That Feeling

"Semakin kuat kamu mencoba untuk bersikap biasa, semakin kamu merasa tidak biasa," -ME-


maaf saya tidak bisa mngontrol perasaan saya 

Dua Ibu : Hanya untuk yang pernah dilahirkan oleh seorang Ibu


Dua Ibu : Hanya untuk yang pernah dilahirkan oleh seorang Ibu

Resensi

Judul Buku       : Dua Ibu
Pengarang        : Arswendo Atmowiloto
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan+hal    : Cetakan ketiga, Juni 2014 + 304 halaman.

“Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama, ialah sebutan untuk perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua, ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaanya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa jika dua macam sifat itu bergabung menjadi satu.”
Buku ini mengisahkan tentang kasih sayang ibu dan anak-anaknya, tidak peduli anak kandung atau bukan. Begitulah pengakuan Mamid sebagai orang pertama dalam cerita ini yang memiliki dua ibu. Demikian juga pengakuan delapan anak lainnya (dengan satu anak kandung) yang dikeluargakan oleh Ibu dan Ayah. Walaupun dengan keterbatasan ekonomi Ibu mengasuh mereka tanpa kenal lelah dan keluh. Tokoh Ibu dalam cerita ini begitu kuat, penuh kesabaran layaknya perempuan Solo dan rela berkorban demi kebahagiaan anak-anaknya. Terlihat pada saat Solemah, anak sulung Ibu yang hendak menikah dengan seorang Prajurit Angkatan Laut dan kini tinggal di Surabaya. Ibu rela menjual barang berharga demi membiayai pernikahan Solemah. Begitu pula dengan pernikahan Mujanah dan khitanan Mamid.
Satu per satu anak Ibu pergi mencari kebahagiaan masing-masing. Seperti Solemah yang kini tinggal di Surabaya bersama suaminya, Ratih dan Herit juga menyusul tinggal di Surabaya karena suami Ratsih seorang Angkatan laut. Pun Mamid yang tidak rela meninggalkan Ibu di Solo, kini tinggal di Jakarta bersama orang tua kandungnya, Tante Mirah dan Om Bong. Anak kandung Ibu, Jamil juga meninggalkan Ibu untuk menjadi seorang petinju. Bahkan si kembar Priyadi dan Prihatin sempat diambil oleh ayah kandungnya, namun kini tinggal bersama Adam. Tersisa Ibu, Mujanah dan suaminya yang tinggal di Solo. Hingga akhirnya mereka kembali pulang dan berkumpul di Solo saat Ibu meninggal untuk melihat yang terakhir kalinya dan mengurus pemakamam Ibu. Dan setiap tahun di tanggal dan bulan kematian Ibu, anak-anak Ibu berkumpul di Solo untuk selamatan dan membersihkan makam.
Walaupun mereka berasal dari keluarga yang berbeda-beda, mereka tetap mempunyai darah yang sama. Darah seorang Ibu yang rela berkorban demi kebahagiaan anak orang lain. Ibu yang dengan penuh kesabaran mendidik anak orang lain menjadi anak yang santun. Ibu yang kuat dan tak pernah berkeluh demi mengasuh anak orang lain. Ibu yang menyimpan pait getirnya kehidupan sendiri. Ibu yang selalu dikenang di lubuk hati yang paling dalam, yang namanya selalu dibisikkan ketika marabahaya datang, yang selalu dirindukan saat jauh dari rumah.
Cerita ini begitu sederhana namun juga begitu hidup. Dengan gaya bahasa yang khas, Arswendo Atmowiloto membuat pembaca menyelami nilai-nilai kehidupan yang disajikan. Adegan dan percakapan yang begitu sehari-hari mampu membuat pembaca merasa haru dan lucu. Walaupun demikian, di beberapa bagian terdapat adegan yang agaknya berbau porno. Sehingga buku ini lebih cocok dikonsumsi oleh remaja tujuh belas tahun ke atas. Konfllik dalam cerita pun tidak terlalu pelik dan rumit, sehingga pembaca masih mudah mencerna inti cerita. Walaupun alur yang digunakan maju namun tidak selalu berurutan. Cerita ini juga memakai sudut pandang orang pertama serba tahu. Terlihat saat tokoh ‘aku’ (Mamid) menceritakan secara rinci perjuangan Jamil di tanah rantauan. Pengarang membuat cerita Dua Ibu berlatar pada situasi di kota Solo, Surabaya, Malang, Jakarta, dan Singapura  pada sekitar awal tahun 60-an. Arswendo juga memberikan banyak pesan moral melalui cerita Dua Ibu. Buku ini merupakan cetakan ketiga dan terdapat pembaharuan pada cover buku. Selain itu, Dua Ibu juga berhasil meraih Karya Fiksi terbaik pada tahun 1981 oleh Yayasan buku Utama. Terakhir Arswendo berpesan kepada para calon pembaca, “Mereka yang merasa tidak pernah dilahirkan seorang ibu, dilarang keras membaca buku ini.”

