MAROON 5 - ANIMALS


MAROON  5
Baby I’m preying on you tonight
Hunt you down, eat you alive
Just like animals, animals, like animals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals, like animals
Baby I’m…
 
So what you trying to do to me
It’s like we can’t stop, we’re enemies
But we get along when I’m inside you
You’re like a drug that’s killing me
I cut you out entirely
But I get so high when I’m inside you
 
Yeah you can start over, you can run free
You can find other fish in the sea
You can pretend it’s meant to be
But you can’t stay away from me
I can still hear you making that sound
Taking me down, rolling on the ground
You can pretend that it was me, but no
 
Baby I’m preying on you tonight
Hunt you down, eat you alive
Just like animals, animals, like animals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals, like animals
Baby I’m…
 
So if I run, it’s not enough
You’re still in my head, forever stuck
So you can do what you wanna do
I love your lies, I’ll eat ‘em up
But don’t deny the animal
That comes alive when I’m inside you
 
Yeah you can start over, you can run free
You can find other fish in the sea
You can pretend it’s meant to be
But you can’t stay away from me
I can still hear you making that sound
Taking me down, rolling on the ground
You can pretend that it was me, but no
 
Baby I’m preying on you tonight
Hunt you down, eat you alive
Just like animals, animals, like animals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals, like animals
Baby I’m…
 
Don’t tell no lie lie lie lie
You can’t deny ny ny ny
That beast inside side side side
Yeah, yeah, yeah
 
No girl don’t lie lie lie lie
You can’t deny ny ny ny
That beast inside side side side
Yeah, yeah, yeah
 
Yo… woahh… woahh
Yeahh… yeahh… yeahh
 
Baby I’m preying on you tonight
Hunt you down, eat you alive
Just like animals, animals, like animals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals, like animals
Baby I’m…
 
Don’t tell no lie lie lie lie
You can’t deny ny ny ny
That beast inside side side side
Yeah, yeah, yeah
 
No girl don’t lie lie lie lie
You can’t deny ny ny ny
That beast inside side side side
Yeah, yeah, yeah

Cerita tentang SUPERHERO50: Part PDD SUPER

Minggu ke-3 Agustus hingga Minggu ke-4 Agustus...

Seharusnya waktu liburan belum usai. Namun saya harus kembali ke kota perantauan yang jaraknya hanya dua jam dari rumah. Demi 'pekerjaan' yang harus diselesaikan. Jika kalian berpikir saya sudah bekerja, jawabannya bisa salah, bisa benar. Saya tidak benar-benar bekerja yang dapat menghasilkan uang. Saya bekerja untuk sesuatu hal dan tidak dibayar dengan uang, melainkan dengan imbalan yang bentuknya non-fisik. Seperti, mendapat 'keluarga' baru di divisi PDD MPF SUPERHERO 50.

Seminggu penuh, dari matahari bersinar terang hingga matahari berganti bulan saya berada di tempat 'baru'  (karena jarang mengunjungi atau berada di tempat tersebut). Saya tidak sendiri, saya bersama dengan tim yang SUPER, super gila, super kreatif, super segalanya yang dipimpin oleh bapak Kadiv yang LUAR BIASA seperti Faris dan Ketuplak yang nggak kalah SUPERnya, bpk. Ali. Setiap hari membuat dekorasi dari yang cukup mudah hingga yang cukup menguras tenaga. Mencari barang 'bekas' layak pakai yang bisa digunakan untuk dekorasi, membuat kerangka, mengelem, menempel, menggunting dll. Tapi sekalipun menguras tenaga tidak berasa karena kebersamaan, canda dan tawa. Hal-hal tersebut adaalah hal yang menurut saya baru, karena memang saya baru merasakan bekerja di bidang tersebut. Dan ini menyenangkan sekaligus nagih hehehe.

KIRI-KANAN: FALAH, WILDA, INE, REZKY GARTOS, MITHA, NYAYU, NUR, REYSA dan KADIV FARIS.

Ini dia wajah-wajah TIM PDD SUPER yang saya ceritakan dan hasil dekorasi selama 4-5 hari. Terbayar sudah kerja dari pagi hingga malam selama 4-5 hari. Saat H-1, setelah selesai mendekor ruangan GMSK rasa lelah, kerja keras, keringat, badan lengket, kantuk semuanya terbayar. Lihat saja foto di atas, semuanya bergembira. Hasilnya memuaskan dan sesuai perkiraan. Ini baru H-1. Cerita ini juga belum bisa mendeskripsikan bagaimana rasanya, keadaaannya saat mendekor dan lain sebaginya. Yang terlintas dalam pikiran saya hanya satu kata, yaituu "Bersenang-senang". 
 
