Quote


"Kalo mau paham sama diri lo sendiri, mulailah jujur sama diri sendiri" - Masjaw, 2014

Dari Suari hati

Hai REZKY!!!!!

How are you?! Hope you fine :)

Udah memasuki bulan baru nih, bulan Maret. Harus semangat yaa, tetep fokus sama tujuan awal kamu. Jenuh, lelah itu boleh kok. Bahkan wajar banget. Tapi yaa jangan kelamaan kasian tugas-tugas atau orang-orang yang mungkin tanpa sengaja kamu sakitin gara-gara kelakuan kamu. Ok?! Jangan lupa tetep jaga kesehatannyaaa.

Yaudah, aku tau kamu lagi jenuh, jangan lama-lama. Cepet balik lagi yaa..

Salam sayang,

suara hati rezky :)

Random post tentang cewek dan hubungan

Hai!!!

Apa kabar?? Baik-baik aja kan? Yaa, gue harep juga baik-baik aja setelah segala bencana terjadi di Indonesia. Well, gue mau cerita banyak sebenernya. Kebetulan bulan ini cukup banyak yang terjadi tapi gue belum sempet ngepost, selain sibuk agak males juga entah kenapa haha.

Kali ini gue mau ngebahas sedikit tentang sebuah hubungan yang gue sebelin, yang bikin gimana gitu, dan mungkin yang gue sesalin. Sempet mikir nggak kenapa ketika lo berhubungan, berkenalan dengan orang, trus orang itu bersikap baik ke lo tapi lo malah jutek, trus gara-gara dijutekin terus kenalan lo tadi jadi nggak pernah ngobrol lagi sama lo? Trus lo agaknya merasa bersalah, merasa gimanaaa gitu? Dan entahlah kebanyakan itu anak cewek yang ngalamin.

Iya gue paling sebel, paling nggak suka kalo udah ada kejadian kayak gini. Ketika lo jutek sama orang itu gara-gara cara dia yang nggak lo suka dan berakhir kayak gitu kan nggak enak. Maksudnya, yaudah gitu tetep jaga komunikasi. Paling sebel sama yang nggak bisa jaga komunikasi, termasuk sama diri sendiri.

Kenapa cewek sok jual mahal padahal kangen, padahal suka? Kenapa cewek pura-pura nggak ada apa-apa padahal ada sesuatu? Kenapa cewek riweuh? Kenapa cewek kebanyakan pengen dimengerti? Kenapa cewek kalo suka sama cowok suka dipendem sendiri ajah? Kenapa cewek selalu mikir pake hati, pake perasaan? Kenapa cewek susah jujur sama dirinya sendiri? Kenapa cewek sok strong padahal rapuh? Kenapa dan kenapa yang lain? Kenapa? Hhh gue heran sama kaum gue..... Termasuk sama diri gue sendiri.

Dan gue sendiri belum dapet jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi. Susah banget buat pahamin apa yang gue mau, apa yang gue rasain, apa yang gue suka/nggak, gue lagi kenapa? Gue suka nggak paham sama diri gue sendiri sampe-sampe gue kesel sama diri gue sendiri.. Jadi gimana caranya biar gue tau apa yang gue rasain? Hhh semoga segera mendapatkan jawabannyaa. Amiin

Random post on February

Haii ...

Sudah dua minggu lebih dua hari gue nggak nulis di blog lagi. Karena kesibukan pun tak ada kabar atau hal-hal yang bisa menjadi bahan untuk menulis di blog. Seminggu masa perkuliahan sudah gue jalani dengan cukup mulus. Semangat yang masih terbilang baru karena baru saja di smi selama liburan masih cukup jadi stok selama bulan ini. Yaa harapannya siih nggak cuma bulan ini doang tapi bisa sampai akhir semester genap ini.

Oh iyaa, gue resmi jadi mahasiswa tingkat dua semester genap. Dan dalam beberapa bulan lagi (yang begitu cepat rasanya) gue akan memasuki zona mahasiswa senior tingkat tiga. God!! Ini terlalu cepat berlalu. Antara siap dan nggak siap tapi harus siap. Menyebalkan. Masa muda sebentar lagi habis broo. Jangan sampai disia-siakan, nikmati sambil berjuang untuk hidup yang lebih baik.

