Aksi 15 Tahun Reformasi
 |
| Aksi 15 Tahun Reformasi |
21
Mei 2013, Pertama kali terjun ke lapang untuk meliput aksi. Aksi yang
cukup besar karena mengusung tema 15 tahun reformasi dan menuntut janji
Abraham Samad, Ketua KPK beberapa tahun yang lalu. Aksi ini dilakukan
BEM SI, diantaranya IPB, UGM, UNPAD, UIN, UNJ, UnTaz dan beberapa
universitas lain. Berlokasi di gedung KPK mereka melakukan aksinya. Saat rombongan dari IPB datang, ternyata sudah banyak massa yang sedang berorasi di depan gedung tersebut. Gue sama Ine deg-degan sekaligus seneng dapet 'job' ini. Karena emang ini pertama kalinya gue ikut aksi, eeh bukan ikut terlibat dalam aksi tapi menurut gue hal yang lebih kece lagi yaitu LIPUTAN jalannya aksi itu. Di sana nggak cuma mahasiswa dan polisi tapi juga ada beberapa media besar yang ikut meliput. Gue sama Ine makin seneng aja, karena berasa jadi Jurnalis beneran hahaha. Trus selama ini bukan jurnalis beneran doong? Bukan gitu maksudnya tapi gimana yaa.. feelnya lebih beda aja gituu heheheee...
Di sana gue melihat beberapa pemandangan yang unik. Ada beberapa bocah pemulung berada di sekitar gedung KPK dan mahasiswa yang lagi aksi. Mereka main di selokan dan mengumpulkan sampah. Agak miris melihatnya. Di tengah aksi menuntut janji korupsi ada 'mereka' dan menghiraukan mereka. Entah terbersit di pikiran gue, kenapa mereka (yang aksi) mau capek-capek panas-panasan, teriak-teriak cuma buat menuntut janji yang menurut gue KPK udah berusaha semaksimal mungkin buat mengurus segala bentuk korupsi di negeri ini. Kenapa mereka nggak langsung terjun ke masyarakat, membantu mereka. Langkah terlihat lebih nyata kan daripada teriak-teriak kayak gitu. Mending kalo didengerin sama 'Petinggi' lhaa kalo nggak kan yaa sama aja buang-buang tenaga. Walaupun ada yang bilang "Nggak ada yang sia-sia". Trus fenomena satu lagi, ada mahasiswa dari salah satu universitas yang ikut aksi juga. Tapi ini bukan mahasiswa biasa. Menurut gue dia mahasiswa yang cukup luar biasa. Karena dari kekurangan tubuhnya dia masih bisa ikut aksi di KPK dan dia juga bilang ini bukan aksi pertama yang dia ikuti. Heeraan sekaligus cukup kagum sama dia. Pas ditanya kenapa ikut aksi, dia bilang karena seneng aja. Whaat? Nggak habis pikir kenapa dia bisa seneng ikut aksi. Apa enaknya aksii?? Hanya mereka yang tau ...
Tapi setelah liputan ini, gue sama Ine jadi doyan buat ngeliput aksi... sekali lagi yaa buat liputan bukan buat ikutan aksi. :p
Naah gambar di bawah ini beberapa gambar saat aksi. Ada foto mahasiswa luar biasa tadi dan foto anak jalanannya juga kalo kalian nggak percaya hehehe :)
|
| kondisi aksi |
 |
| gue sebelum ngeliput aksi 15 tahun reformasi |
 |
| partner gue (ine) |
 |
| kondisi aksi di dean gedung KPK |
 |
| Miris. Di tengah aksi 15 tahun reformasi masih ada 'mereka'. |
 |
| Bapak polisi kece yang lagi 'jaga' |
 |
| yang unik dari aksi kali ini, bisa dilihat kondisinya. Dia adalah mahasiswa unpad yang ikut aksi. |
 |
| with my beloved partner :D |
 |
| pakaselesai aksi |
 |
| INE! |
SEKIAN!
* salah satu memorable moments nggak akan terlupakan :)
Tahun 2013 telah berakhir dan petualangan di 2014 segera di mulai. Kini saatnya kita menutup buku dan membuka buku baru. Lembaran-lembaran baru sudah siap diisi dengan tinta-tinta petualangan. Seolah tak sabar dan memanggil-manggil si pemilik buku. Hai kamu para pemilik buku 2014, sudah siapkah kamu menorehkan tinta-tinta itu ke setiap lembaran hingga lembaran itu terisi penuh? Aku siap. InsyaAllaah...