SALAM GARDA TOSKA! 

FEMA! JOTOS! FEMA! JOTOS! FEMA! THE BEST BEST BEST!

IT WAS ALWAYS YOU - MAROON 5


IT WAS ALWAYS YOU
MAROON 5 

Woke up sweating from a dream 
With a different kind of feeling
All day long my heart was beating 
Searching for the meaning

Hazel eyes, 
I was so colour blind 
We were just wasting time 
For my whole life 
We never crossed the line
 Only friends in my mind 
But now I realize,

It was always you 
Can't believe I could not see it all this time, all this time 
It was always you 
Now I know why my heart wasn't satisfied, satisfied 
It was always you, you 
No more guessing who
Looking back now I know it was always you, always you
 
All my hidden desires 
Finally came alive 
No, I never told lies 
To you so why would I 
Start tonight

Hazel eyes,
I was so color blind 
We were just wasting time 
For my whole life
We never crossed the line 
Only friends in my mind
But now I realize
 
It was always you 
Can't believe I could not see it all this time, all this time 
It was always you 
Now I know why my heart wasn't satisfied, satisfied 
It was always you, you 
No more guessing who 
Looking back now I know it was always you, always you
 
Aah, yeah, you, you, you, always you, you, you 
Aah, yeah, you, you, you, always you, you, you
 
Woke up sweating from a dream 
With a different kind of feeling

It was always you
Even if I could not see it all this time, all this time
It was always you
Now I know why my heart wasn't satisfied, satisfied 
It was always you, you 
No more guessing who 
Looking back now I know it was always you, always you
It was always you

Lebaran Day 2: at SnowBay

Lebaran Day 2 ...

Biasatnya mah yaa, orang lebaran hari kedua itu masih keliling ke rumah sanak saudara. Lha keluarga saya mah tidak. Malah liburan bermain air di SnowBay. Btw, kalian tau SnowBay ndak? Aah biar saya jelaskan sedikit mengenai SnowBay ini hehehe ... 

SnowBay adalah salah satu tempat rekreasi air (kolam renang) yang letaknya di dalam lingkungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gue bingung kenapa nyelip rekreasi air di TMII yang notabennya itu adalah tempat wisata budaya. Gue rasa kalian juga udah pada tau TMII kan? Jadi ndak perlu saya jelaskan lagi yaah hehehe. SnowBay ini sejenis dengan Atlantis yg ada di Ancol, The Jungle, dan Waterboom gitu guys. Lokasinya berada di depan Museum Indonesia (kontras sekali bedanya). Karena ini tempat rekreasi air, otomatis kalian perlu mengeluarkan kocek lebih untuk masuk ke tempat tersebut. Untuk Dewasa sebesar 150k dan untuk anak-anak 120k. Wew!! Jumlah yang hmm ... standar siih untuk tempat rekreasi air. Dufan. Jungleland juga sekitar segitu tiket masuknya. Walaupun, harga tiketnya lumayan (untuk kalangan menengah ke bawah) tapi SnowBay ini ramai pengunjung lho *eits bukan ngiklan serius deeh. Terbukti dengan antrian yang cukup panjang waktu gue dan keluarga masuk kawasan tersebut. *maaf indak ada fotonya lupa*

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya masuk juga deeh. Well ini pertama kalinya gue ke SnowBay. Nggak terlalu takjub gimana gitu siih. Cuma cukup hmm apa yaa julukan yang pas selain takjub, terpesona dll? Yaah itu lah yaa pokoknya. SnowBay ini menyediakan tempat VIP sabana sama Saung kalo nggak salah buat nempatin barang-barang gitu (selain loker, loker juga tersedia) sekaligus sebagai ruang tunggu. Lumayan kan bisa tidur-tiduran sambil nunggu yang lagi main air hahaha. Kalo mau di tempat tersebut yaa nyewa plus harus mengeluarkan uang lagi. Gue dan keluarga gue sendiri beruntungnya masih kedapetan tempat buat nunggu, tepat di belakang VIP Sabana itu tadi. 