Katanya

Katanya,
Hati dan mata itu tak pernah berdusta.
Katanya,
Kata hati itu yang paling jujur,
Katanya,
Pancaran mata itu berkata apa adanya,
Katanya,
Mulutlah yang pandai berdusta,
Katanya,
Telingalah yang setia mendengar keluh
Katanya.

Benarkah?

Hi!!

Say Hi dulu buat blog yang udah usang peuh sarang laba-laba karena nggak pernah diurusin sama yang punya blog.

Hi....

setiap lo ngecek blog gue pasti awalnya bilang "udah lama yaa nggak ngeblog" atau bla bla blanya. yaa mau gimana lagi, udah jadi mahasiswa semester 5 alias udah tingkat 3 sibuknyaaaa ... nggak sibuk sih sh sebenernya, cuma nggak sempet aja buka blog, nulis di blog. Mending sempet, tugas aja kelabakan.

Intermezzo sedikit sih yaa, semakin tinggi tingkatnya, semakin banyak tugasnya. tapi menjelang akhir makin nggak ada tugas, tapi makin pusing ngurusin skripsi hahaha. Kata orang sih Enjoy ajaa..

MAROON 5 - UNKISS ME

MAROON 5
If you respect me don’t protect me
You can tell me I can handle it
Stop pretending cause we’re going down
If you let go then just let go
It’s disrespectful how you’ve handled this
Never ending kind of run around
I lied to my heart cause I thought you felt it
You can’t light a fire if the candle’s melted
You don’t have to love me if you don’t wanna
Don’t act like I mean nothing but if you’re gonna well then you better
Unkiss me
Untouch me
Untake this heart
I’m missin’
Just one thing
A brand new start
Can’t erase this can’t delete this
I don’t need this I can handle it
I just feel it that you’re over us
If I wait here if I see you
It won’t matter what’s the point of this
We’re in pieces ‘cause you’re over us
I lied to my heart cause I thought you felt it
You can’t light a fire if the candle’s melted
You don’t have to love me if you don’t wanna
Don’t act like I mean nothing but if you’re gonna well then you better
Unkiss me
Untouch me
Untake this heart
I’m missin’
Just one thing
A brand new start
So unkiss me
So baby let go
Gotta let go
It’s disrespectful
I can handle this
Never ending kind of run around
Unkiss me
Untouch me
Untake this heart
I’m missin’
Just one thing
A brand new start
So unkiss me (X2)
Unkiss me

MAROON 5 - ANIMALS


MAROON  5
Baby I’m preying on you tonight
Hunt you down, eat you alive
Just like animals, animals, like animals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals, like animals
Baby I’m…
 
So what you trying to do to me
It’s like we can’t stop, we’re enemies
But we get along when I’m inside you
You’re like a drug that’s killing me
I cut you out entirely
But I get so high when I’m inside you
 
Yeah you can start over, you can run free
You can find other fish in the sea
You can pretend it’s meant to be
But you can’t stay away from me
I can still hear you making that sound
Taking me down, rolling on the ground
You can pretend that it was me, but no
 
Baby I’m preying on you tonight
Hunt you down, eat you alive
Just like animals, animals, like animals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals, like animals
Baby I’m…
 
So if I run, it’s not enough
You’re still in my head, forever stuck
So you can do what you wanna do
I love your lies, I’ll eat ‘em up
But don’t deny the animal
That comes alive when I’m inside you
 
Yeah you can start over, you can run free
You can find other fish in the sea
You can pretend it’s meant to be
But you can’t stay away from me
I can still hear you making that sound
Taking me down, rolling on the ground
You can pretend that it was me, but no
 
Baby I’m preying on you tonight
Hunt you down, eat you alive
Just like animals, animals, like animals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals, like animals
Baby I’m…
 
Don’t tell no lie lie lie lie
You can’t deny ny ny ny
That beast inside side side side
Yeah, yeah, yeah
 
