Entah apa namanya..
"Setuju atau tidak, mungkin masing-masing dari kita sedang melepas kerinduan, kepenatan, dan apalah itu namanya..."
Just A Story From An Ordinary Girl
"Setuju atau tidak, mungkin masing-masing dari kita sedang melepas kerinduan, kepenatan, dan apalah itu namanya..."
Ibu...
Satu kata yang bisa membuat tersenyum, tertawa, ataupun menangis.
Satu kata yang dapat membuat nyaman, tenang, tentram, dan damai.
Dan satu kata pun tak cukup untuk menggambarkan sosoknya.
Yaa.. Itu lah ibu.
Wanita tangguh dalam keluarga. Banyak yang menyebutnya sebagai sosok pahlawan, yang kuat, tangguh, hebat, dan tak terkalahkan. Sebagian lain menganggapnya sebagai seorang teman, sahabat. Tempat berbagi cerita yang terpercaya.
Ibu..
Sosok wanita yang rela berkorban, banting tulang demi keluarga. Berperan ganda, menjadi wanita karir dan ibu rumah tangga. Mencari uang dan mengurusi anak. Kerennya lagi, Ibu dapat membaginya dengan imbang, antara pekerjaan dan kasih sayang anak. Ada dua tipe ibu di dunia ini (menurutku). Pertama, ibu yang romantis. Ibu yang romantis adalah ibu yang dapat menunjukkan kasih sayangnya ke anak-anaknya. Maksudku rasa kasih sayang itu terlihat jelas. Bahkan terlihat seolah memanjakan. Berbeda dengan Ibu yang cuek, kaku. Terlihat tidak sayang kepada anaknya padahal Ia hanya tidak tau cara menunjukkan kasih sayang dan kepeduliannya yang begitu besar. Talk less do more, biasanya yang terjadi. Tanpa sepengetahuan si anak, ibu selalu tau apa yang diinginkan dan dibutuhkan anaknya. dan seperti itulah ibuku. Kadang romantis, tapi lebih sering seperti tipe 2.
Selamat hari ibu, ibuku sayang...
"Karena pintu 'rumah' kita selalu terbuka untuk kamu yang ingin, akan, atau bahkan kembali pulang :)"
Tanya kenapa??
Kenapa cewek dan cowok nggak bisa murni sahabatan? Kenapa hampir persahabatan antara cewek dan cowok itu berakhir dengan rasa cinta? Rara cinta yang lebih dari sekedar sahabat. Sahabat jadi cinta..
Klasik sih, tapi ini hampir terjadi di setiap orang yang memiliki persahabatan cewek dan cowok. Lalu kenapa hal itu bisa terjadi? Apa karena memang cinta ada karena terbiasa?
Terkadang, jatuh cinta dengan sahabat sendiri ituu nggak enak. Merasa canggung, aneh, dan jadi nggak bebas. Padahal biasa aja, tapi selalu ada rasa yang aneh. Entah itu apa -__- Dan sekarang gue kembali merasakan ini. Ini nggak enak, aneh.
Malam itu gue lagi ada di sekret korpus, lagi main. Iseng sambil nunggu hujan reda karena ada niatan buat latihan dance di GWW. Tapi karena mager gue mengurungkan niat buat latihan. Jadilah gue stay di sekret sampe malem. Tiba-tiba hape gue geter, ada telepon, ternyata dari Risa, roommate gue. Dia nanyain gue balik ke kosan apa nggak, soalnya mau nitip sesuatu. Singkat cerita, waktunya balik ke kosan. "Sek HBD ya.. Kamu ngga pulang tah? Ada the harvest lho"Sederhana, bahkan menurut gue ini amat sederhana. Tapi buat gue ini istimewa. Jarang banget ibu ngucapin ultah ke anaknya ini. Seringkali beliau hanya mengungkapkan secara tersirat saja. Asli, sempet mau netes saking terharunya, tapi gue tahan.
3 Desember 1994
Seorang bayi perempuan, mungil, berkulit sawo matang terlahir ke dunia. Di sebuah bidan di kawasan Waru, Sidoarjo, terdengar tangisan dari bayi mungil sesaat setelah keluar dari rahim sang ibu yang memecah keheningan. Sembilan belas tahun sudah ia menghirup udara gratis yang diberikan sang pencipta. Hidup dengan kehidupan yang dapat dikatakan normal bersama keluarganya, walau sempat berpisah dengan kedua orang tuanya.
Kini ia telah tumbuh, menjadi sesosok perempuan yang beranjak dewasa. Pencarian jati dirinya masih berlanjut hingga sekarang. Masih berpetualang sebelum akhirnya memutuskan dirinya untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. Yaa. Ia masih belum menemukan siapa dirinya. Tapi hal itu tak membuatnya lelah untuk terus berpetualang. Walau memang terkadang di titik-titik tertentu ia merasa jenuh atas apa yang telah dijalani dan dicari. Ia lelah. Namun dirinya mencoba bangkit dan melihat kembali peluang, kemungkinan-kemungkinan destinasi mana yang akan ia tuju selanjutnya, sebagai tempat berpetualang.
Hai Desember ...
Cepat sekali waktu berjalan. Kini sudah berada di penghujung tahun saja. 1 Desember ... Hujan lebat yang datang seolah sebagai penanda awal bulan. Hujan selalu identik dengan keberkahan. Semoga saja benar. Agar bulan ini selalu dilimpahkan keberkahan-Mu yaa Allah..