Awalnya nggak mau ikutan main air karena males ganti baju plus hmm .... takut jadi (makin) item hahaha. Ehh ujung-ujungnya nyebur juga hahaha. Ada beberapa lokasi atau gue menyebutnya wahana air di SnowBay. Pertama masuk ke daerah kolam renang itu ada jembatan, di bawah jembatan ada kolam arus, Nah kolam arus ini mengelilingi wahana-wahana yang lain. Jadi semacam tour gitu, kalian bisa ngeliat wahana yang lainnya. Dan semakin lama arusnya semakin deras dan berombak. Kedua ada dua kolam anak (kolam dangkal) sebelah kiri dan kanan. Yang sebelah kanan itu ada ember tumpah gituu paham kan yaah maksudnya? hmm sayang nggak ada potonya :(. Trus di sebelah kanannya lagi kolam ember tumpah masih kolam anak-anak juga, ada perosotannya gitu. Nah kalo jalan lurus ke depan dari arah jembatan tadi bakal nemuin kolam ombak. Ombaknya ini hanya di jam-jam tertentu, kalo nggak salah setiap 30 menit sekali. Sebelum menemui kolam ombak ada kursi berjemur macem yang ada di pantai-pantai gituu. Nah di balik kolam ombak ada wahana seluncur yang tinggi itu lho, yang kayak di waterboom (pasti tau). Cuma sayangnya nggak ada kolam besar di bawah seluncurannya itu. Cuma seuprit doang. Jadi SnowBay tuh cuma wahana air doang, kurang pas kalo buat berenang-berenang gitu. Karena emang nggak ada kolam yang khusus buat berenang. Ada siih tapi cetek dan kecil doang kolamnya. Semacam kolam buat berendem spa gimana gitu. Dan semakin siang pengunjungnya makin ndak karuan (makin ramai maksudnya). Gue pun udahan main airnya. Trus mandi, kamar mandinya juga cukup bagus kok nggak kotor. Yaah sebelas dua belas sama kamar mandi hotel laah ahahaha *lebay. Tapi beneran lhoo, buat yang suka jijik di tempat kayak gitu, dijamin deh nggak bakal ngerasa jijik :D. Abis mandi trus selfie bareng emak dan adek trus pulang ...

Selamat Lebaran di Jakarta (lagi)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 
 1435 H
Minal Aidzin wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Saat saya menuliskan postingan ini, sudah H+4 lebaran dan saya belum mengucapkan sepatah kata maaf pun melalui blog ini. Kepada para pembaca yang gue rasa nggak ada yang berminat membaca blog ini saya, selaku pemilik blog memohon maaf sebesar-besarnya bila selama ini dalam penulisan atau apapun yang pernah saya tulis dalam blog telah menyakiti hati pembaca semua. Mohon dimaafkan yaah.. Dan Selamat berlebaran dengan keluarga di rumah :)

Sekian intermezzonya karena saya hendak bercerita mengenai Tahun Ketiga Lebaran di Jakarta ...

 2014. Adalah tahun ketiga saya merasakan dan merayakan hari kemenangan umat Islam di Jakarta, kota rantau saya. Lantaran mobil yang biasa keluarga saya gunakan untuk pulang kampung belum selesai diperbaiki. Padahal sudah tiga tahun lamanya. Entah mengapa bisa selama itu. Hmm Lebaran di Jakarta itu rasanya ... hambar dan sepi tentunya. Karena memang tidak banyak sanak saudara yang tinggal di Jakarta, hanya beberapa kerabat dekat orang tua saja. Pun tak ada yang mengunjungi rumah (mungkin karena kerabat dari orang tua tahun ini pulang kampung). Lebaran tahun ini juga sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak ada sesi "keliling-keliling" ke tetangga sekitar. Sesi tersebut digantikan dengan "Halal bi halal" di Musholla Ar-Rahman, sebuah musholla komplek. Seluruh warga diminta untuk berkumpul di Musholla tersebut setelah Sholat Ied usai. Kemudian dilanjut dengan takbir dan doa serta prosesi "salam-salaman". Halal bi Halal tersebut berlangsung sekitar 1-2 jam dimulai pukul 08.00 ba'da Sholat Ied. 