No girl don’t lie lie lie lie
You can’t deny ny ny ny
That beast inside side side side
Yeah, yeah, yeah
 
Yo… woahh… woahh
Yeahh… yeahh… yeahh
 
Baby I’m preying on you tonight
Hunt you down, eat you alive
Just like animals, animals, like animals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals, like animals
Baby I’m…
 
Don’t tell no lie lie lie lie
You can’t deny ny ny ny
That beast inside side side side
Yeah, yeah, yeah
 
No girl don’t lie lie lie lie
You can’t deny ny ny ny
That beast inside side side side
Yeah, yeah, yeah

Cerita tentang SUPERHERO50: Part PDD SUPER

Minggu ke-3 Agustus hingga Minggu ke-4 Agustus...

Seharusnya waktu liburan belum usai. Namun saya harus kembali ke kota perantauan yang jaraknya hanya dua jam dari rumah. Demi 'pekerjaan' yang harus diselesaikan. Jika kalian berpikir saya sudah bekerja, jawabannya bisa salah, bisa benar. Saya tidak benar-benar bekerja yang dapat menghasilkan uang. Saya bekerja untuk sesuatu hal dan tidak dibayar dengan uang, melainkan dengan imbalan yang bentuknya non-fisik. Seperti, mendapat 'keluarga' baru di divisi PDD MPF SUPERHERO 50.

Seminggu penuh, dari matahari bersinar terang hingga matahari berganti bulan saya berada di tempat 'baru'  (karena jarang mengunjungi atau berada di tempat tersebut). Saya tidak sendiri, saya bersama dengan tim yang SUPER, super gila, super kreatif, super segalanya yang dipimpin oleh bapak Kadiv yang LUAR BIASA seperti Faris dan Ketuplak yang nggak kalah SUPERnya, bpk. Ali. Setiap hari membuat dekorasi dari yang cukup mudah hingga yang cukup menguras tenaga. Mencari barang 'bekas' layak pakai yang bisa digunakan untuk dekorasi, membuat kerangka, mengelem, menempel, menggunting dll. Tapi sekalipun menguras tenaga tidak berasa karena kebersamaan, canda dan tawa. Hal-hal tersebut adaalah hal yang menurut saya baru, karena memang saya baru merasakan bekerja di bidang tersebut. Dan ini menyenangkan sekaligus nagih hehehe.

KIRI-KANAN: FALAH, WILDA, INE, REZKY GARTOS, MITHA, NYAYU, NUR, REYSA dan KADIV FARIS.

Ini dia wajah-wajah TIM PDD SUPER yang saya ceritakan dan hasil dekorasi selama 4-5 hari. Terbayar sudah kerja dari pagi hingga malam selama 4-5 hari. Saat H-1, setelah selesai mendekor ruangan GMSK rasa lelah, kerja keras, keringat, badan lengket, kantuk semuanya terbayar. Lihat saja foto di atas, semuanya bergembira. Hasilnya memuaskan dan sesuai perkiraan. Ini baru H-1. Cerita ini juga belum bisa mendeskripsikan bagaimana rasanya, keadaaannya saat mendekor dan lain sebaginya. Yang terlintas dalam pikiran saya hanya satu kata, yaituu "Bersenang-senang". 
 
SALAM GARDA TOSKA! 

FEMA! JOTOS! FEMA! JOTOS! FEMA! THE BEST BEST BEST!

IT WAS ALWAYS YOU - MAROON 5


IT WAS ALWAYS YOU
MAROON 5 

Woke up sweating from a dream 
With a different kind of feeling
All day long my heart was beating 
Searching for the meaning

Hazel eyes, 
I was so colour blind 
We were just wasting time 
For my whole life 
We never crossed the line
 Only friends in my mind 
But now I realize,

It was always you 
Can't believe I could not see it all this time, all this time 
It was always you 
Now I know why my heart wasn't satisfied, satisfied 
It was always you, you 
No more guessing who
Looking back now I know it was always you, always you
 
All my hidden desires 
Finally came alive 
No, I never told lies 
To you so why would I 
Start tonight

Hazel eyes,
I was so color blind 
We were just wasting time 
For my whole life
We never crossed the line 
Only friends in my mind
But now I realize
 
It was always you 
Can't believe I could not see it all this time, all this time 
It was always you 
Now I know why my heart wasn't satisfied, satisfied 
It was always you, you 
No more guessing who 
Looking back now I know it was always you, always you
 
Aah, yeah, you, you, you, always you, you, you 
Aah, yeah, you, you, you, always you, you, you
 
Woke up sweating from a dream 
With a different kind of feeling

It was always you
Even if I could not see it all this time, all this time
It was always you
Now I know why my heart wasn't satisfied, satisfied 
It was always you, you 
No more guessing who 
Looking back now I know it was always you, always you
It was always you

Lebaran Day 2: at SnowBay

Lebaran Day 2 ...