Well.. postingan gue kali ini emang random banget nget nget karena emang nggak tau harus nulis apa, cerita apa. Ada siih beberapa hal yang bisa diceritain, tapiii gitu deeh hahaha.. Semalem gue udah mulai rapat redaksi lagi buat koran edisi 49. Begadang semalam suntuk mencari berita yang pas untuk dimuat. Brainstorming tapi nggak kerasa brainstormingnya.. Eeeh ralat, ide berita alias tema udah ada, tinggal uji kelayakan dan view yang pas untuk dimuat.. Yaah semoga koran edisi kali ini berjalan lancar, no ngaret. Biar tepat waktu sesuai timeline yang udah dibuat. Nggak cuma itu, tapi isi beritanya juga mantep.

Amiiiin...

Back To School

Back to school kali ini disponsori oleh Cijantung Kampus Expo (Cikampex). Expo yang diadain mantan sekolah gue ini mengundang kampus-kampus ternama, tentunya yang ada alumni sekolah gue. Semacam sosialisasi pengenalan kampus yang nantinya bakal mereka tuju. Hampir setiap awal tahun, sekolah gue ngadain acara ini, karena ini emang penting banget baut mereka yang mau ngelanjutin ke sekolah yang lebih tinggi. Ada banyak universitas/sekolah tinggi yang diundang. Sesuai dengan lulusan alumni dari sekolah gue. Biasanya yang diundang itu ada UI, ITB, IPB, ITS, UNPAD, UNDIP, UGM, UNS, STAN, STIS dan masih banyak lagi.

Sabtu yang lalu, gue ikutan lagi Cikampex ini hanya untuk sekedar melepas rindu kepada sekolah dan teman-teman SMA. Sekolah nggak banyak berubah, semenjak gue tinggalin 2 tahun yang lalu. Hanya beberapa bangunan yang direnovasi. Temen-temen se-angkatan gue juga nggak banyak berubah. Cuma beberapa orang yang terlihat perubahannya, dari gaya rambut, berpakaian tapi yang terlihat jelas yaitu perubahan berat badan dari yang gemuk jadi kurus, yang kurus jadi gemuk, atau yang kurus makin kurus juga ada. Tapi Cikampex kali ini gue nggak banyak ketemu temen-temen angkatan gue, alasannya karena memang yang kebagian jatah sosialisasi kali ini bukan angkatan gue tapi angkatan di bawah gue. Yaah gapapalaaah sedikit bernostalgia dengan suasana sekolah, kelas, kantin dan guru-guru juga sudah cukup mengobati rindu akan masa sekolah.

Kalo ada yang bilang masa sekolah itu asik, itu bener banget! Tapi kuliah juga nggak kalah asiknya kok. Gue malah lebih ngerasa asik masa-masa kuliah dibanding sekolah. Entahlaah... tapi disatu sisi juga gue kangen banget sama masa-masa sekolah. Terutama kalo lagi bener-bener penat sama kehidupan perkuliahan dengan tugas yang tiada henti menghampiri. Menurut gue, baik masa sekolah atau masa kuliah pasti punya sisi asiknya tersendiri bagi yang menjalaninya. Jadi apapun yang terjadi, jalanin aja dengan enjoy. Tapi sesuai kadar yaah jangan terlalu santai, nggak baik haha :D

Holiday?

Haaaiii ...

Belum sempet ngucapin Happy Holiday niih di blog hehehe padahal liburan udah seminggu berlalu. Hmm .. seminggu berlalu liburan belum ada kegiatan produktif yang bisa gue kerjain selain, makan-tidur-nonton-twitteran dll... Agak ngenes juga siih keliatannya tapi yaa itu kenyatannya. Seenggaknya lumayanlah yaa bisa makan sepuasnya tanpa harus repot beli makanan atau milih menu makanan yang hampir sama setiap harinya sampe bosen dan nggak tau lagi harus makan apa.

Well, nggak sehina itu juga siih. Sempet cari info-info magang, khususnya di bidang jurnalistik karena itu yang paling memungkinkan buat gue. Tapi nyatanya nggak nemu yang pas. Bukan. Bukan maksud hati buat milih-milih, tapi persyaratannya itu yang memillih gue buat nggak memilih magang di tempat tersebut. Syaratnya siih biasanya mahasiswa tingkat 3 atau tingkat akhir, sedangkan gue masih jadi mahasiswa tingkat 2 (bahkan ada orang yang ngira gue masih SMP). Fine! Nggak cuma itu siih, gue juga nyari beberapa perlombaan khususnya di bidang tulis menulis. Lagi-lagi karena gue baru bisa/mampu di bidang tersebut. Ada niih lombanya, cukup kece juga dengan hadiah yang juga cukup WAW! Nggak cuma itu yang pasti, pesertanya juga pasti banyak dan lebih-lebih daripada gue. Ada niatan gue buat ikut lombanya, cuma belum nemu ide yang pas, jadi sampe sekarang gue belum juga nulis.