Tahun lalu juga diadakan halal bi halal di tempat yang sama, namun lebih cepat kemudian masih dilanjut dengan sesi "keliling-keliling" ke tetangga sekitar. Karena cukup banyak warga yang datang Halal bi Halal ke Musholla di tahun ini, sehingga tidak ada orang yang berkeliling ke rumah-rumah. Hanya sebagian orang yang masih melakukannya ke beberapa rumah yang di-tua-kan di sekitar komplek. Aah itu sudah jelas dan sudah pasti, seolah sudah menjadi adat istiadat. Hal inilah yang membuat lebaran tahun ini sedikit sepi begitu pula dengan pemasukan #eeh. Bukan, bukan saya tentunya, tapi bagi anak-anak kecil yang biasanya keliling dan mendapatkan THR. Kali ini mungkin hanya sedikit yang mereka dapatkan. Begitu pula dengan orang yang telah menyiapkan uang THR tersebut, menjadi sedikit bingung dan disayangkan karena tidak sempat memberikan kepada anak-anak (termasuk saya). hehehe ....

Kalau tidak salah ingat tahun lalu juga keliling ke banyak rumah (kerabat ayah dan ibu). Tapi kali ini tidak. Hanya berkunjung ke rumah salah seorang kerabat lama yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri. Beliau adalah orang yang memiliki (beberapa) rumah kontrakan yang zaman dahulu kala sempat kami kontrak rumahnya. Soal hubungan kedekatan, seperti yang sudah saya bilang, sejak dahulu sudah dekat dan sudah dianggap sebagai saudara. Sehingga setiap tahun sudah hal wajib saat lebaran untuk berkunjung ke rumah beliau (kecuali jika kami mudik). Di sana baru saya merasakan hawa lebaran. Ramai orang berkunjung, banyak makanan (bukan hanya kue) dll. Kalau sudah begini jadi rindu kampung halaman, yang selalu ramai dikunjungi sanak saudara (maklum termasuk yang di-tua-kan aka nenek).

Hal lain yang membedakan adalah kalaupun saya mudik, nyatanya di Surabaya pun tak ada saudara. Mereka semua mudik. Pun tak ada "mbah besar" (sebutan saya untuk ibu dari bapak). Mbah besar sudah meninggal setahun yang lalu, sekitar dua hari setelah lebaran. Nenek meninggal pun saya tidak pulang, hanya ayah. Maklum terkendala biaya. Zaman terus berubah dan saya juga baru mengetahui beberapa berita penting terkait saudara-saudara saya di Surabaya. Lebaran ini saya baru tau kalau ada (Apa sebutan dari anaknya kakak dari ayah? Sepupu?) sebut saja sepupu, yaa salah satu sepupu saya sudah menikah dan sedang mudik ke rumah suaminya di Jember. God! Kenapa saya tidak tahu kabar tentang saudara saya? Tidak bermaksud menyalahkan siapapun sih, salah saya juga tidak bertanya. Tapi tetap saja, kenapa ayah saya tidak bilang -__- Aaah, saya baru menyadari suatu hal kalau ternyata tinggal saya, cucu-yang-saat-ini-beranjak-dewasa-dan-siap-untuk-menikah. Cucu yang lain (yang belum menikah) masih dibawah umur dan remaja. Well, belum siap mendengar pertanyaan, "udah punya pasangan belum?" atau "waah anak gadis udah perawan, kapan nikah?" duuh bude, skripsi aja belum hahhaaha... 

Hmm... lebaran terakhir (di kampung 3 tahun lalu) ada sepupu yang masih hamil, sekarang sudah melahirkan dan anaknya sudah berumur 3 tahun. Parahnya saya indak tahu bentuk rupanya seperti apa. Begitu pula sepupu saya yang lain, anak dari bude yang ke-2, pun telah memiliki 2 atau 3 anak gitu (kalau tidak salah). Ada pula sepupu laki-laki yang sudah sangat lama tidak bertemu (lupa kapan terakhir ketemu saking lamanya) kini sudah menikah dan mempunyai dua anak. Oooh GOD!! I'm getting older right now. Mereka yang dulu masih remaja sudah punya momongan semuaa dan saya sudah dipanggil "Tante"?? Dan lagi, anak laki-laki dari kerabat ayah dan ibu yang saya ceritakan tadi, yang seumuran dengan saya, juga sudah menikah bahkan sudah punya anak. WHAT??!! I'm really shocked heard that one. Yaa sebenarnya sudah biasa mengingat umur kita yang-sudah-memasuki-usia-menikah. Tapiii ... seinget saya, lebaran tahun lalu itu doi masih lajang, waktu cepat berlalu yaah -__- *makin sadar kalau saya sudah tua dan semakin tua dan semakin mendekati usia nikah*. Pertanyaan seperti "kapan nikah?" itu akan sering terdengar sekarang ... 