Biasatnya mah yaa, orang lebaran hari kedua itu masih keliling ke rumah sanak saudara. Lha keluarga saya mah tidak. Malah liburan bermain air di SnowBay. Btw, kalian tau SnowBay ndak? Aah biar saya jelaskan sedikit mengenai SnowBay ini hehehe ... 

SnowBay adalah salah satu tempat rekreasi air (kolam renang) yang letaknya di dalam lingkungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gue bingung kenapa nyelip rekreasi air di TMII yang notabennya itu adalah tempat wisata budaya. Gue rasa kalian juga udah pada tau TMII kan? Jadi ndak perlu saya jelaskan lagi yaah hehehe. SnowBay ini sejenis dengan Atlantis yg ada di Ancol, The Jungle, dan Waterboom gitu guys. Lokasinya berada di depan Museum Indonesia (kontras sekali bedanya). Karena ini tempat rekreasi air, otomatis kalian perlu mengeluarkan kocek lebih untuk masuk ke tempat tersebut. Untuk Dewasa sebesar 150k dan untuk anak-anak 120k. Wew!! Jumlah yang hmm ... standar siih untuk tempat rekreasi air. Dufan. Jungleland juga sekitar segitu tiket masuknya. Walaupun, harga tiketnya lumayan (untuk kalangan menengah ke bawah) tapi SnowBay ini ramai pengunjung lho *eits bukan ngiklan serius deeh. Terbukti dengan antrian yang cukup panjang waktu gue dan keluarga masuk kawasan tersebut. *maaf indak ada fotonya lupa*

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya masuk juga deeh. Well ini pertama kalinya gue ke SnowBay. Nggak terlalu takjub gimana gitu siih. Cuma cukup hmm apa yaa julukan yang pas selain takjub, terpesona dll? Yaah itu lah yaa pokoknya. SnowBay ini menyediakan tempat VIP sabana sama Saung kalo nggak salah buat nempatin barang-barang gitu (selain loker, loker juga tersedia) sekaligus sebagai ruang tunggu. Lumayan kan bisa tidur-tiduran sambil nunggu yang lagi main air hahaha. Kalo mau di tempat tersebut yaa nyewa plus harus mengeluarkan uang lagi. Gue dan keluarga gue sendiri beruntungnya masih kedapetan tempat buat nunggu, tepat di belakang VIP Sabana itu tadi. 

Awalnya nggak mau ikutan main air karena males ganti baju plus hmm .... takut jadi (makin) item hahaha. Ehh ujung-ujungnya nyebur juga hahaha. Ada beberapa lokasi atau gue menyebutnya wahana air di SnowBay. Pertama masuk ke daerah kolam renang itu ada jembatan, di bawah jembatan ada kolam arus, Nah kolam arus ini mengelilingi wahana-wahana yang lain. Jadi semacam tour gitu, kalian bisa ngeliat wahana yang lainnya. Dan semakin lama arusnya semakin deras dan berombak. Kedua ada dua kolam anak (kolam dangkal) sebelah kiri dan kanan. Yang sebelah kanan itu ada ember tumpah gituu paham kan yaah maksudnya? hmm sayang nggak ada potonya :(. Trus di sebelah kanannya lagi kolam ember tumpah masih kolam anak-anak juga, ada perosotannya gitu. Nah kalo jalan lurus ke depan dari arah jembatan tadi bakal nemuin kolam ombak. Ombaknya ini hanya di jam-jam tertentu, kalo nggak salah setiap 30 menit sekali. Sebelum menemui kolam ombak ada kursi berjemur macem yang ada di pantai-pantai gituu. Nah di balik kolam ombak ada wahana seluncur yang tinggi itu lho, yang kayak di waterboom (pasti tau). Cuma sayangnya nggak ada kolam besar di bawah seluncurannya itu. Cuma seuprit doang. Jadi SnowBay tuh cuma wahana air doang, kurang pas kalo buat berenang-berenang gitu. Karena emang nggak ada kolam yang khusus buat berenang. Ada siih tapi cetek dan kecil doang kolamnya. Semacam kolam buat berendem spa gimana gitu. Dan semakin siang pengunjungnya makin ndak karuan (makin ramai maksudnya). Gue pun udahan main airnya. Trus mandi, kamar mandinya juga cukup bagus kok nggak kotor. Yaah sebelas dua belas sama kamar mandi hotel laah ahahaha *lebay. Tapi beneran lhoo, buat yang suka jijik di tempat kayak gitu, dijamin deh nggak bakal ngerasa jijik :D. Abis mandi trus selfie bareng emak dan adek trus pulang ...

