Ketika dirimu sudah lama tak menginjakkan kaki di rumah
Ketika dirimu sudah lama tak melihat,
Bercengkrama bersama keluarga
Ketika kau telah merindukan gubuk derita
Akhirnya aku kembali pulang. Setelah 2-3 minggu berada di perantauan. Terdengar berlebihan memang, namun pada kenyataannya seperti itu. Mungkin aku termasuk orang yang mujur, yang beruntung dibandingkan dengan temanku yang lain. Mereka yang tak bisa pulang. Mereka yang harus menunggu libur panjang untuk dapat bertandang, kembali pulang ke kampung halaman.
Akhirnya juga aku bisa merasakan nikmatnya rumah. Nikmatnya tinggal bersama keluarga. Nikmatnya makanan yang disajikan. Nikmatnya kasur kapuk di kamar. Nikmatnya surga dunia. Yaa rumah = surga di dunia, menurutku.
Di penghujung bulan ini, aku pulang dan kembali merasakan rindu serta nikmatnya rumah. Tak begitu buruk sebagai penutup bulan. Pun Tidak istimewa namun cukup membahagiakan.
Bye November, thanks for everything...
*semoga bulan ini menjadi bulan yang istimewa buat lo yaa..
Jadi cerita hari ini mau malem mingguan di kampus. Di kampus gue lagi ngadain acara tahunan yg bisa dibilang acaranya besar. Nama acaranya Gebyar Nusantara (Genus). Acara ini tuh semacam replika budaya yg ada di Indonesia. Budaya-budaya dari sabang sampai merauke, dari tarian, baju adat sampai makanan daerah ada di sini. Maka dari itu, event ini paling ditunggu-tunggu mahasiswa. Kapan lagi lo bisa melihat seluruh kebudayaan Indonesia yang banyak itu dalam satu hari? Penampilnya yaa dari mahasiswa sendiri yang tergabung di Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA). Istilahnya dari mahasiswa untuk mahasiswa.
Naasnya, kali ini gue nggak bisa nonton. Untung nggak sendirian. Ada Rona sama Hafizh yang bernasib sama kayak gue. Well, masih banyak lagi sih emang yang nggak bisa nonton. Genus kali ini bener-bener rame. Tribun atas dan bawah semuanya penuh. Seperti yang gue bilang tadi banyak yang nggak bisa masuk saking penuhnya. Hmm.. udah nyoba lewat jalur belakang alias pake kartu yg super ampuh pun tetep nggak mempan. *apa sih* karena emg saking penuhnya. Kalau mau masuk bisa gantian (meliputnya). Yap. Niatnya tadi gue, Ine, Rona, sama Hafizh dateng ke genus buat meliput. Tapi super gagal men, yang berhasil cuma Ine. Yaudah lah yaa..
Harusnya sih bisa, tapi karena bete udah melanda jadilah kita cabut. Beli es krim, makan di angkringan, ngobrol ngalor ngidul dan akhirnya sampe di kosan. Asli gue nyesel, gue udah bela"in nggak pulang buat nonton genus, malah nggak bisa nonton. Kan nyebelin. Oke. Fine. Segini dulu aja. Yang nulis lagi super bete.