But, di samping semua hal itu ada kabar gembira bahwa hampir semua orang tertipu dengan wajah saya. *maaf tidak ada maksud menipu*. Hampir dari mereka yang baru mengenal saya mengira saya masih siswa sekolah, SMP khususnya. Bahkan sempat ada yang mengira bahwa saya ini anak kedua, dan adik laki-laki saya yang masih SMP tapi badannya jauh lebih besar dari saya adalah anak pertama. Dan yang sudah mengenal pun masih sering heran kalau saya adalah anak kuliah. Sampai-sampai saya sendiri lelah menghadapi pertanyaan sekaligus pernyataan orang seperti ini :
A : ini anaknya yang kedua yaa buu?
I : bukan, ini yang pertama, yang laki yang kedua.
A : Oooh, kecil yah badannya, kelas berapa?
S : Udah kuliah tante/om ... *senyum ga jelas*
A : Udah kuliaah?? Tante/om kira masih SMP ...
S: hehehe (masang senyum terpaksa, males, cengar-cengir nggak jelas karena udah duga jawabannya)

Saya selalu bertanya dalam diri saya, segitu kecilnya kah saya di mata orang? Bahkan ada dosen yang juga tidak percaya saya anak kuliahan. Hfft ... Sudahlaah nikmati saja muka babyface yang dimiliki hihiihi.. Hanya segini cerita lebaran di hari pertama, tidak banyak cerita seru kan? Tapi cukup banyak berita yang mengagetkan saya -__-

Selamat malam, selamat lebaran 
Best regard,
Recil (Rezky kecil) :)

Dua kepribadian?

ilustrasi by google.com
Merasakan hal yang berbeda dalam diri ketika bertemu dengan teman lama (bukan teman masa kecil). Tapi hal itu tidak terjadi di beberapa orang. Aku merasakan seperti diriku yang (mungkin) aku kenal, yang ekstrovert dan sanguinis juga melankolis bila bertemu dengan beberapa orang tersebut. Tapi hal sebaliknya terjadi bila bertemu dengan yang lainnya. Cenderung diam dan kaku juga canggung. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Trauma kah? Trauma terhadap apa? Tidak bisa mengimbangi komunikasi dengan mereka kah? Bisa saja terjadi. Atau punya dua kepribadian? hemm ini terlalu rumit ... Tapi bisa saja ada sesuatu dengan kepribadianku yang mungkin orang tidak suka dan berusaha untuk menjadi apa yang mereka mau namun gagal dan akhirnya menjadi seperti ini. 
Entahlaaaaaaaaah .....

yang jelas aku mau meminta maaf bila ada yang tidak berkenan dengan segala bentuk dari diri saya, baik perkataan, perbuatan, sikap, atau apapun. Anda tahu? perasaan yang seperti ini benar-benar tidak enak dan tidak nyaman buatku. Sekali lagi maaf ...

Bukber Matador


Here we are
Barusan (re: sabtu) gue baru pulang dari buka bersama temen sekelas (kelas 12) gue waktu SMA di rumah Acil. Sebenernya gue nggak bisa dateng kalo ngomong soal idealisme siih gitu. Soalnya di rumah lagi nggak ada orang buat jagain adek-adek gue. Tapii idealisme anggap saja udah kalah sama keinginan gue untuk bertemu teman-teman sekelas yang hampir sekitar setahun nggak ketemu. Bisa dibilang kapan lagi lo bisa ketemu sama temen-temen sekolah lo, kalo bukan di acara bukber yang cuma setahun sekali. Iya gitu. Mungkin emang bakal ada acara-acara lain dalam tahun yang sama, tapi bukber ini semacam jadi acara wajib yang membuka peluang besar untuk bertemu dengan teman lama. Gue juga baru dapet kabar ajakan bukber ini kemarin malem. Dan yaa gue mengusahakan untuk datang.