Selamat Lebaran di Jakarta (lagi)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 
 1435 H
Minal Aidzin wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Saat saya menuliskan postingan ini, sudah H+4 lebaran dan saya belum mengucapkan sepatah kata maaf pun melalui blog ini. Kepada para pembaca yang gue rasa nggak ada yang berminat membaca blog ini saya, selaku pemilik blog memohon maaf sebesar-besarnya bila selama ini dalam penulisan atau apapun yang pernah saya tulis dalam blog telah menyakiti hati pembaca semua. Mohon dimaafkan yaah.. Dan Selamat berlebaran dengan keluarga di rumah :)

Sekian intermezzonya karena saya hendak bercerita mengenai Tahun Ketiga Lebaran di Jakarta ...

 2014. Adalah tahun ketiga saya merasakan dan merayakan hari kemenangan umat Islam di Jakarta, kota rantau saya. Lantaran mobil yang biasa keluarga saya gunakan untuk pulang kampung belum selesai diperbaiki. Padahal sudah tiga tahun lamanya. Entah mengapa bisa selama itu. Hmm Lebaran di Jakarta itu rasanya ... hambar dan sepi tentunya. Karena memang tidak banyak sanak saudara yang tinggal di Jakarta, hanya beberapa kerabat dekat orang tua saja. Pun tak ada yang mengunjungi rumah (mungkin karena kerabat dari orang tua tahun ini pulang kampung). Lebaran tahun ini juga sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak ada sesi "keliling-keliling" ke tetangga sekitar. Sesi tersebut digantikan dengan "Halal bi halal" di Musholla Ar-Rahman, sebuah musholla komplek. Seluruh warga diminta untuk berkumpul di Musholla tersebut setelah Sholat Ied usai. Kemudian dilanjut dengan takbir dan doa serta prosesi "salam-salaman". Halal bi Halal tersebut berlangsung sekitar 1-2 jam dimulai pukul 08.00 ba'da Sholat Ied. 

Tahun lalu juga diadakan halal bi halal di tempat yang sama, namun lebih cepat kemudian masih dilanjut dengan sesi "keliling-keliling" ke tetangga sekitar. Karena cukup banyak warga yang datang Halal bi Halal ke Musholla di tahun ini, sehingga tidak ada orang yang berkeliling ke rumah-rumah. Hanya sebagian orang yang masih melakukannya ke beberapa rumah yang di-tua-kan di sekitar komplek. Aah itu sudah jelas dan sudah pasti, seolah sudah menjadi adat istiadat. Hal inilah yang membuat lebaran tahun ini sedikit sepi begitu pula dengan pemasukan #eeh. Bukan, bukan saya tentunya, tapi bagi anak-anak kecil yang biasanya keliling dan mendapatkan THR. Kali ini mungkin hanya sedikit yang mereka dapatkan. Begitu pula dengan orang yang telah menyiapkan uang THR tersebut, menjadi sedikit bingung dan disayangkan karena tidak sempat memberikan kepada anak-anak (termasuk saya). hehehe ....

Kalau tidak salah ingat tahun lalu juga keliling ke banyak rumah (kerabat ayah dan ibu). Tapi kali ini tidak. Hanya berkunjung ke rumah salah seorang kerabat lama yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri. Beliau adalah orang yang memiliki (beberapa) rumah kontrakan yang zaman dahulu kala sempat kami kontrak rumahnya. Soal hubungan kedekatan, seperti yang sudah saya bilang, sejak dahulu sudah dekat dan sudah dianggap sebagai saudara. Sehingga setiap tahun sudah hal wajib saat lebaran untuk berkunjung ke rumah beliau (kecuali jika kami mudik). Di sana baru saya merasakan hawa lebaran. Ramai orang berkunjung, banyak makanan (bukan hanya kue) dll. Kalau sudah begini jadi rindu kampung halaman, yang selalu ramai dikunjungi sanak saudara (maklum termasuk yang di-tua-kan aka nenek).