Alhamdulillah, 2013 telah terlewati. Begitu banyak hal yang telah terjadi. Penuh kejutan, hal tak terduga (kata seseorang), hal baru, teman baru, orang baru, materi kuliah baru, hampir semua baru dan yang terakhir dan yang paling tak kusuka, yaitu perpisahan. Hingga detik ini pun hal-hal tak terduga terjadi. Beberapa menit lalu sambil menunggu pergantian tahun, aku masih dengan setia duduk di kursi memandangi laptop, dan jari mengetik kalimat-demi kalimat hingga menjadi beberapa post terakhir di bulan Desember. Dan postingan yang ini adalah postingan pertama di tahun baru. Beberapa menit yang lalu juga aku mendengar ledakan-ledakan meriah dari kembang api yang ada di sekitar rumah ku, pertanda pergantian tahun.
Setiap perjumpaan, pasti ada perpisahan. Setiap awal ada akhir. Begitu pula hari ini, hari ini adalah awal dari segala petualangan yang siap dicatat di lembaran-lembaran kertas yang tersusun membentuk buku 2014. Dan kemarin adalah akhir dari petualangan di tahun 2013. Waktunya membuka buku, membawa pena, dan menuliskan segala petualan di 2014. Semoga segala yang diinginkan di tahun sebelumnya yang belum tercapai dan keinginan tahun ini dapat tercapai yaa. Dan semoga tidak hanya menjadi sebuah semoga, tapi menjadi suatu kata 'berhasil'. Amiiin :D
Mari Berpetualang :D
Haaiii ....
Udah tanggal 31 Desember niih, hari terakhir di tahun 2013. Hari ini gue mendapat satu kabar yang bikin gue cukup kecewa, down kalo inget-inget berita itu. Berita apa siih yang sampai bikin gue gini?
Entah apa yang sebenarnya terjadi pd kamis malam lalu.. Kami kembali larut dalam percakapan absurd yang tak jelas arahnya kemana. Tertawa lepas seolah lupa akan adanya tugas dan serentetan ujian praktikum atau kuis dan kuliah pengganti. Tertahan di sebuah warung makan padahal makanan pesanan kami terlahap habis. Pun tidak sedang menunggu hujan reda. Tapi kami masih asyik mengobrol ke sana ke mari. Tertawa. Berniat pulang namun tak satu pun dari kami yang beranjak. Masih asyik dengan obrolan yang tak jelas arahnya itu. Seolah masing-masing dari kami melepas kerinduan, sehingga tak ada yang benar-benar ingin menyudahi pembicaraan. Kecuali malam yang semakin sepi (mungkin) atau tugas yang menanti. Padahal kami masih sering bertemu walau memang sudah lama tak makan bersama seperti ini. Berlima atau bisa juga berempat? Beberapa minggu ini kami memang jarang makan bersama seperti ini karena kesibukan masing-masing. Mungkin ini penyebabnya..
"Setuju atau tidak, mungkin masing-masing dari kita sedang melepas kerinduan, kepenatan, dan apalah itu namanya..."
Ibu...
Satu kata yang bisa membuat tersenyum, tertawa, ataupun menangis.
Satu kata yang dapat membuat nyaman, tenang, tentram, dan damai.
Dan satu kata pun tak cukup untuk menggambarkan sosoknya.
Yaa.. Itu lah ibu.
Wanita tangguh dalam keluarga. Banyak yang menyebutnya sebagai sosok pahlawan, yang kuat, tangguh, hebat, dan tak terkalahkan. Sebagian lain menganggapnya sebagai seorang teman, sahabat. Tempat berbagi cerita yang terpercaya.
Ibu..
Sosok wanita yang rela berkorban, banting tulang demi keluarga. Berperan ganda, menjadi wanita karir dan ibu rumah tangga. Mencari uang dan mengurusi anak. Kerennya lagi, Ibu dapat membaginya dengan imbang, antara pekerjaan dan kasih sayang anak. Ada dua tipe ibu di dunia ini (menurutku). Pertama, ibu yang romantis. Ibu yang romantis adalah ibu yang dapat menunjukkan kasih sayangnya ke anak-anaknya. Maksudku rasa kasih sayang itu terlihat jelas. Bahkan terlihat seolah memanjakan. Berbeda dengan Ibu yang cuek, kaku. Terlihat tidak sayang kepada anaknya padahal Ia hanya tidak tau cara menunjukkan kasih sayang dan kepeduliannya yang begitu besar. Talk less do more, biasanya yang terjadi. Tanpa sepengetahuan si anak, ibu selalu tau apa yang diinginkan dan dibutuhkan anaknya. dan seperti itulah ibuku. Kadang romantis, tapi lebih sering seperti tipe 2.
Selamat hari ibu, ibuku sayang...