Here we are (sebelum ada yang pulang)
Yang dateng bukber hari ini cukup banyak ternyata. Kurang lebih setengah dari jumlah anak kelas yang bersedia meluangkan waktunya untuk datang. Lebih banyak kaum lelakinya emang daripada perempuan tapi gapapa laah cukup rame kok. Sudah dua tahun nggak dalam lingkungan yang sama (re: kelas) ternyata kelakuan mereka masih sama. Nggak jauh berbeda dan nggak banyak berubah. Itu siih yang tadi gue liat, mungkin ada siih perubahan-perubahan sedikit yang nggak terlihat. Mereka masih anak Matador yang lucu, kocak, jayus, jail, cool, dan tangguh yang jelas hahaha dll. Ketemu mereka berasa nostalgia jaman SMA, yang udah dua tahun berlalu (walaupun tadi nggak banyak bahas jaman SMA, lebih banyak bahas seputar dunia perkuliahan). Cuma suasananya itu lhooo .... dan bagusnya kita masih berusaha untuk keep in touch walaupun ada beberapa dari temen sekelas sudah nggak tau lagi gimana kabarnya. And the boys ... mereka selalu kompak seperti dahulu kala.  
(*selaluu merasa persahabatan cowok itu emang beda dan terasa lebih erat)

Pertanyaan gue: apa yang mereka pikirkan tentang gue? Kadang gue ngerasa yaa gitu haha susah jelasinnya. Maaf ... apa mereka nggak suka sama gue? hmm maybe.. Yaudahlah yaa setiap orang punya cara pandang masing-masing ketika mereka memandang dan memperlakukan seseorang. 

Terima kasih untuk beberapa jam yang cukup menyenangkan dengan canda dan tawa, yang cukup untuk melepas rindu dengan sejumlah kawan lama, dan tak lupa terima kasih untuk hidangan berbuka yang telah disiapkan oleh Keluarga Acil, semoga kebaikanmu dibalas yaa Amiin. Gonna miss u guys. Semoga kalian sukses di jalan masing-masing yaah. Amiiin. Sampai berjumpa lagiii  :)

MATADOR! 
KARENA KAMI TANGGUH!!!


Mem"biru"kan Kelingking

Ajang mem"biru"kan kelingking ini bukan kali pertama buat gue. Kelingking gue udah pernah biru (kena tinta pastinya) waktu awal gue kuliah. Yap, pemilihan Presiden Mahasiswa (Pemira 2012). Kali kedua setelah Pemira (2013) adalah waktu Pemilu 9 April yang lalu. Dan untuk esok hari, 9 Juli 2014 adalah kali pertama saya ikut berpartisipasi dalam Pestanya Rakyat, Pesta Demokrasi, Pemilihan Orang no.1 di Indonesia, RI 1. Esok hari adalah hari dimana rakyat Indonesia menentukan akan dibawa kemana Indonesia 5 tahun mendatang. Lima tahun memang bukan angka yang sedikit tapi bukan juga waktu yang lama, tapi mampu membuat Indonesia makin terpuruk atau dapat memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.

Pemilu Presiden kali ini sepertinya lebih "panas" dari tahun-tahun lalu, atau ini hanya perasaan gue doang? Maybe. Gue nggak mau sok jadi pengamat politik karena emang gue nggak paham tentang politik. Walaupun ada tokoh yang bilang kalau orang buta politik itu adalah orang paling bodoh. Jadi di sini gue hanya mencoba untuk netral, mungkin. Yang namanya pemilu pasti sarat akan kampanye. Entah itu kampanye yang jujur, kampanye hitam, kampanye terselubung dan kampanye-kampanye yang lainnya. Dan dari kampanye nggak jauh-jauh dari kata mencemooh lawan. Entah mana yang bener dan mana yang salah, mana yang bohong mana yang jujur. Semua seolah diselimuti oleh satu kata pencitraan. Dan di masa-masa kampanye ini biasanya yang paling riweuh adalah tim suksesnya. Mungkin si calon nggak terlalu memandang riweuh dan melakukan kampanye yang lebih "elegan" dibanding timsesnya. 

Mereka yang mengaku pendukung atau timsesnya sering banget keluyuran di linimasa beranda facebook atau twitter gue. Mereka memuji ini dan menghina itu, saling hina saling muji saling sindir tak terhindarkan. Gapaham lagi siih guee. Udah cukup eneg rasanya ngeliat mereka saling hujat di dunia maya. Yang bikin nggak paham lagi, setau gue Pemilu itu punya suatu asas yang namanya LUBER JURDIL (langsung umum bebas rahasia jujur dan adil). Lantas dari kampanye-kampanye itu apakah mencerminkan pemilu yang LUBER JURDIL. Apakah mereka lupa atas asas yang telah diagung-agungkan itu? Sebelum nge-judge mending liat dulu arti kampanye. Menurut KBBI siih kampanye itu gerakan (tindakan) serentak untuk melawan, mengadakan aksi dsb, atau kegiatan yg dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yg bersaing memperebutkan kedudukan di parlemen dsb untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara. Istilah kasarnya kampanye sama dengan promosi. Memang, promosi itu cenderung mengungkapkan hal-hal baik dari calon yang dipromosikan, tapi bukan dengan menjelek-jelekkan lawan juga kan? Dan yang jelas mengungkapkan hal-hal yang baik itu juga berdasarkan fakta yang ada. Yaa idealnya siih gitu. Tapi nyatanya, orang berbuat seenak jidat mereka asal tujuannya tercapai. 