Hal lain yang membedakan adalah kalaupun saya mudik, nyatanya di Surabaya pun tak ada saudara. Mereka semua mudik. Pun tak ada "mbah besar" (sebutan saya untuk ibu dari bapak). Mbah besar sudah meninggal setahun yang lalu, sekitar dua hari setelah lebaran. Nenek meninggal pun saya tidak pulang, hanya ayah. Maklum terkendala biaya. Zaman terus berubah dan saya juga baru mengetahui beberapa berita penting terkait saudara-saudara saya di Surabaya. Lebaran ini saya baru tau kalau ada (Apa sebutan dari anaknya kakak dari ayah? Sepupu?) sebut saja sepupu, yaa salah satu sepupu saya sudah menikah dan sedang mudik ke rumah suaminya di Jember. God! Kenapa saya tidak tahu kabar tentang saudara saya? Tidak bermaksud menyalahkan siapapun sih, salah saya juga tidak bertanya. Tapi tetap saja, kenapa ayah saya tidak bilang -__- Aaah, saya baru menyadari suatu hal kalau ternyata tinggal saya, cucu-yang-saat-ini-beranjak-dewasa-dan-siap-untuk-menikah. Cucu yang lain (yang belum menikah) masih dibawah umur dan remaja. Well, belum siap mendengar pertanyaan, "udah punya pasangan belum?" atau "waah anak gadis udah perawan, kapan nikah?" duuh bude, skripsi aja belum hahhaaha... 

Hmm... lebaran terakhir (di kampung 3 tahun lalu) ada sepupu yang masih hamil, sekarang sudah melahirkan dan anaknya sudah berumur 3 tahun. Parahnya saya indak tahu bentuk rupanya seperti apa. Begitu pula sepupu saya yang lain, anak dari bude yang ke-2, pun telah memiliki 2 atau 3 anak gitu (kalau tidak salah). Ada pula sepupu laki-laki yang sudah sangat lama tidak bertemu (lupa kapan terakhir ketemu saking lamanya) kini sudah menikah dan mempunyai dua anak. Oooh GOD!! I'm getting older right now. Mereka yang dulu masih remaja sudah punya momongan semuaa dan saya sudah dipanggil "Tante"?? Dan lagi, anak laki-laki dari kerabat ayah dan ibu yang saya ceritakan tadi, yang seumuran dengan saya, juga sudah menikah bahkan sudah punya anak. WHAT??!! I'm really shocked heard that one. Yaa sebenarnya sudah biasa mengingat umur kita yang-sudah-memasuki-usia-menikah. Tapiii ... seinget saya, lebaran tahun lalu itu doi masih lajang, waktu cepat berlalu yaah -__- *makin sadar kalau saya sudah tua dan semakin tua dan semakin mendekati usia nikah*. Pertanyaan seperti "kapan nikah?" itu akan sering terdengar sekarang ... 

But, di samping semua hal itu ada kabar gembira bahwa hampir semua orang tertipu dengan wajah saya. *maaf tidak ada maksud menipu*. Hampir dari mereka yang baru mengenal saya mengira saya masih siswa sekolah, SMP khususnya. Bahkan sempat ada yang mengira bahwa saya ini anak kedua, dan adik laki-laki saya yang masih SMP tapi badannya jauh lebih besar dari saya adalah anak pertama. Dan yang sudah mengenal pun masih sering heran kalau saya adalah anak kuliah. Sampai-sampai saya sendiri lelah menghadapi pertanyaan sekaligus pernyataan orang seperti ini :
A : ini anaknya yang kedua yaa buu?
I : bukan, ini yang pertama, yang laki yang kedua.
A : Oooh, kecil yah badannya, kelas berapa?
S : Udah kuliah tante/om ... *senyum ga jelas*
A : Udah kuliaah?? Tante/om kira masih SMP ...
S: hehehe (masang senyum terpaksa, males, cengar-cengir nggak jelas karena udah duga jawabannya)

Saya selalu bertanya dalam diri saya, segitu kecilnya kah saya di mata orang? Bahkan ada dosen yang juga tidak percaya saya anak kuliahan. Hfft ... Sudahlaah nikmati saja muka babyface yang dimiliki hihiihi.. Hanya segini cerita lebaran di hari pertama, tidak banyak cerita seru kan? Tapi cukup banyak berita yang mengagetkan saya -__-

Selamat malam, selamat lebaran 
Best regard,
Recil (Rezky kecil) :)