Ngomong soal liburan, pasti ada hubungannya dengan beribu macam wacana. Gue dan beberapa temen gue udah merencanakan wacana liburan itu. Tujuan utama kami adalah PANTAI!! Entahlaaah karena menurut kami tempat itu yang paling cocok untuk melepas penas setelah dilanda hari-hari-yang-cukup-mengerikan. (re:UAS). Tentu baru bisa dibilang wacana karena ini hanya rencana belaka. Masih banyak kendala yang kami temui seperti ijin, dan cuaca yang kurang mendukung untuk melakukan sebuah perjalanan. Hikmah liburan kali ini kalo emang nggak bisa jalan-jalan cuma satu, alhamdulillah masih diberi nikmat bisa-makan-enak. (walaupun agak miris juga, gue bisa makan sedangkan sodara setanah air gue kesulitan makan karena kena musibah banjir.)

Hope that this holiday not become hol(shit)day, just because I can't go anywhere or do something important. Amiin I hope I can travel to the beach with my friends. Happy Holiday guys!

[Puisi] Sebuah Tanya



Soe Hoek Gie, Selasa 1 April 1969

akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku

(kabut tipis pun jurun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

(hari pun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kenal berbicara
dalam bahasa yanj kita tidak mengerti
seperti kabut pagi itu)

manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru.


Tentang Kegagalan

"Gagal bisa buat lebih ngehargain & bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang atau pun masa mendatang." -Rona Fauzan Noer-

"If God ANSWER your PRAYER, He is increasing your FAITH, if He DELAYS, He is increasing your PATIENCE, if He doesn't ANSWER, He has something BETTER for YOU." -from Nadia Azka's blog-

Birthday Surprise "Rapelan"


Ini Foto-foto waktu ngasih surprise ke Masjaw, Hafizh, Ine, Rona dan Gue. Ceritanya ngasih surprise ke Masjaw, tapi nggak cuma buat dia, buat kita semua berlima. Karena nggak sempet ngasih surprise buat gue, rona, ine dan hafizh, jadilah ngasih surprisenya rapelan. Dan kebetulan juga Masjaw ultahnya yang paling terakhir di antara kita berlima, makanya ngasih surprisenya pas ultah masjaw. So, masjaw lo jangan Ge-eR yaaa hahahaa. Selamat Ulang Tahun dan bertambah tua untuk kita berlima. Sukses yaa, cepet lulus mas, cepet dapet jodoh juga buat kita semua yang belum menemukan jodohnya  dan semoga pertemanan kita bisa sampai akhir hayat. hehehe...  

*Ps: fotonya gelap karena penerangannya juga kurang. ini foto di ambil di salah satu sudut kampus hehehe

Kota Tertua Di Indonesia

                                                                                                                *Post ini gue ambil dari postingan gue di kaskus. hehehehe

Hayooo . . . adakah yang tau dimana kota tertua di Indonesia?? ada yang mau coba tebak ??
1. Kota Tua Jakarta (salaaah)
2. Salatiga, Semarang *masiih salaaah . . .
3. Jogjakarta ??

Waaah jawabannya masih salah semua tuuh. Oke ane kasih tau clue nya yaaa, Kota Tertua di Indonesia ini letaknya ada di pulau Sumatera, dan berhubungan sama jembatan AMPERA.

PALEMBANG.

Yup, betul sekali jawabannya Palembang. Mau tau kenapa Palembang ??



Quote:Kota Palembang adalah sebuah kota, Ibukota provinsi Sumatera Selatan. Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East("Venesia dari Timur").

----

Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti Kedukan Bukit (683 M) yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 683 Masehi (tanggal 5 bulan Ashada tahun 605 syaka). Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.

Batu-bersurat (prasasti) itu ditemukan oleh Controleur Batenberg di tepi sungai Kedukan Bukit, yakni diantara Bukit Seguntang dengan Situs Karanganyar pada tahun 1926 dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu kuno. Prasasti tersebut oleh penduduk kampung Kedukan Bukit waktu itu dijadikan semacam tumbal bila akan mengikuti lomba Bidar, yakni dengan cara meletakkan di haluan Bidar yang akan diperlombakan. Konon, Bidar atau Perahu yang digentoli dengan batu “sakti-bertuah” itu senantiasa menang berlomba. Kemudian Batu-bersurat Kedukan Bukit itu ditelaah oleh para pakar sejarah dan kebudayaan, diantaranya Prof. M. Yamin yang menyatakan, itulah proklamasi (penggalian/pemindahan) ibukota Sriwijaya (dari tempat lain) ke Bukit Seguntang.

