kenapa??
Kenapa cewek dan cowok nggak bisa murni sahabatan? Kenapa hampir persahabatan antara cewek dan cowok itu berakhir dengan rasa cinta? Rara cinta yang lebih dari sekedar sahabat. Sahabat jadi cinta..

Klasik sih, tapi ini hampir terjadi di setiap orang yang memiliki persahabatan cewek dan cowok. Lalu kenapa hal itu bisa terjadi? Apa karena memang cinta ada karena terbiasa?

Terkadang, jatuh cinta dengan sahabat sendiri ituu nggak enak. Merasa canggung, aneh, dan jadi nggak bebas. Padahal biasa aja, tapi selalu ada rasa yang aneh. Entah itu apa -__- Dan sekarang gue kembali merasakan ini. Ini nggak enak, aneh.

"Karena payung menjadi benda yang sangat berharga di kota hujan."

Tanggal Cantik?

11 Desember 2013 aka 11.12.13
Is there something special happen today? I don't think so... Why?

Karena hari ini belum berakhir, masih panjang. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti, karena itu masih menjadi rahasia Sang Sutradara. Para pemain sandiwara tak dibiarkan melihat skenario. Hanya Sang Sutradara yang berhak melihat, membuat dan mengatur jalannya sandiwara. Walau terkadang merasa tidak adil, para pemain hanya bisa pasrah. Membiarkan Sang Sutradara menjalankan tugasnya dengan apik.

Late and Failed Birthday Surprise

Kamis, 5 Desember 2013 ...

Malam itu gue lagi ada di sekret korpus, lagi main. Iseng sambil nunggu hujan reda karena ada niatan buat latihan dance di GWW. Tapi karena mager gue mengurungkan niat buat latihan. Jadilah gue stay di sekret sampe malem. Tiba-tiba hape gue geter, ada telepon, ternyata dari Risa, roommate gue. Dia nanyain gue balik ke kosan apa nggak, soalnya mau nitip sesuatu. Singkat cerita, waktunya balik ke kosan.

Nineteenth

19 tahun lebih seminggu. Udah makin tua gue sekarang, tapi kelakuan masih suka kayak bocah. Cerita tentang kemarin, tepat di usia ke 19.. Selalu berbeda setiap tahunnya. Tapi ini bukan yang pertama kali atau kedua kalinya ulang tahun tapi nggak di rumah bersama keluarga inti. Bahkan mungkin ini sudah belasan kali, jadi gue nggak masalah.

Ada sedikit hal istimewa di hari kemarin, yang membuat gue cukup terharu. Bisa dibilang kejadian yang agak langka, karena seinget gue ini nggak pernah terjadi sebelumnya. Yaa, ada sebuah pesan dari ibu yang dikirim via chat whatsapp. Ini isi pesannya.
 "Sek HBD ya.. Kamu ngga pulang tah? Ada the harvest lho" 
Sederhana, bahkan menurut gue ini amat sederhana. Tapi buat gue ini istimewa. Jarang banget ibu ngucapin ultah ke anaknya ini. Seringkali beliau hanya mengungkapkan secara tersirat saja. Asli, sempet mau netes saking terharunya, tapi gue tahan.

Perempuan Sembilan Belas Tahun

3 Desember 1994

Seorang bayi perempuan, mungil, berkulit sawo matang terlahir ke dunia. Di sebuah bidan di kawasan Waru, Sidoarjo, terdengar tangisan dari bayi mungil sesaat setelah keluar dari rahim sang ibu yang memecah keheningan. Sembilan belas tahun sudah ia menghirup udara gratis yang diberikan sang pencipta. Hidup dengan kehidupan yang dapat dikatakan normal bersama keluarganya, walau sempat berpisah dengan kedua orang tuanya.

Kini ia telah tumbuh, menjadi sesosok perempuan yang beranjak dewasa. Pencarian jati dirinya masih berlanjut hingga sekarang. Masih berpetualang sebelum akhirnya memutuskan dirinya untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. Yaa. Ia masih belum menemukan siapa dirinya. Tapi hal itu tak membuatnya lelah untuk terus berpetualang. Walau memang terkadang di titik-titik tertentu ia merasa jenuh atas apa yang telah dijalani dan dicari. Ia lelah. Namun dirinya mencoba bangkit dan melihat kembali peluang, kemungkinan-kemungkinan destinasi mana yang akan ia tuju selanjutnya, sebagai tempat berpetualang.

Hujan di awal Desember

Hai Desember ...

Cepat sekali waktu berjalan. Kini sudah berada di penghujung tahun saja. 1 Desember ... Hujan lebat yang datang seolah sebagai penanda awal bulan. Hujan selalu identik dengan keberkahan. Semoga saja benar. Agar bulan ini selalu dilimpahkan keberkahan-Mu yaa Allah..