Yang bikin gue gerah adalah persoalan Jujur, dan Rahasia. Pasalnya, banyak media massa baik televisi maupun surat kabar yang sudah tak lagi independen menegakkan kebenaran akan fakta. Kecewa siih sebenernya, harusnya atau idealnya kan mereka yang bertugas menebar berita fakta dan bersifat netral tanpa memihak calon A atau B. Nyatanya si TV A dukung calon A, menjatuhkan B. Begitu sebaliknyaa. Lantas, tidak hanya media televisi, tapi juga media online dan surat kabar lainnya, yang dengan (entah punya rasa bersalah atas tanggung jawab moral atau tidak) mereka menyebarkan hal-hal yang belum bisa diketahui kebenarannya. Mungkin bahkan media terpercaya sekalipun yang netral tak lagi bisa dipercaya. Karena seperti yang gue bilang tadi di awal semua itu diselimuti sama satu kata pencitraan. Makanya gue jarang atau bahkan nggak pernah mungkin ngeliat berita tentang pemilu presiden ini. Bahkan debat capres pun penuh dengan intrik, dusta, janji palsu dan pencitraan. Mungkin di mata gue nggak ada orang yang bener-bener terpercaya. Karena menjadi orang terpercaya itu susah.

Trus darimana gue tau kalo si TV A dukung A atau sebaliknya, atau media itu begini dan begitu. Gue hanya melihat dan mendengar. Karena gue nggak mau terpengaruh sama mereka yang kebenarannya belum bisa dibuktikan. Tapi bukan berarti gue menutup hati, mata, telinga gue untuk selentingan-selentingan soal calon pemimpin. Gue menerima berita-berita yang disampaikan. Hanya saja gue memilih untuk diam karena asas Rahasia. Nggak mau ikutan mengumbar gue pilih siapa atau komen ketika calon yang gue pilih dihina dan dicaci maki. Alasan lain mungkin karena gue emang belum mengenal dengan baik siapa calon pemimpin yang akan gue pilih. Namun, beberapa berita sudah cukup untuk menguatkan pilihan gue nantinya.

Yang penting adalah SATU - Yakin akan hal yang lo lakuin adalah baik dan benar (InsyaAllah), akan calon yang akan lo pilih sebagai Pemimpin masa depan. Mendengar, atau melihat itu perlu, tapi balik lagi ke hal yang Satu itu. Dan lagi perbedaan itu adalah hal yang biasa dan semua akan menjadi lebih indah ketika kita berbeda dan tetap damai juga saling menghargai pilihan orang lain. So? Ready for Pemilu? 

Say no to GOLPUT!!!!

Happy Holiday

Happy Holidaaay ......

Yeay!! Liburan telah tiba. Udah dua minggu yang lalu libur. Dua minggu liburan dihabiskan dengan seminggu di rumah dan seminggu di Bogor. Kalau tidak salah ingat, ini pertama kalinya puasa di kosan. Yaa, ini bukan kali pertama puasa di daerah perantauan yang jaraknya hanya sekitar dua jam dari rumah menggunakan kereta commuter. Dua tahun itulah pertama kali aku puasa di daerah perantauan. Puasa di asrama bersama dengan teman-teman satu asrama, sahur dan buka bersama. Sahur lebih mudah karena setiap jam tiga pagi atau saat sahur ada yang berjualan di depan asrama. Tentu saja makanannya masih hangat, sehingga hmm sedikit lebih nikmat walaupun lauknya hampir sama setiap harinya. Setahun yang lalu, aku rasa aku menghabiskan bulan Ramadhanku di rumah. Karena aku tidak ingat sedikitpun tentang berbuka atau sahur bersama teman-teman di kosan. Yang aku ingat hanyalah aku pernah mengunjungi Bogor untuk datang di acara buka bersama Kru Koran Kampus, kemudian malamnya aku menginap di kontrakan temanku. Selebihnya sepertinya aku menghabiskanny, di rumah. Dan kali ini, aku merasakannya kembali puasa di daerah perantauan, tinggal di kosan, sahur dan buka bersama teman. Yaa walaupun nggak banyak orang di kosan karena hampir semua temanku pulang ke rumah masing-masing. Hanya satu orang yang tersisa karena ia harus kuliah Semester Pendek.