Prasasti Kedukan Bukit itu berbunyi sebagai berikut:

(1) Swasti cri cakawarsatita 605 ekadaci cu
(2) klapaksa wulan waicakha dapunta hiyang nayik di
(3) samwau manalap siddhayatra disaptami cuklapaksa
(4) wulan jyesta dapunta hiyang marlapas dari Minanga
(5) Tamvan mamawa yam wala dualaksa danan koca
(6) duaratus cara di samwau danan jalan sariwu
(7) tluratus sapulu dua wannakna datam di Mukha Upang
(8) Sukhacitta di pancami cuklapaksa wulan
(9) laghu mudita datam marwuat wanua
(10) Criwijava siddhayatra subhiksa.

Yang berarti :
(1) Selamat ! Tahun ?aka telah lewat 604, pada hari ke sebelas
(2) paro-terang bulan Wai?akha Dapunta Hiyang naik di
(3) sampan mengambil siddhay?tra. di hari ke tujuh paro-terang
(4) bulan Jyestha Dapunta Hiyang berlepas dari Minanga
(5) tambahan membawa bala tentara dua laksa dengan perbekalan
(6) dua ratus cara (peti) di sampan dengan berjalan seribu
(7) tiga ratus dua belas banyaknya datang di mata jap
(MukhaUpang)
(8) sukacita. di hari ke lima paro-terang bulan....(Asada)
(9) lega gembira datang membuat wanua....
(10) ?r?wijaya jaya, siddhay?tra sempurna....

Kota Palembang juga dipercayai oleh masyarakat melayu sebagai tanah leluhurnya. Karena di kota inilah tempat turunnya cikal bakal raja Melayu pertama yaitu Parameswara yang turun dari Bukit Siguntang. Kemudian Parameswa meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama pergi ke Tumasik dan diberinyalah nama Singapura kepada Tumasik. Sewaktu pasukan Majapahit dari Jawa akan menyerang Singapura, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka disemenanjung Malaysia dan mendirikan Kerajaan Malaka. Beberapa keturunannya juga membuka negeri baru di daerah Pattani dan Narathiwat (sekarang wilayah Thailand bagian selatan). Setelah terjadinya kontak dengan para pedagang dan orang-orang Gujarat dan Persia di Malaka, maka Parameswara masuk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah.

Berbicara mengenai asal usul kota Palembang, memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan kerajaan Sriwijaya, yang pernah menjadikan kota Palembang sebagai ibukotanya. Kejayaan Sriwijaya seolah-olah diturunkan kepada Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara.

Palembang pernah berfungsi sebagai pusat kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 (tahun 683 Masehi) hingga sekitar abad ke-12 di bawah Wangsa Sailendra/Turunan Dapunta Salendra dengan Bala Putra Dewa sebagai Raja Pertama. Pada abad ke-17 kota Palembang menjadi ibukota Kesultanan Palembang Darussalam yang diproklamirkan oleh Pangeran Ratu Kimas Hindi Sri Susuhanan Abdurrahman Candiwalang Khalifatul Mukminin Sayidul Iman (atau lebih dikenal Kimas Hindi/Kimas Cinde) sebagai sultan pertama (1643-1651), terlepas dari pengaruh kerajaan Mataram (Jawa).

Tanggal 7 Oktober 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan oleh penjajah Belanda dan kota Palembang dijadikan Komisariat di bawah Pemerintahan Hindia Belanda (kontrak terhitung 18 Agustus 1823), dengan Commisaris Sevenhoven sebagai pejabat Pemerintah Belanda pertama. Kemudian kota Palembang dijadikan Gameente/haminte berdasarkan stbld. No. 126 tahun 1906 tanggal 1 April 1906 hingga masuknya Jepang tanggal 16 Februari 1942. Palembang Syi yang dipimpin Syi-co (Walikota) berlangsung dari tahun 1942 hingga kemerdekaan RI.

Berdasarkan keputusan Gubernur Kdh. Tk. I Sumatera Selatan No. 103 tahun 1945, Palembang dijadikan Kota Kelas A. Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 948, Palembang dijadikan Kota Besar. Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 1965, Palembang dijadikan Kotamadya. Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 tanggal 23 Juli 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, Palembang dijadikan Kotamadya Daerah Tingkat II Palembang