Liburan kali ini sepertinya tidak banyak yang berbeda, bahkan cenderung sama. Kemungkinan lebaran dan mudik di kampung halaman juga kurang dari 50 persen. Padahal aku benar-benar rindu dengan kampung halaman. Sudah berapa lama yaa tidak lebaran di kampung halaman, di Surabaya. Sepertinya sudah menginjak tahun kedua atau tahun ketiga. Lama juga yaa ... Ahh aku benar-benar ingin pulang, merasakan kembali suasana hari raya bersama keluarga besar. Lebih ramai dan lebih terasa suasananya, walaupun mungkin akan sedikit berbeda karena sudah tidak ada nenek dari ayah ..

Well, Selamat Liburan dan Selamat menunaikan Ibadah Puasa 1435 H .. Semoga liburan kali ini bisa lebih bermakna hahaha.. Semoga mendapat keajaiban diijinkan liburan sendirian ke Surabaya :D

Tahun Kedua Berakhir

Tingkat Dua telah berakhir. Ditandai dengan terisinya semua Kartu Studi Mahasiswa di Semester 4 lalu. Sedih? Bisa jadi. Karena kamu sudah mulai memasuki tahap yang lebih sulit dan lebih nyata dari sebelumnya. Jadi sebelumnya tidak nyata? Bukan tidak nyata, hanya saja masih dalam suatu lingkungan yang belum menunjukkan dunia yang sesungguhnya. Semakin kamu beranjak dewasa kamu akan semakin menemui dunia yang sesungguhnya itu.

Lantas, setahun berlalu, apa yang sudah kamu dapatkan di Tingkat Dua ini? Selain pengetahuan dari Mata Kuliah yang kamu dapatkan? Nyatanya tidak banyak yang didapatkan, tidak banyak perubahan yang terjadi baik dari softskill atau kemampuan yang lainnya. Namun, perubahan itu tetap ada walaupun hanya sedikit.  Setidaknya aku mulai belajar membuat video. Dan paling tidak ada niat untuk berubah ke arah yang lebih baik...

Tingkat Dua telah berakhir apa kamu merasa senang? atau malah takut? Bisa jadi keduanya. Semua rasa bercampur menjadi satu. Sedih, senang, takut, was-was ... Pertanyaannya adalah apa yang kamu takutkan? Masa depan? Saya rasa beberapa orang pasti pernah merasakannya, merasa takut akan masa depan yang masih belum jelas seperti apa. Ada tiga hal yang ada dipikiran, Satu kamu takut karena kamu belum siap atau mempersiapkan dirimu, bekal untuk masa depanmu hingga akhirnya kamu takut. Dua berlaku sebaliknya. Kamu adalah orang yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari softskill hingga kemampuan yang lainnya, dan akhirnya kamu siap menyambut masa depan. Tiga kamu minder. Sebenarnya kamu mampu, kamu sudah mempunyai bekal hanya saja kamu minder melihat kemampuan yang lain yang lebih dari kamu, hingga akhirnya membuat kamu merasa was-was. Diantara ketiga ini, kamu orang yang mana? Apakah kamu sudah cukup mempersiapkan "bekal" untuk masa depanmu nanti? Kalau memang belum, segeralah mempersiapkan sebelum semua terlambat.

Tips: 1). Bagi yang sudah melewati masa Tingkat Dua hanya tersisa waktu dua tahun untuk mempersiapkan segalanya. Masih cukup waktu bila kamu tekun dan percaya bahwa kamu bisa. Ingat Percaya pada kemampuan diri sendiri bukan berarti kamu sombong. Sesekali kamu perlu melihat sekitar atau melihat "ke bawah" untuk mengetahui dimana posisi kamu berada sekarang. 2). Jangan pernah malu untuk berkata saya tidak tahu bila kamu memang benar-benar tidak mengetahui. Intinya siih Jujur sama diri sendiri. Hmm dua hal ini sih yang paling penting.

Semangat!! Tahun kedua telah berakhir, masih ada dua tahun lagi untuk belajar dan mempersiapkan segalanya. Semangat mencari "kebenaran" dan "siapa saya". Semangat Liburaan :)